Feb 11, 2015

Penawaran Tuhan yang Bergaransi Pasti 100% atau Lebih

Manusia secara fitrah mudah tergoda. Fitrah inilah yang menyebabkannya terjerumus disatu sisi namun disisi lain menjadi wasilah kemuliaan hidupnya. Ketergodaan ini menyebabkan adanya penasaran, kemudian setelah itu memicunya untuk melakukan sebuah tindakan. Misalnya
  • Secara default seorang yang belum punya pasangan akan tergoda dengan lawan jenis. Kemudian timbul rasa penasaran ingin merasakan sentuhannya. Disatu sisi bisa menjerumuskannya kedalam zina, disisi lain menemukan pasangan hidupnya dan bahagia dalam keluarga
  • Kita tergoda dengan sebuah penawaran misalnya cara cepat kaya. Karena penasaran maka kita seringkali terjerumus dalam rayuan bohong orang lain, namun disisi lain bisa menjadi wasilah hidup kaya jika tindakannya tepat.
  • Ketika ada khabar bahwa sebatang pohon keramat bisa membuat orang hutang jadi lunas, maka berbondong-bondong orang2 memberikan sesajen. Padahal rasa penasaran ini hanya akan menambah kemiskinannya.

3 contoh diatas sudah mewakili bahwa manusia itu mudah tergoda dengan penawaran yang kelihatannya menggiurkan. Jika melakukan ini maka hasilnya akan begitu dimana "begitu" itu menguntungkan bagi si pelaku.

Namun berbagai penawaran yang ada banyak diantaranya yang kelihatan menarik dipermukaan namun didalamnya tidak semudah apa yang dikatakan. Hal ini menyebabkan adanya kekecewaan orang2 yang terjerumus didalamnya pun dengan sumpah serapah. Padahal yang salah adalah kita2 yang memilih penawaran tadi. Sedangkan penawaran sifatnya adalah ujian bagi kita. Ujian apa? Ujian jiwa, ujian nafsu.

Nah ada penawaran yang pasti dan bergaransi dimana seringkali manusia mengabaikan. Padahal penawarannya teramat sangat menggiurkan namun seringkali hanya ditoleh dan ditinggalkan. Padahal penawarannya memberikan garansi 100% dan dibuktikan pula oleh 100% orang yang menerapkannya. Penawaran apa?

Yakni penawaran dari Tuhan Sang Pencipta. Apa2 yang difirmankan adalah agreement atau garansi asalkan syarat dan ketentuan kita penuhi. Kalau syarat dan ketentuan tidak kita penuhi janganlah komplain dan protes ketika tidak mendapatkan hasil sesuai dengan keinginannya. Bukankah ini salah kita sendiri?

Nah tema ini kedepan akan saya bahas lebih detail dalam sebuah makalah Insya Allah

Contoh penawaran dari Sang Pencipta ada dalam sebuah wasilah amal ibadah, misalnya
  • Fadhilah sholat wajib, sholat subuh berjamaah
  • Fadhilah dhuha dan tahajud
  • Fadhilah shalat hajat, istikhoroh, taubat dsb
  • Fadhilah sedekah
  • Fadhilah syukur, ikhlas, sabar, tawakal, taqwa, istighfar dsb
  • Fadhilah silaturahim
  • Fadhilah puasa 3 hari setiap bulan, atau puasa senin kamis, atau puasa ramadhan dsb
  • Fadhilah zikir, amalan, doa-doa dsb
  • Fadhilah membaca Al Qur'an, tadabbur, dsb
  • dan masih banyak lagi

Semua itu adalah penawaran dengan garansi 100%. Sebagaimana penawaran kartu kredit yang kadangkala mencekik leher. Bedanya penawaran dari Sang Pencipta tidak demikian. Garansi ini berlaku adil dan malah sering ditambah dan ditambah sepenuh-penuhnya.

Masalah

Yang jadi masalah adalah kita tidak percaya. Kita tidak yakin bahwa dengan dhuha bisa kaya, kita yakinnya dengan kerja keras siang malam maka bisa kaya. Karena begitulah logika berkata. Nah ini dia masalahnya yang menyebabkan kita tidak percaya
  • Logikanya cetek. Alias tidak menggunakan akalnya dengan sebenar-benarnya
  • Karena logikanya cetek maka hati tidak digunakan. Yakni hati yang terisi iman
  • Tidak mencoba belajar untuk menerapkannya secara rutin
  • Tidak mencoba mencari tahu dari mereka2 yang sudah melakukannya dan hidup kaya
  • Tidak mencoba belajar mencari tahu dari sisi ilmiahnya. Kalau sisi ilmiahnya sudah ketemu dan sesuai dengan logika maka niscaya sudah setengah jalan
  • Jarang melakukan tafakur dan muhasabah
  • Keras kepala, maksudnya selalu menggunakan otak didalam memutuskan sebuah perkara. Parahnya kalau sampai menuhankan otak.
  • Jarang mencari tahu mengapa dhuha bisa menjadi wasilah kaya misalnya. WHY?? 

Nah semua alasan tersebut bermuara pada satu hal saja. Yakni imannya lemah. Keyakinan akan garansi dari penawaran diatas adalah lemah. Ujung-ujungnya meragukan Allah swt sebagai Dzat Pencipta langit dan bumi.

Nah ini menarik khan? Nanti saya bahas diartikel yang lain. Atau kalau anda ingin langsung memahaminya secara full silahkan menjadi member saya, di rahasia kunci sukses. Klik disini untuk melihat sales letternya.



Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment