Feb 16, 2015

Kisah Hutang dan Sedekah Mobil Separuh-Separuh Bagian 1

Anggap saja namanya Pak Budi. Beliau sebenarnya tidak mempunyai masalah yang berat. Rumah ada, rezeki lancar, anak istri sehat, apa lagi? Hutang memang ada namun sebabnya adalah permintaan orang tua untuk membeli sawah dikampung. Oleh karenanya tabungannya habis dan kekurangannya dipinjamkan oleh saudara Pak Budi.
Image result for hutang

"Alhamdulillah cukup berat juga namun bisa dijalani. Tiap bulan harus ngeluarin minimal sekali 5 juta diluar dari kebutuhan hidup. Nggak pa-pa Alhamdulillah. Latihan tauhid" Kata Pak Budi.

Seiring waktu seiring dengan perenungan dan pemahaman tentang tauhid itu tadi diluar dugaan Pak Budi melakukan tindakan yang GILA... Kegilaan apa?
  • Perhiasan istrinya bukannya dijual untuk mencicil hutang malah disedekahin
  • Bajunya yang masih bagus-bagus juga disedekahin
  • Ada duit kebanyakan juga disedekahin
  • Ada makanan apa yang masih ada dikulkas atau lemari dikeluarin dan diberikan kepada orang lain.
  • Etalase bekas warungnya yang senilai mungkin puluhan juta juga diberikan kepada orang lain yang mau buka usaha. Gratis tanpa membayar sepeserpun.

"Nyatanya 5 bulan ini saya masih bisa mencicil hutang dan memenuhi kebutuhan hidup". Kata Pak Budi. Aneh tapi ini yang terjadi. Secara penghasilan bulanan Pak Budi kisarannya 5 jutaan, namun selama itu tanggungannya selalu bisa ditutupi. Tanpa hutang tanpa pinjam. Ngalir aja plus geberan ibadah.

Yang paling GILA pak budi malah berniat menyedekahkan Mobil sedan nya dengan sedekah separuh-separuh. Maksudnya gini...

Mobil rencananya akan dijual. Misalnya laku 100 juta. Nah yang 50 jutaan akan digunakan untuk menyelesaikan hutangnya, sementara yang 50 lagi setengahnya akan disedekahkan. Jadi beliau berniat sedekah 25 juta. Yang 25 juta lagi akan dipakai buat menyewa mobil yang jauh lebih baru dan lebih bagus.

Seandainya sebulan sewa mobil sebesar 3 juta maka Pak Budi akan mempunyai mobil baru yang lebih bagus selama 8 bulanan. Nah selama 8 bulan itulah Pak Budi menunggu balasan sedekah. "Insya Allah tidak 8 bulan tetapi cukup 6 bulan saja". Gitu kurang lebih apa kata Guru saya Ustadz YM.

Namun apa mau dikata, sudah beberapa orang yang ngelihat mobil sedannya namun tak satupun yang deal. "Ya Allah malam ini ada yang mau lihat saya punya mobil nih, mudah2an laku dan akan kami sedekahkan separuh-separuh". Gitu niat Pak Budi.

Kadang Pak Budi mikir, "Kenapa Allah swt masih nahan mobil saya ya?. Apakah DIA sudah mempersiapkan sesuatu kejutan buat saya dan keluarga?" Inilah yang seringkali membuat Pak Budi bertanya-tanya sekaligus penasaran, dan ada juga was-was. Wajar lah sebagai manusia was-was namun rasa was-was tersebut dia berikan semuanya kepada Tuhan.

"Ya Robb, Alhamdulillah beban hutang dan cicilan kami perbulan cukup berat dirasakan. Kami berniat hendak jual mobil agar beban ini bisa berkurang, namun tidak laku2 juga. Barangkali Engkau hendak mengajarkan kami bagaimana caranya ber Tuhan dengan benar. Makasih Ya Robb"

"Ya sudah, yang terjadi ya terjadilah, semua kami pasrahkan kepada Engkau saja". Gitu Pak Budi membatin.

Nah artikel kisah nyata ini akan berlanjut. Sebuah kisah yang Insya Allah sangat amazing dan perlu anda baca, renungkan kemudian tiru. Kunjungi blog ini dilain waktu, semoga lanjutan artikel ini akan saya tulis dikesempatan yang lain.

Iklan
  • Rahasia Kunci Sukses, rahasia sukses dan mulia dengan belajar tauhid. Klik disini untuk detail
  • Magis7, pembelajaran memahami ujian dengan sisi yang lain. Klik disini untuk detail



Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment