Feb 22, 2015

Kuantum/ Lompatan Sukses bagian 1

Manusia menginginkan kesuksesan dan kebahagiaan dalam hidupnya. Manifestasi dari itu semua bisa berbentuk kekayaan atau banyaknya jumlah harta benda yang bisa dihasilkan. Ada yang sukses besar ketika berjuang selama 10 tahun, ada yang 5 tahun, ada yang 3 tahun bahkan ada yang hanya beberapa bulan saja.

Mark Zuckenberg pendiri Facebook bisa sukses besar hanya dalam waktu 3 tahun, sementara Bill Gates orang terkaya di dunia bisa sukses luar biasa dalam waktu belasan tahun. Target anda berapa tahun?

Namun penelitian / survey membuktikan sebuah fakta yang menakutkan. Yakni dari 100 orang yang menginginkan menjadi sukses dan kaya hanya sekitar 80% yang mau berjuang. Dari 80% jumlah orang yang mau berjuang hanya 20 persen saja yang bisa bertahan lebih dari 2 tahun, sisanya gagal. Dan dari 20% yang bisa bertahan hanya 2% saja yang sukses dan kaya sesuai dengan keinginannya. Artinya dari 100 orang yang berjuang untuk menjadi sukses hanya 1 atau 2 orang saja yang berhasil, sementara sisanya gagal.

Ini bukan kata saya lho? Tetapi ini adalah hasil dari survey atau penelitian. Penelitian ini menilai dari apa yang dihasilkan berupa uang sebagai tolok ukur. Bukan kebahagiaan dan keberkahan yang dihasilkan. Padahal bisa jadi ia tidak menghasilkan uang dalam jumlah besar namun hatinya merasa bahagia karena dengan jumlah uang tersebut ia bisa melakukan sesuatu yang lebih bermanfaat.

Nah, kali ini saya akan memberikan rahasia dimana semua manusia bisa sukses dan kaya dalam waktu yang jauh lebih cepat. Yakni kesuksesan dan kekayaan yang tidak harus diukur dengan uang namun seberapa besar kebahagiaan yang bisa dicipta. Apakah artinya uang yang dihasilkan sedikit? TIDAK, tentu saja bisa menjadi lebih banyak dari orang yang sudah sukses besar, namun bisa juga lebih sedikit. Parameternya adalah merasa CUKUP dengan apa yang dihasilkan.

Asyiknya lagi kita tidak harus bekerja siang dan malam untuk mengumpulkan uang yang menyebabkan stress dan kelelahan. Kita bekerja sesuai dengan fitrah manusia, tidak dilebihkan jam kerjanya, namun akan menghasilkan output yang jauh lebih maksimal. Mengapa bisa demikian? Karena kita DIBAWA...

Analoginya begini...
  • Waktu kecil anda ingin jalan-jalan. Maka orang tua anda menggendong kita sebagai anaknya menuju apa yang kita inginkan. Nah digendong inilah maksud saya bahwa kesuksesan yang kita inginkan diBAWA atau dibantu orang tua.
  • Kita mau makan bakso, kemudian pergi dari rumah sekeluarga naik motor. Nah motor ini adalah alat untuk mempercepat keinginan. Kita tidak harus berjalan sendiri sampai tukang bakso yang menyebabkan kitanya lelah. Namun kendaraan bisa membawa kita sampai kepadanya dengan lebih cepat.
  • Anda pergi ke mall dan hendak naik ke lantai 2,3 dan seterusnya dengan naik ekskalator. Ekskalator atau tangga berjalan ini akan membawa anda ke tujuan dengan lebih mudah dan lebih cepat. Jadi satu langkah anda dalam eksalator plus mesin ekskalator yang membawa anda bisa menyebabkan jarak yang ditempuh menjadi lebih jauh.
Image result for naik eskalator

Jika kita memakai analogi eskalator maka satu langkah yang kita lakukan bisa menjadi 10 langkah tanpa eskalator. Jadi eskalator tersebut membawa kita ke puncak kesuksesan jauh lebih cepat sebanyak katakanlah 10 kali. Jika kita bekerja dengan keras tanpa alat bantu maka kita bisa sukses setelah menempuh waktu 10 tahun. Namun jika kita memanfaatkan eskalator maka kesuksesan bisa teraih hanya dalam waktu 1 tahun saja.

Oleh sebab itu kita harus menciptakan eskalator milik kita sendiri, yakni eskalator yang akan membawa kita kepada kesuksesan yang kita dambakan. Lalu bagaimana kita mencipta eskalator kita sendiri?
  • Apakah dengan cara belajar? Bisa jadi, dan belajar itu sudah menjadi kewajiban kita. Namun bagi mereka yang tidak berpendidikan tinggi menjadi kendala untuk meniti sukses.
  • Apakah dengan cara bekerja sama dengan orang yang sudah sukses? Bisa jadi. Namun ini hanya berlaku untuk mereka yang punya koneksi luas. Bagaimana dengan kita-kita yang biasa saja?
  • Apakah dengan cara memanfaatkan kekuasaan?. Misalnya seorang pejabat negara yang memanfaatkan kekuasaannya untuk kepentingan bisnis. Tentu saja hal ini tidak elok karena memanfaatkan jabatan bagi sebuah kepentingan pribadi. Lagian kalau bagi mereka yang tidak ada jabatan/ kekuasaan akan kesulitan untuk sukses.
  • Apakah dengan cara komunikasi yang baik? Bisa jadi. Namun ini akan menjadi kendala bagi mereka yang tidak terbiasa melakukan dialog apalagi gagu.

Mari kita buka mata dan buka hati. Kesuksesan dan kebahagiaan itu ada di ranah masa kini dan masa depan. Sedangkan kekayaan itu lebih cocok kalau dianalogikan dengan momentum masa depan. Sedangkan harta benda masuk dalam wilayah atau ranah rezeki, dimana semua manusia dan mahluk dijamin rezekinya.

Jadi masalah rezeki yang dimanifestasikan dengan harta benda menjadi hak DIA Yang Mengatur Rezeki. Kata-kata ini sudah sering kita dengar yakni, "Rezeki sudah diatur oleh Allah swt".

Yang Mengatur Rezeki bukan kecerdasan, alam semesta, orang sukses, kekuasaan, jabatan, komunikasi dan lain sebagainya namun diatur oleh DIA Yang Maha Memberi Rezeki. Nah sampai disini semoga anda mulai ngeh bahwa pemutus/ penentu kesuksesan adalah Tuhan Yang Maha Kaya. Oleh sebab itu yang harus kita lakukan pertama kali adalah MENGENALNYA dengan benar. Wallahu A'lam

Segini dulu yang bisa saya bahas. Nanti saya lanjutkan dalam artikel lainnya. Insya Allah

Atau kalau mau belajar sekarang juga silahkan kunjungi web saya rahasia kunci sukses.



Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment