Feb 27, 2015

Kun the Winner Wala Takun the Looser

Kun the Winner wala Takun the Looser sebenarnya ungkapan kata yang dipopulerkan oleh Ustadz Yusuf Mansur. Yakni ajakan untuk menjadi pemenang bukan menjadi orang yang kalah. Mempunyai kharakter pemenang memang butuh latihan dan pembiasaan. Saya kasih contoh kecil, kita seringkali lebih suka terlalu banyak tanya sebelum mencoba lebih jauh. Dikit-dikit nanya bahkan dalam masalah yang kecil dan sepele.

"Pak cara melakukan transaksi by SMS gimana?" Ini salah satu pertanyaan mitra paytren kami. Tidak salah sih, karena barangkali belum paham. Tetapi kalau masalah sepele ditanyakan terus khan menjadikan anda tidak bisa belajar. Padahal semua hal tentang bisnis tersebut sudah ada di web resmi dan panduan dari kami. Tinggal dipelajari. Ini belum apa-apa langsung melontarkan banyak sekali pertanyaan.

Maksud saya untuk kasus secara umum, kenapa kita tidak membaca dulu, mempelajari dulu sampai kitanya benar-benar paham dan ngerti. Nah untuk masalah yang sudah coba kita pecahkan namun belum ada titik temu baru deh ditanyakan kepada mentor kita.

Pun ada pula tipikal orang yang suka bertanya kemudian menyalahkan sesuatu diluar dirinya. Misalnya, "Pak ini saya sudah coba tapi tidak bisa. Gimana sih pak masak webnya error melulu. Mau transaksi kok susah?" Katanya. Setelah cek dan ricek ternyata ada kharakter yang tidak dimasukkan sehingga script tidak mampu membaca. Yang salah adalah kita tetapi kitanya malah melemparkan kesalahan pada sistem atau orang lain.

Yang jelas kita seringkali menjadi the looser alias orang yang kalah. Dikit-dikit kalah, dikit-dikit kalah. Kalah kok dikit-dikit, hehehe.
  • "Yaaah hujan"
  • "Ampun deh macet"
  • "Kayaknya tetangga pakai pegangan nih"
  • "Pantesan saja dagangan nggak laris, kayaknya diguna-guna"
  • "Hidup kok susah banget ya?"

Dan semua kata-kata yang beraroma thye looser. Saya dan kita-kitanya inilah biang keroknya. Yakni tidak mau belajar, tidak mau melihat kesalahan ada dalam diri kita sendiri. Sukanya menyalahkan segala sesuatu dari luar baik orang, tempat, cuaca, alam, santet, guna-guna dan lain sebagainya.

Hidup itu perjuangan, dan perjuangan terbesar adalah mengalahkan diri kita sendiri. Yakni mengalahkan ego dan hawa nafsu diri, dimana seringkali merasa kitalah yang benar dan merekalah yang salah. Ini menjadi alibi ketika kesuksesan susah diraih, ketika kegagalan melanda, ketika hutang menumpuk dsb. "Saya hutang gara-gara dia bla bla bla......". Kenapa tidak diganti begini, "Saya hutang karena terlalu ngikutin hawa nafsu sendiri". Ini lebih gentle, lebih baik.

Kalau kesalahan kita anggap sebagai kekeliruan kita maka selanjutnya kitanya akan ada kemauan untuk belajar lebih keras lagi dan memperbaiki kesalahan sebelumnya. Sebagai akibatnya maka jika ada kesalahan yang sama tidak akan terulang kembali. Kalau dikit-dikit kesalahan dunia luar, lalu kapan kita mau berjuang dan belajar?

Yuk, jadilah the winner atau pemenang sejati. Hidup ini memang tidak mudah, butuh perjuangan, pengorbanan dan pembelajaran. Untuk sukses dan mulia butuh ilmu, maka galilah. Terus saja belajar bahkan sampai kapanpun agar kita semakin pintar, semakin bijaksana. Amin

Insya Allah ke depan saya akan menulis tentang tips menjadi pemenang. Jangan kemana-mana, ikutin terus blog ini. Ijinkan saya meremind anda ketika lupa. Isikan nama dan email anda disini. Gratis



Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment