Feb 23, 2015

Berapa Persen Zikir, Fikir dan Ikhtiar?

Berapa % Zikir?
Berapa % Fikir?
Berapa % Ikhtiar?

Pertanyaan ini seringkali ditanyakan oleh kita-kita, dimana kemudian masing-masing mendapatkan jawaban yang berbeda-beda. 

Jawabannya: Zikir 100%, fikir juga 100%. Tetapi fikirnya 100% dalam rangka Zikir (ingat Allah).

Kalau kita sering fikir = sering galau, apalagi fikir tentang rezeki = sering stress. Oleh karena itu BUNGKUS semuanya dalam rangka Zikir, Insya Allah hidup kita akan di BUNGKUS dalam jaminan Allah swt. Amin...

Lalu bagaimana ikhtiarnya? Ikhtiar juga 100%, tetapi sama juga yakni 100% ikhtiar dalam rangka Zikir kepada Allah swt. Semua dibungkus dalam rangka Zikir, semua dalam bingkai ingat kepada Allah swt. Untuk memahami hal ini silahkan browsing atau tonton saja ceramah tentang Zikir, Fikir dan Ikhtiar terutama yang dibawakan oleh Aa' Gym.

Dengan melihat jawaban diatas maka kita seringkali melakukan sesuatu yang nampaknya belum tepat, misalnya,
  • Zikir hanya ada di masjid, ada di pengajian, ceramah dan aktifitas keagamaan lainnya. Selepas aktifitas ibadah kemudian zikirnya menguap dan hilang
  • Setelah sholat di masjid umpamanya, maka kemudian kepikiran lagi hutang kita, kepikiran tugas dari pekerjaan kita, kepikiran akan masa depan kita dan lain sebagainya
  • Kemudian kita merasa cemas dan lalu melakukan segala usaha sesuai dengan pikiran kalut kita. Kita melakukan segala ikhtiar untuk melunasi hutang, untuk mengumpulkan uang yang seakan-akan susah sekali dikumpulkan dsb.

Nasehat/ wejangan tentang Zikir, Fikir dan Ikhtiar ini memang indah, bahkan sebagian dari kita paham hal ini. Namun faktanya susah didalam amal. Seringkali selepas mengikuti ceramah/ pengajian kemudian otomatis kepikiran lagi beban berat hidup kita misalnya hutang. Ini otomatisasi pikiran karena memang dari dulu sudah dicondongkan untuk dipola seperti ini.

Padahal khan seharusnya setelah pengajian maka hati ini menjadi tenang, karena masalah rezeki mah sudah di bungkus oleh Allah. Masalah hutang nanti juga Allah yang bantu lunasin. Masalah masa depan nanti juga akan disetting oleh Allah sesuai dengan niat dan doa kita.

Oleh karena itu biasakan dari sekarang untuk memahami kemudian meyakini hal ini. Karena keyakinan itulah energi atau power untuk mengendalikan pikiran agar tidak terlalu cemas akan masa depan. Yakin bahwa hidup ini sudah di bungkus oleh Allah, dan segala detailnya.

Belajar, sekali lagi belajar... Buka mata buka hati, bawa pembelajaran dalam ketulusan supaya ilmu yang kita dapatkan bisa menjadi pemahaman dan keyakinan. Inilah yang dinamakan ilmu hikmah.

Wallahu A'lam

Presented by
  • Magis7, rahasia manajemen zikir, fikir dan ikhtiar. Klik disini untuk detail



Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment