Jan 22, 2015

Yang Menggenggam Waktu

DUARRRR....!!!

Entah berapa lama, yang kata para ahli 10 atau 15 milyar tahun yang lalu terjadilah sebuah ledakan besar Big Bang. Sebuah substansi dengan Volume nol (ketiadaan) dan bermassa tak terhingga lalu menjadi substansi dengan volume tak terhingga dan bermassa tak terhingga pula, kemudian meledak hebat. Kita tidak bisa membayangkan hal ini namun para ahli yakin dan percaya awal mula penciptaan alam semesta. "Dari tidak ada, menjadi ada kemudian meledak" itulah awal mula alam semesta berdasarkan teori Big Bang.

Anehnya dari ledakan dahsyat tersebut tidak terjadi kekacauan, malah terjadi keteraturan alam. "Yang ini ditaruh disini, planet itu ditaruh disitu" seperti nyata-nyata sengaja didesign sedemikian sempurna. Pada akhirnya setelah melewati waktu puluhan milyard tahun terciptalah planet bumi yang ditaruh sedemikian rupa sehingga sempurna untuk adanya sebuah kehidupan. Kesimpulannya adalah, "Kehidupan itu nyata-nyata disengajakan bukan kebetulan".

Apakah Yang Memiliki Kekuatan berhenti sampai disitu? Tentu saja tidak. Di planet bumi ini diatur segala-galanya. Yang ini miskin, yang itu kaya. Yang ini perempuan yang itu laki-laki, yang ini tandus yang itu gersang. Jadi seperti apapun kehidupan manusia sudah didesign dengan sempurna dimana kita tidak akan mampu melawan sama sekali. Jikalau hewan, tumbuhan, batu dan segenap mahluk lainnya tidak ada pilihan, maka manusia memilikinya. "Segala pilihan di dalam bingkai takdir".

Kaya, miskin, susah, senang, tangguh, lemah semua adalah pilihan dalam bingkai takdir. Jadi kalau anda miskin jangan salahkan takdir, tetapi salahkan dirimu yang tidak mau memilih dan berkomitmen untuk menjadi kaya. Takdir itu bekerja sesuai dengan tugasnya, tidak boleh disalahkan.

Lalu bayangkanlah waktu berjalan lurus kedepan tanpa bisa dihentikan sedetikpun. Ribuan tahun, milyaran atau entah sampai berapa lama yang pasti para ahli meyakini bahwa hamparan alam semesta akan mencapai titik nol, kemudian berputar balik, menyusut dan hancur. Akibat putaran balik itulah para ahli meyakini suatu saat kelak matahari akan terbit dari barat selama beberapa hari sebelum terjadinya kehancuran semesta alam. Sekali lagi kehancuran alam yang lagi-lagi memang didesign demikian, bukan kebetulan.

Lalu apakah ketika semuanya hancur dan mati lalu selesailah drama? Tidak... Karena masih ada Yang Memiliki Kekuatan dan Berdiri Sendiri dengan Kebesaran_Nya dan Kegagahan_Nya. Berkehendak untuk mencipta dimensi yang benar-benar baru serta tidak akan bisa kita ketahui bentuknya. Itulah alam keabadian, itulah dimensi abadi yang bentuknya terserah DIA dan Kehendak_Nya.

Dibuatlah alam pengadilan bagi mahluk yang memiliki kehendak. Siapa? Manusia. Diperuntukkan untuk apakah kehendak yang sudah diberikan? Apakah digunakan untuk berpikir atau hanya dimanfaatkan demi memuaskan hawa nafsu?. Inilah pengadilan dengan 2 reward alam keabadian. Yakni hukuman abadi atau balasan kekal.

Saya hendak menggaris bawahi disini tentang 17 petikan ayat yang sering kita baca saat sholat. "Yang Memiliki hari pembalasan". DIA Yang Menggenggam waktu, awal dan akhir dan waktu yang tidak kita ketahui. Apalagi hanya waktu kehidupan kita manusia yang hanya dalam hitungan 70 sampai 80 tahun saja?. DIA Mengetahui dimana kita lahir dan dimana kita akan meninggal dunia serta seluruh kejadian yang akan kita alami semasa hidup. Bahkan DIA Mengetahui ada apa sebelum big bang dan bagaimana akhir dari big bang dengan sedetail-detailnya.

Oleh karenanya bagaimana supaya hidup kita yang terasa berat ini menjadi mudah. Bagaimana caranya supaya kesedihan berubah menjadi hidup bahagia selamanya? Sederhana saja, tinggal lanjutkan apa yang dibaca dalam 17 kali sehari. "Kepada_Mu lah kami menyembah, dan kepada_Mu lah kami meminta pertolongan". Tinggal kita harus belajar apa makna dari menyembah kepada_Nya dan bagaimana cara meminta pertolongan kepada_Nya.

Menyembah, mengadu, mendoa, menghamba... Atau tunduk, menyerah, patuh, ngikut... Atau apa lagi makna dari menyembah? Kalau kita nyata-nyata menyembah kepada_Nya maka seharusnya ketika kita memiliki hutang yang besar tidak usah merasa stress. Mengapa? Karena kita menyembah kepada_Nya, DIA Yang Maha Kaya. Lalu mengapa kita merasa stress? Karena manusia memiliki hawa nafsu yang kemudian dibumbui dengan bisikan-bisikan mahluk anti Tuhan. "Rasain lo, utang nggak bakalan bisa lunas, mending nyolong aja". Itulah bisikan halus dari mahluk anti Tuhan yang sering disebut dengan Iblis atau Syetan dimana kita seringkali mempercayai (mengimani) nya.

Kita tidak hendak membahas hal ini dengan detail, tetapi kita sedang belajar bahwa waktu itu dicipta dan di genggam oleh Yang Menggenggam Waktu (Masa). Sebelum waktu kita habis, dan pasti akan habis cobalah mulai dari sekarang untuk berpikir dan muhasabah diri. Mau ngapain sih kita hidup didunia ini? Apakah waktu dihabiskan hanya untuk kerja dan kerja, uang dan uang atau menginginkan sesuatu yang lebih dari sekedar sibuk, lebih dari sekedar uang? Semua pilihan ada ditangan anda.

Dan semua pilihan itu mengantarkan anda pada takdir masing-masing dalam bingkai Ilmu_Nya. Jikalau dalam muhasabah anda menginginkan menjadi manusia yang tidak sekedar sibuk dan mengejar uang dan uang maka mulailah dengan doa. "Robb, ijinkan aku menjadi manusia yang berguna", lalu yakin dengan doa tersebut. Bagaimana tidak yakin? Bukankah waktu DIA yang Menggenggam?. Bukankah DIA Maha Kuasa? Lalu mengapa kita-kita ini malah lebih percaya kepada mahluk anti Tuhan yakni Iblis dan teman-temannya?.

"Kalau aku gak kerja, malah ikut pengajian nanti keluarga nggak bisa makan gimana?". Sekali lagi, mengapa anda tidak yakin? Bukankah DIA lah Yang Memegang Waktu, sekaligus Yang Menguasai Rezeki segenap mahluk?.Mengapa kita-kita malah yakin dengan prasangka kita sendiri dan menganggapnya lebih cerdas dari Yang Menciptakan Waktu?.

Sadarilah bahwa setahun kedepan, 2 tahun, 10 tahun atau lebih semua secara detail ada dalam Pengetahuan_Nya, bukan pengetahuan anda apalagi pengetahuan Iblis atau Syetan. Tunduklah akan hal ini dengan tunduk yang jelas rasanya dalam hati. Niscaya DIA akan menjadikan anda sesuai dengan niat, pilihan dan doa kita semua. Tunduk inilah makna dari menyembah dan percaya kepada_Nya. Tunduk setunduk-tunduknya dengan tidak menyisakan ruang kepada yang lain. Sekali lagi inilah makna dari menyembah kepada_Nya.

Jika kita tunduk artinya kita sudah Islam. Jika kita sudah Islam artinya kita berhak mendapatkan kemuliaan dan kebahagiaan hidup didunia. Serta kebahagiaan hidup dalam alam atau dimensi kekekalan yang dinamakan alam surga. Insya Allah

Wallaahu A'lam



Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment