Feb 27, 2015

Cara Mendapatkan Hidayah, Hikmah dan Pemahaman

Saya banyak menulis dengan tema rezeki dan kesuksesan. Bagaimana tips, amalan, doa, ibadah, sikap mental dll untuk menjadi the winner atau orang yang selalu positif dan berprsangka baik. Karena dengan inilah maka harapan sukses menjadi naik meluap melebihi logika. Mengapa demikian? Karena keyakinan itu pada titik tertentu memang seringkali tidak bisa dilogika.

Saya menulis misalnya,
  • Mau kaya? Sholatlah dhuha
  • Kemudian saya berikan panduannya
  • Lalu saya berikan kisah nyata diri saya dan berbagai sumber
  • Lalu saya berikan analogi/ perumpamaan
  • Atau saya tulis tentang dalil dan hujjahnya

Semua parameter dan hujjah yang saya tulis sebenarnya untuk memacu dan memotivasi anda agar melakukan hal yang sama sehingga kesuksesan sebagai bagian dari keinginan anda bisa terwujud. Apakah pasti bisa demikian? Sayangnya TIDAK ada jaminan.

Kalau kita bicara jaminan Allah maka ini sudah pasti 100% benar. Paling tidak kita memaksakan diri untuk percaya bahwa janji Allah adalah benar. Berarti kesalahan bukan ada pada janji_Nya, namun kesalahan ada pada diri kita. Sekali lagi jika kita sudah melakukan yang terbaik namun selama bertahun-tahun tidak jua sukses, artinya kesalahan ada pada diri kita.

Mengapa sebagian pembaca mau melakukan sesuatu anjuran yang saya tulis? Mungkin alasannya seperti berikut,
  • Tergiur janji kekayaan, uang dan harta benda
  • Tergoda oleh mereka yang sudah membuktikan
  • Karena mempunyai masalah yang sama/ mirip dan ingin adanya jalan keluar
  • Karena percaya sama penulis (saya)
  • dsb

Intinya mereka menginginkan diri mereka sendiri merasakan kesenangan dan terhindar dari kesusahan hidup.

Celakanya ternyata susah lho? Susah mentransfer paradigma kami kepada orang lain dan pembaca. Tidak mudah untuk menyelami perasaan saudara dan kemudian mendrive sesuai keinginan saya, sesuai dengan cara berpikir saya. Inilah yang seringkali menjadi kendala bagi result yang anda harapkan.

Aa' Gym ingin jamaahnya menjaga hati. Namun dari sekian jamaahnya tidak semuanya yang bisa menjaga hati. Bahkan kalau kita lihat dalam skala yang lebih dalam, tidak banyak yang bisa menjaga hati. Yusuf Mansur ingin jamaahnya sedekah banyak agar kaya. Katakanlah 80% sedekah namun ala kadarnya. Hanya sedikit sekali yang sedekah pol-polan sebagaimana Ustadz YM anjurkan. Mengapa bisa demikian?

Karena para ustadz sedang mentransfer pemahaman mereka kepada jamaah. Para pendakwah sedang mencoba menyelami kondisi hati jamaahnya kemudian berusaha dengan ijin Allah untuk mendrive sesuai dengan keinginan pendakwah.

Kalau kita lihat paradigma manusia maka akan didapatkan lain-lain atau bermacam-macam. Masing-masing personal mempunyai prinsip hidup sendiri-sendiri yang susah untuk dirubah. Seringkali prinsip mereka tidak mau dirubah, padahal bisa jadi prinsip tersebut salah. Inilah efek dari pengalaman hidup masa lalu yang kemudian berkerak dalam hati dan menjadi prinsip/ paradigma dalam kehidupan.

Oleh karenanya Hidayah itu memang nyata-nyata di Tangan Allah. Manusia tidak akan bisa merubah isi hati orang lain. Susah merubah pendirian orang lain walaupun pendirian itu sebenarnya salah. Tugas para pendakwah kebenaran hanya menyampaikan. Kemudian menjadi urusan Allah dan hamba tersebut untuk menerima kebenaran atau tidak.

Hidayah... Inilah tema tulisan kali ini. Hidayah itu tidak harus non muslim yang jadi muallaf. Tetapi hidayah itu bisa lebih luas, yakni menerima kebenaran Tuhan. Misalnya,
  • Dari tidak paham menjadi paham
  • Dari tidak yakin menjadi yakin
  • Dari ingkar menjadi taat
  • Dari malas sholat menjadi rajin
  • dsb

Nah akhir dari tulisan ini harus anda baca baik-baik karena begitu penting. Hidayah adalah antara Tuhan dengan sang hamba. Sedangkan orang lain sifatnya hanya penujuk arah saja, dan tidak bisa memberi warna dalam hati. Oleh karena itu apa? Look within your heart... Lihatlah hati anda...

Cek dalam dada masing-masing,
  • Apakah ada ketulusan
  • Apakah ada kejujuran
  • Apakah ada simpati dan empati
  • Apakah ada kepatuhan
  • Apakah ada kedamaian

Cek kambali dalam hati anda
  • Apakah malah ada kedengkian
  • Apakah ada kepentingan terselubung
  • Apakah ada hasad, iri, takabur, dsb?
  • Apakah ada nafsu yang ingin dituruti
  • Apakah ada aura/ warna ego diri?

Entah anda paham atau tidak, saya harap bisa mengerti. Untuk mudah mendapatkan ilmu, hikmah dan pemahaman yang menjadi satu bingkai hidayah, maka masing-masing pribadi harus mengkondisikan hati terlebih dahulu. Tuhan tidak akan mewarnai hati yang kotor, namun DIA akan meresapkan pemahaman kepada hati-hati yang bersih.

Ah... saya mulai bingung menjelaskan tentang manajemen hati ini. Padahal ini penting sekali untuk anda yang ke depan akan digunakan sebagai power/ energi untuk menghancurkan dinding penghalang kesuksesan dan kebahagiaan. Saya bingung, karena semakin saya tulis semakin melebar kemana-mana. Melebar pembahasannya namun pointnya tetap sama, inilah yang menjadikan pembahasan ini menjadi panjang.

Intinya begini... Semua manusia menginginkan sesuatu, entah kekayaan, kesembuhan, keturunan, relasi dan sebagainya. Ujung-ujungnya adalah doa kebahagiaan dalam lantunan kata doa sapu jagad. Pengkabulan doa menjadi urusan Tuhan, namun manajemen hati ketika berdoa menjadi urusan manusia. Oleh karenanya kondisikan hati anda dalam frekuensi ketaatan/ kedamaian atau dalam istilah lain Frekuensi Tuhan.

Setelah kita bisa mengkondisikan hati, maka pemahaman tentang kebenaran akan terserap dan memberi warna dalam nurani. Warna atau aura ini akan memberikan power, sedangkan power ini akan dimanfaatkan untuk melakukan perjalanan menjemput doa yang sudah dipersiapkan dalam ruang dan waktu yang masih rahasia. Tugas nafs inilah untuk menjemputnya.

Begitulah kurang lebihnya. Kalau sobat mau tahu tentang manajemen jiwa, silahkan bisa join dalam pembelajaran 77 hari manajemen jiwa dalam magis7. Pembelajaran yang sensasional asalkan anda ikut larut didalamnya. Proses perjalanan yang selalu saja amazing dan mengagumkan. Itulah mengapa manusia yang sudah sukses mengendalikan jiwa biasanya mudah simpati dan empati. Dan mudah menangis dalam setiap sujud dalam sholatnya. Wallahu A'lam



Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment