Feb 26, 2015

Revolusi Gila, Revolusi Tauhid ala Adhin Busro

Mungkin banyak yang menyangka saya adalah orang kaya. Apalagi menyusun sebuah panduan menarik kekayaan dalam rahasia kunci sukses. Makasih kalau didoain demikian. Kaya seperti apa sih? Apakah punya uang milyaran atau trilyunan dalam tabungan atau apa?

Kalau kaya definisinya demikian maka anda salah alamat. Saya tidak mempunyai uang milyaran.. Tetapi kalau aset milyaran bahkan lebih besar lagi ini baru bener. Mata saya adalah aset. Di tukar dengan milyaran saya tidak akan melepasnya walau satu biji sekalipun. Hehehe

Kalau anda mengira saya mempunyai tabungan milyaran maka anda juga salah. Pernah satu momentum saya memiliki tabungan yang banyak, ada total ratusan juta, kemudian aset usaha, kemudian ada mobil total 4 buah. Salah satunya mobil mewah. Tetapi itu khan dulu, sekarang nggak lagi. Hehehe

Melimpahnya uang yang saya miliki tidak menjamin adanya kebahagiaan. Maka kalau anda mengira dengan memiliki banyak uang maka anda bahagia harap mulai geser paradigma seperti ini. Saya adalah satu dari ribuan bukti bahwa kekayaan tidak menjamin kebahagiaan. Asli... Bagaimana bahagia? Dari sebelum subuh sampai tengah malam isinya kerja dan kerja melulu. Bagaimana mau menikmati? Yang ada malah stress, lelah dan capeknya nggak ketulungan.

Kembali ke kisah...

Anggaplah dulu saya banyak uang. Rumah, usaha, mobil, properti, sawah dll sudah pernah saya beli dan miliki. Namun Alhamdulillah pada satu titik hampir semua itu saya tinggalkan karena satu dan lain hal. Ketika posisi di puncak lalu saya menjerembabkan diri saya sendiri ke titik nadzir, dimana hari ini makan besok nggak tahu makan apa..

Jangan dianggap bercanda lho? Saya serius, atau lebih pasnya GILA.. Setelah nekat melakukan demikian barulah saya sadar bahwa ternyata saya telah sedikit banyak menuhankan uang. Karena ada uang saya tenang, nggak ada uang saya cemas, khawatir dan ketakutan. Hal ini banyak dianggap sepele sama orang lain. Yang penting banyak uang, terlepas lepas kendali atau tidak sabodo teing.

Apalagi setelah kenal dengan Ustadz Yusuf Mansur, makin gila saya. Khan semuanya dalam rangka belajar lebih dalam lagi. Belajar merevolusi tauhid kita. Belajar membersihkan jiwa dari kotoran yang sudah berkerak, yakni kotoran duniawi. Berikut ini ada foto yang pernah saya upload di artikel lain.



Mungkin bisa ditiru, semoga tidak bermaksud menyombongkan diri. Semoga amal kami tetap ada disisi_Nya. Semoga maksud saya adalah menjadi pelecut semangat anda untuk ikut muhasabah diri. Meniru apa? Meniru membuang tuhan-tuhan selain Allah dalam dada kita.

Berikut ini yang pernah saya lakukan
  • Menyedekahkan seluruh gaji selama beberapa bulan. Yakni pada saat saya masih bekerja dengan jabatan level manager. Terus nanti keluarga makan apa? Ini sebenarnya pertanyaan yang diajukan oleh Syetan yang kemudian membangkitkan rasa ragu dan takut. Buktinya sampai saat ini masih bisa makan.
  • Hijrah (resign) dari zona nyaman tanpa tahu 100% apa yang akan dilakukan setelahnya. Nanti kerja apa kalau resign? Prinsip saya, masak kalau sudah gerak nggak ada rezeki sih? Pasti ada.
  • Menyedekahkan perhiasan yang ada. Nanti nggak bisa beli lagi? Itu kekhawatiran istri.. hehehe
  • Motor juga sudah saya sedekahin. Walau ke ortu namanya juga sedekah :)
  • Menyedekahkan mobil yakni separuh-separuh (walau pada saat artikel ini ditulis mobil belum juga laku). Maksudnya setelah laku maka setengah hasil penjualan akan disedekahkan, dan yang pasti sedekahnya tidak ke anda. hehehe
  • Setelah semua uang sudah habis lalu mencari apapun yang bisa diberikan kepada orang yang membutuhkan. Beberapa almari dan rak, sebagian besar baju-baju, makanan dan sebagainya
  • Menerapkan revolusi tauhid. Tentang revolusi tauhid saya jelaskan pada panduan rahasia kunci sukses
  • Menyedekahkan seluruh sisa uang sehingga nyaris tidak tersisa sama sekali meskipun buat makan esok hari.

Pada saat awal hijrah istri saya jelas ketakutan dan protes, namun pelan-pelan saya ajarkan, "Khan ada Allah". Lama-lama istri dan anak saya juga ikut-ikutan. Jadi kalau meminta sesuatu bukan sama suaminya lagi tetapi langsung sama Allah. Lagian suaminya (saya) sudah tidak punya apa-apa lagi, :) orang saya memang sengaja begitu. Biar keluarga saya tidak bersandar kepada manusia tetapi kepada Allah.

Anak saya ketika minta mainan dulu langsung minta sama orang tua. Namun saat ini kalau ia pengin beli mainan pasti mengambil uang ribuan dan disedekahkan dalam kotak amal masjid yang ada di rumah kami sambil mengangkat tangan mungilnya, "Ya Allah kasih aku mainan ya? Yang buanyaaaak buanget. Ada robot optimus, bumble bee, saipiderman. Dikasih ya? Amin"

Berat bos... Sungguh berat rasanya harus menerima kenyataan jatuh dari gunung yang tinggi ke lembah yang paling dalam. Apalagi kalau melihat anak saya menginginkan ini dan itu namun benar-benar tidak ada dana. Pun dengan istri saya yang menanyakan, "Besok makan apa pa?" Lalu saya jawab, "Masalah makan terserah Allah saja". Sebenarnya jiwa kemanusiaan saya menangis. Asli nangis..

Tetapi khan semua dalam rangka belajar. Supaya ketika saya meninggal dunia maka keluarga saya tidak kehilangan pegangan. Mereka tetap punya Yang tidak pernah mati yakni Allah swt. Ini khan keren.. Dan benar-benar amazing sob.. Nyaris segala permintaan anak dan istri ada saja jalan keluarnya. Khususnya ketika pada kondisi sangat kritis barulah keajaiban itu datang. Kondisi yang kritis namun masih yakin dan percaya kepada Allah.

Menjajal hijrah dengan totalitas tidak mudah.. Asli tidak mudah. Wong kita kehilangan sendal saja marahnya sudah nggak ketulungan. Apalagi kehilangan sesuatu yang lebih besar dari itu. Ngomong2 sendal saya jadi ingat ketika sendal saya ilang karena ditaruh diluar rumah. "Oh ya, saya khan belum sedekah sendal?" Batin saya. Maka esoknya saya keluarkan lagi sendal yang lebih bagus, lalu ilang lagi. Saya taruh lagi, ilang lagi, sehingga koleksi sendal saya habis tinggal 2 pasang saja. Alhamdulillah yang sepasang baru saja rusak. Hehehe, jadinya tinggal sepasang. Tak hilang akal lalu saya taruh sendal anak dan istri saya yang masih bagus diluar rumah, dan Alhamdulillah ilang yang punya anak saya.

Jadi kalau anda baca artikel ini jangan sampai bilang, "Mas tolong saya disedekahi dong?". Saya tidak akan kasih, karena pertama barang dirumah sudah hampir habis. Kedua saya tidak mau anda menjadi the looser. Tetapi saya mengharapkan anda menjadi the winner, atau pemenang, yakni menang melawan hawa nafsu. Tentang manajemen hawa nafsu saya sudah tulis dengan lengkap di magis7

Berikut kisah singkat yang saya edit. Ada seseorang yang konsultasi kepada Guru saya. "Kyai doakan saya bisa kaya yang berkah. Saya ingin dekat dengan Allah, saya ingin taubat. Saya ingin hidup tenang, bahagia bersama keluarga. Ingin bisa memberangkatkan haji kedua orang tua saya. Ingin punya rumah dan kendaraan yang baik. Doakan saya Kyai" 

"Insya Allah saya doakan. Supaya doa nya lebih berdaya, bolehkah motor Bapak ditaruh saja disini dan dijual untuk makan santri saya? Bapak pulang ke rumah naik angkot saja" Kata Guru saya. Maka bapak tersebut nampak tercenung sebentar kemudian menjawab.

"Tapi hutang saya saja belum saya cicil Kyai, makanya saya kesini juga karena pusing mikirin hutang" Jawab sang bapak

"Biar yang lunasin Gusti Allah, itu kalau anda percaya" Kata kyai

"Iya kyai, percaya. Nanti saya minta ijin Istri saya dulu Kyai, Insya Allah secepatnya saya akan kembali lagi" Jawab sang bapak. Kemudian bapak tersebut pamit, dan sayangnya tidak kembali lagi. Nampaknya beliau masih sayang dengan motornya dan tidak mau kehilangan dengan alasan sedekah.

Lalu pada suatu saat Guru berkata kepada kami, "Harga dunia itu sebenarnya sangat murah, namun manusia tidak mau kehilangan dunia walau hanya sendal jepit. Maunya hidup tenang, berkah dan kaya, kalau sudah kaya katanya akan sedekah. Namun saat belum kaya tidak mau kehilangan sesuatu sedikit saja. Mbelgedes itu.. Doanya dusta alias bohong. Kalau sudah kaya tetap saja rakus dan sama saja kikirnya. Makanya Gusti Allah tidak membuat dia kaya. Atau kalaupun diberi banyak duit itu istidroj aja sebelum azab yang besar".

Kami mendengarkan nasehatnya seraya manggut-manggut. Sekali lagi kisah ini saya sampaikan dengan bahasa saya lho? Ada edit didalamnya :)

Masih banyak sebenarnya yang ingin saya ceritakan kepada anda sebagai motivasi spiritual yang sungguh sangat sensasional. Insya Allah versi lebih lengkap akan saya kasih kepada member saya. Mereka khan yang sudah rela mengeluarkan sedikit investasi demi belajar hikmah kehidupan. Mereka yang serius maka merekalah yang akan mendapatkan balasan dari keseriusan tersebut. Insya Allah. Namun jangan kuatir, bagi anda yang belum ada rezeki bisa baca2 artikel di blog ini. Insya Allah cukup.

Pun dengan miracle atau kejadian amazing dan seringkali susah dinalar ketika kita membroadcast believe kita kepada Sang Pencipta. Misalnya begini, pernah pada suatu momentum uang ditabungan benar2 habis. Terutama karena sekian juta kami berikan kepada orang tua kami dan tidak menyisakan untuk diri saya dan keluarga.

"Pah, hari ini harus nyumbang lho? Tetangga kita sedang lahiran, sementara ada arisan juga dan pertemuan keluarga. Harus ada dana sekian paling tidak lho?" kata istri

"Bismillah, yuk ke ATM" Kata saya mencoba untuk tenang. Padalah sebenarnya jiwa saya sempat goncang juga lho?

"Lah khan sudah diambil semuanya kemarin?" Kata istri

"Udaah gak apa-apa, semoga Allah mengisinya" Jawab saya

Lalu kami menuju ke ATM terdekat dengan selalu zikir dalam lisan dan hati. Pun dengan mengumandangkan sholawat diperjalanan. Sampailah kami di ATM. Istri saya masukin ATM nya dan ambil duit tanpa memeriksa saldo. Karena memang saya menyuruhnya demikian. Saya tetap diluar ATM sambil tak henti-hentinya DOA. Ajaibnya duit tersebut keluar, persis dengan jumlah yang diinginkan sebelumnya. Ajaib banget-banget.. Sampai-sampai senyum istri saya lebar banget, kayak senyuman anda.. Hehehe

"Ini ada duitnya Pa, malah lebih dari kebutuhan kita" Kata istri

"Haaahhh, ciyusss?" Jawab saya takjub. :)

Pertanyaan: Apakah ada uang ghaib?

Maka saya jawab: Ada, dan uang tersebut adalah pemberian Allah. Namun yang namanya hidup didunia pasti ada wasilah. Ada media atau tangan Tuhan didalamnya. Kalau ujug-ujug ada khan jadi menyeramkan. Ternyata eh ternyata uang tersebut adalah transferan dari bonus paytren. Hehehe

Yang pasti banyak keajaiban. Asli banyak kejadian yang miracle, meskipun kita masih dalam tahap belajar tauhid. Yang masih belajar saja mengalami banyak keajaiban, apalagi yang sudah levelnya tinggi? Wah lebih ajaib lagi. Bahkan Guru Spiritual saya (bukan dukun atau paranormal lho?) hari ini minta (DOA) mobil mewah, minggu berikutnya datang orang yang nganterin. "Kyai saya nitip mobil ya? Silahkan dipakai terserah Kyai" Kata orang tersebut.

Guru saya menjawab, "Nggak ah.. Ntar kalau rusak gimana? Kalau disedekahin baru saya terima"

"Baiklah Kyai. Mobil ini saya sedekahkan untuk aktifitas pesantren ini. Saya pasrahkan ke Kyai saja". Jawab orang tersebut.

Asyik kalau saya bercerita kisah-kisah seperti ini. Kadang sampai nggak bisa diungkapkan dengan kata-kata saking terpana nya, saking asyiknya. Nanti lain kesempatan saya cerita lagi, atau kalau mau lebih lengkap dan detail gabung aja dengan member lainnya di rahasia kunci sukses. Disini anda akan belajar dari awal sampai akhir, yakni dari pemahaman sampai keyakinan. Insya Allah.

Wallahu A'lam



Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment