Feb 12, 2015

Fitrah Perjalanan Mencari Islam

Ada pertanyaan dari sahabat begini,

Saya punya banyak temen non muslim bahkan sering berbincang dengan orang yg Atheis. Tapi disini saya tidak akan membahas Atheis. Yang saya ingin tanyakan adalah tentang orang yg Non Muslim dari sejak mereka lahir.

Jadi begini, mungkin bapak bisa berkata dan memiliki sudut pandang seperti ini karena BERUNTUNGNYA bapak lahir dari rahim seorang muslim. Maka dari sejak bapak lahir bapak diprogram utk mengikuti dcerita2 sejarah islam, cara menyembah Tuhan, siapa Tuhan kita, bisa disimpulkan bahwa Basic bapak memang sudah Islam semenjak bapak lahir dan besar sehingga bisa berpikiran seperti ini. Istilahnya bapak disuapi oleh org tua bapak.

Nah bagaimana dengan org Non muslim yang memang sejak lahir sudah diberi dan disuapi tentang agama mereka masing2 oleh org tuanya? Sehingga mereka besar dengan pemikiran bahwa Tuhan mereka adalah Tuhan yang dikenalkan pada mereka sejak mereka lahir. (Ex: Yesus), maka merekapun tumbuh besar dan mempercayai apa yang diberi oleh org tua mereka. Dan karena setiap agama juga secara universal mengajarkan hal yg baik, itu seperti memenjara mereka pada agama mereka dan membuat mereka tidak mau mengenal bahkan menyentuh agama lain. Jadi diotak mereka udah terprogram bahwa memang agama mereka yg benar.

Contohnya kalo misalkan bapak dilahirkan dari rahim seorang budha/kristen lalu bapak tumbuh besar dengan cerita dari masing2 agama bapak lalu ada org islam yang berbicara panjang lebar tentang agama mereka dan menganggap dirinya benar. Apa bapak yakin bahwa saat itu bapak akan percaya akan apa yang mereka katakan? Seperti yg bapak katakan diatas bahwa Tuhan itu hanya Allah. Bagaimana dengan mereka yang memang sudah percaya bahwa Tuhan mereka adalah yg dikenalkan pada mereka sejak kecil dan tugas mereka skg adalah menyebarkan kebaikan selama mereka hidup. (dan bapak bilang mereka bakal tetep masuk neraka meskipun berbuat baik)

Nah loh, mereka kan nggak tau, pak. Basic mereka bukan islam, merekapun nggak minta dilahirkan sebagai org non-muslim. Jadi, apa menurut bapak itu adil? Jika adil saya minta penjelasannya.

PS: disini saya seorang muslim, tidak bermaksud menjelek-jelekan/meragukan agama sendiri. Saya masih pelajar, saya hanya sering bertanya-tanya tentang masalah ini dan tidak pernah mendapat jawaban yg saya inginkan. Terimakasih.

Jawab: Hanya mencoba menjawab sesuai kapasitas saya yang masih belajar ini. Yang benar tentu milik Allah semata.

Jadi begini, mungkin bapak bisa berkata dan memiliki sudut pandang seperti ini karena BERUNTUNGNYA bapak lahir dari rahim seorang muslim. Maka dari sejak bapak lahir bapak diprogram utk mengikuti dcerita2 sejarah islam, cara menyembah Tuhan, siapa Tuhan kita, bisa disimpulkan bahwa Basic bapak memang sudah Islam semenjak bapak lahir dan besar sehingga bisa berpikiran seperti ini. Istilahnya bapak disuapi oleh org tua bapak.

Ya benar, saya muslim dari lahir, Alhamdulillah. Selama menjadi muslim dari lahir saya sudah belajar bagaimana cara sholat, bagaimana cara puasa dsb. Namun tahukah anda bahwa selama bertahun-tahun saya berpikir tentang agama Islam? Sudah lama saya juga mempelajari agama selain Islam? Jadi saya tidak fokus kepada jawaban pertanyaan apa itu islam, apa itu sholat dan bagaimana cara menjalankannya, tetapi WHY? Yakni mengapa harus Islam, mengapa harus sholat dll? Ini dulu yang harus kita fahami sebelum menginjak yang lainnya.

Ini yang jarang orang muslim dari lahir lakukan yakni berpikir, memahami dan meyakini. Saya tulis lagi dengan huruf besar nih, BERPIKIR, MEMAHAMI, MEYAKINI, inilah siklus iman. Mayoritas muslim dari lahir adalah ikut apa kata bapak mereka, ustadz mereka dan guru mereka. Hal ini dinamakan muslim taklid atau ikut-ikutan. Akibatnya adalah iman mereka lemah. Semangat mereka lemah, keyakinan, ketangguhan, kesabaran dsb lemah. Sedikit saja ujian mereka berputus asa.

Oleh karena itu siapapun muslim dari lahir sudah selayaknya berpikir atau bertafakur. Dan temukanlah jawaban WHY? Dengan ini Insya Allah muslim akan mendapatkan hidayah dan pemahaman tentang Islam. Emang ada muslim dapat hidayah? Ada dong.. Yakni hidayah pemahaman.

Nah bagaimana dengan org Non muslim yang memang sejak lahir sudah diberi dan disuapi tentang agama mereka masing2 oleh org tuanya? Sehingga mereka besar dengan pemikiran bahwa Tuhan mereka adalah Tuhan yang dikenalkan pada mereka sejak mereka lahir. (Ex: Yesus), maka merekapun tumbuh besar dan mempercayai apa yang diberi oleh org tua mereka. Dan karena setiap agama juga secara universal mengajarkan hal yg baik, itu seperti memenjara mereka pada agama mereka dan membuat mereka tidak mau mengenal bahkan menyentuh agama lain. Jadi diotak mereka udah terprogram bahwa memang agama mereka yg benar.

Tidak hanya non muslim, muslim sendiri juga begitu. Sebagian dari mereka terpaku kepada agama Islam tanpa mencoba mempelajari makna dan hakikat Islam. Pun enggan mencoba membuka diri untuk mempelajari ajaran agama lain. Akibat dari taklid ini adalah adanya penganut yang fanatik tanpa hujjah atau argumen yang jelas dan meyakinkan. Seperti kata anda bahwa otak mereka sudah diprogram demikian dan demikian. Bisa saja otak diprogram seperti robot, namun akal itu merdeka.

Sekali lagi manusia mempunyai akal, dan fitrah akal adalah mencari sebuah jawaban yang masuk akal. Mengapa saya harus muslim? Mengapa saya harus kristen? dsb. Kasih akal anda dengan pertanyaan ini ketika sudah dewasa. Ini sebenarnya fitrah/ default dimana pertanyaan ini seharusnya sudah ditanyakan ketika akalnya sudah hidup.

Artinya apa? Artinya fase-fase berpikir manusia sebenarnya sama. Entah itu muslim, kristen, hindhu, budha dll sama. Yakni ada momentum dimana dirinya sendiri menanyakan, mengapa saya harus hidup, untuk apa dan kemana setelah saya mati? Ini pertanyaan basic, fitrah atau default. Inilah fase perjalanan mencari Tuhan sebagai sebuah fitrah manusia.

Dan pada saat mereka menemukan kebenaran pada Islam, maka jadilah mereka (yang dahulunya non muslim) menjadi pembela Islam terdepan. Meraka hebat, tangguh, sabar, cerdas, tawakal dan memiliki keyakinan jauh diatas muslim abangan. Sebut saja Ustadz Felix Siau, Ustadzah Irene Handono. Ustd Yahya Waloni, dan masih banyak lagi. Silahkan coba dibrowsing muallaf centre. Diluar negeri lebih banyak lagi, misalnya Yusuf Estes, Yusuf Islam, Robert Green, dan lain sebagainya.

Kalau non muslim yang mendapatkan hidayah Islam sudah sebegitu hebatnya, apalagi muslim yang mendapatkan hidayah. Seharusnya 2 kali lebih hebat karena mereka sudah mengetahui dan mempelajari dasar/ fondasi islam sebelumnya.

Contohnya kalo misalkan bapak dilahirkan dari rahim seorang budha/kristen lalu bapak tumbuh besar dengan cerita dari masing2 agama bapak lalu ada org islam yang berbicara panjang lebar tentang agama mereka dan menganggap dirinya benar. Apa bapak yakin bahwa saat itu bapak akan percaya akan apa yang mereka katakan? Seperti yg bapak katakan diatas bahwa Tuhan itu hanya Allah. Bagaimana dengan mereka yang memang sudah percaya bahwa Tuhan mereka adalah yg dikenalkan pada mereka sejak kecil dan tugas mereka skg adalah menyebarkan kebaikan selama mereka hidup. (dan bapak bilang mereka bakal tetep masuk neraka meskipun berbuat baik)

Ketika ada teman Budha yang mengatakan, "Sembahlah budha, ini lho patung budha", maka akan saya ajak dialog. Jikapun saya masih abangan dalam berislam justru inilah saatnya saya belajar. Jangan-jangan Islam itu salah. Ini adalah fase pembelajaran. Demikian pula sebaliknya saya katakan kepada anda semua bahwa tuhan kita adalah Allah swt, bukan patung, manusia yang dituhankan, tuhan yang dimanusiakan, bukan arwah, atau dewa-dewa imajinasi pikiran. Kata-kata saya barusan barangkali akan menyinggung mereka. Tetapi pada saat tertentu mereka akan berpikir, "Jangan-jangan apa yang dikatakan muslim tadi adalah benar?"

Mengapa demikian? karena disinilah fase perjalanan mencari Tuhan sedang berlangsung melalui kejadian demi kejadian. Disinilah seharusnya akal dan hati digunakan didalam pencarian. Disinilah proses dimana mencari keyakinan yang hakiki bukan keyakinan karena taklid maupun doktrin. Sesiapa yang tulus berjalan mencari Tuhan, maka Insya Allah, Tuhan akan berlari mendekatinya.

Siapapun manusia yang tidak ber Islam tentu masuk neraka. Ini kalau kita melihat Islam dari hakikat. Islam itu maknanya adalah tunduk dan patuh serta menyembah hanya kepada Tuhan Sang Pencipta. Inilah makna Laailaaha Illallah.Sedangkan orang yang mengingkari Tuhan disebut kafir. Kalau maknanya sudah begitu maka yang kafir tidak hanya non muslim saja tetapi juga muslim itu sendiri. Kuncinya adalah ingkar kepada apa-apa yang diperintahkan dan diturunkan Tuhan. Contoh sederhana, ketika Allah swt melarang membunuh tetapi tetap membunuh, maka bisa dikatakan ia adalah muslim yang ingkar.

Nah loh, mereka kan nggak tau, pak. Basic mereka bukan islam, merekapun nggak minta dilahirkan sebagai org non-muslim. Jadi, apa menurut bapak itu adil? Jika adil saya minta penjelasannya.

Benar, takdir hidup itu bukan kehendak kita. Dilahirkan laki-laki atau perempuan juga bukan keinginan kita. Pun dengan orang tua kita. Demikian pula ketika lahir manusia dalam keadaan suci yang kemudian diwarnai (dikotori) oleh lingkungan, pergaulan dan orang tua. 

Ya jelas mereka nggak tahu. Demikian juga orang beragama islam pada awalnya juga tidak akan tahu, oleh sebab itu karena manusia mempunyai akal dan hati, ya harus cari tahu.... Sekali lagi kebenaran hakiki itu dicari bukan dihapalkan. Tidak masalah siapapun manusia yang tulus mencari kebenaran Insya Allah akan menemukannya.

Misalnya, Kristen membaca bahwa Yesus melarang babi, "Iya benar Babi itu mengandung penyakit". Maka mulailah kristen tersebut percaya kepada Yesus. Lalu ia baca kembali kitabnya dimana Paulus membolehkan makan babi, "Lho kok ini ada kontradiksi, yang benar mana nih". Lalu ketika ke Gereja ia  mendapat informasi bahwa Yesus adalah tuhan, namun ia tidak menemukan satu patah ayatpun dalam Injil yang secara jelas mengatakan demikian. Nah mulailah akal dan pikirannya hidup. Mulailah hatinya goncang karena adanya keraguan.

Kemudian ia mendapat informasi bahwa dalam Islam daging babi juga dilarang. "Iya daging babi dalam Islam dilarang, tetapi Islam itu teroris, saya nggak mau belajar Islam". Awalnya bisa saja fobhia dengan Islam namun yang namanya kebenaran pasti akan ketemu juga. "Yesus disebut dalam kitabnya ummat muslim lebih banyak daripada Nabi mereka sendiri, bisa begitu ya?. Yesus dalam Islam disebut dengan Nabi Isa as. Jadi Yesus adalah Nabi bukan tuhan, ini baru masuk akal". Lalu pada prosesnya ia mulai membaca dan membaca Al Qur'an dan semakin terpesona. Pada akhirnya jadilah ia mendapatkan hidayah. Ini hanya kisah analogi saja. Supaya lebih mudah memahaminya.

Siapapun manusia dan menganut agama apapun yang sedang dalam perjalanan mencari Tuhan, kemudian percaya bahwa Tuhan itu Esa maka sejatinya ia sedang berjalan menuju hakikat Islam. Walaupun mulutnya belum mengucap sahadat, tetapi hatinya sudah bersyahadat maka ia sebenarnya sudah berada dalam pintu masuk Islam. Walaupun dalam perjalannya mereka belum menemukan Islam dan syariatnya kemudian ia mati maka Insya Allah niatnya sudah dicatat, syahadat hatinya sudah didengar. Dan siapapun yang mencari kebenaran maka pada saatnya ia akan menemukan pegangan hidup (agama) yang benar. Yakni tunduk patuh serta mengabdi kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Sekali lagi inilah makna dari Islam. ARtinya apa? Artinya pada saatnya mereka akan menemukan Islam.

Jikalau mereka mati sebelum mengucap syahadat, belum melakukan sholat, puasa dll gimana? Apakah ia akan masuk surga atau neraka?. Yang jelas barang siapa dihatinya ada iman walau sebutir zaroh (atom) maka ia pada saatnya tetap akan masuk surga. Iman kepada siapa? Iman, yakin, percaya bahwa ada Tuhan YME yang Menciptakan langit dan bumi. Bukan patung, bukan manusia, bukan arwah, bukan dewa imajinasi pikiran, dan bukan apapun yang terlintas. Bukan itu semua tetapi DIA lah Tuhan yang Menciptakan segala sesuatu menjadi ada, karena DIA Maha Ada.

Berikut ini adalah 1 contoh non muslim selama 1.5 tahun dalam perjalanan mencari Tuhan yang saya ambil dari, Facebook Muallaf https://www.facebook.com/steven.indra.wibowo?fref=nf

Alhamdulillah, bertambah satu lagi saudara kami malam ini.. Daniel John H reverts back to Islam, he was previously had no religion but he believe the almighty who run the universe.. Took 1.5 years for him to believe that Allah is the one.. Allahuakbar

Wallahu A'lam



Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment