Jan 11, 2015

Ternyata Kita Perlu "Revolusi Tauhid"

Sebuah cerita yang amat sangat inspiratif yang saya ambil dari https://www.facebook.com/pengusahamuslim. Cerita ini wajib anda baca sebagai cerminan seberapa dalam kah tauhid kita. Silahkan disimak, judulnya Syaikh dan Burung Beo

Seorang syaikh mengajarkan tauhid dan akidah kepada para muridnya. Beliau mendidik mereka kalimat tauhid dan menjelaskan maknanya dengan panjang lebar disertai keteladanan dalam rangka meneladani apa yang telah dilakukan Rasulullah shallallahu 'ajaihi wasallam.

Para muridnya tahu dengan baik bahwa guru mereka itu begitu senang memelihara burung dan kucing. Karena itu, saat baru saja durus (pelajaran harian) usai, salah seorang murid menghadiahkan seekor burung beo kepada guru tercinta. 

Hari terus berlalu. Bertambahlah kecintaan sang syaikh kepada burung beonya itu. Beliau kerap kali mengajak hewan yang pandai meniru suara itu dalam majelis beliau. Hingga pada akhirnya sang burung begitu mahir mengucapkan kalimat la ilaha illallah.

Sang burung mengucapkan kalimat itu siang dan malam.Suatu ketika, tiba-tiba syaikh menangis dan ini menjadikan para muridnya heran lantas bertanya alasannya.

Syaikh menjawab: "Seekor kucing menyerang dan mencakar burung beo hingga mati."

"Apakah anda menangis hanya gara-gara ini wahai syaikh? Kalau anda berkenan, kami bisa memberikan burung beo lain yang lebih bagus." 

Syaikh menjawab: "Sungguh bukan itu. Ada hal lain yang membuatku menangis pilu. Sang beo, ketika diterkam kucing,p begitu menjerit dan terus menjerit kesakitan hingga mati tanpa mengucapkan apapun padahal selama hidupnya begitu sering mengucapkan kalimat tauhid. Ia lupa kalimat tauhid itu karena selama ini beo hanya mengucapkannya di semata lisan saja, tak menghujam dalam jiwa. Aku begitu takut kita mengalami seperti beo ini di penghujung senja umur kita. Kita hidup di dunia dan mengucapkan la ilaha illallah dengan lisan kita namun ketika malaikat maut hadir kita lupa dan tidak mengingatnya sama sekali karena hati kita belum mengetahui makna kalimat tauhid." 

Para murid syaikh pun menangis karena takut akan ketiadaan kejujuran hati tentang kalimat la ilaha illallah.

-----
Diterjemahkan dan diadaptasi dari pesan WA syaikh Abdul Wahhab al-Hakamiy, seorang dosen LIPIA berkebangsaan Saudi Arabia.
----
Fachriy Aboe Syazwiena

Bagaimana jadinya ketika Burung BEO yang seumur hidupnya terbiasa meniru ucapan "Laailaaha Illallah" dikejar kucing lalu ketangkap dan dikoyak-koyak tubuhnya sampai mati?Ternyata ucapan tauhid tadi akan terlupakan, "ciit ciiit ciiit" lalu mati.

Demikian juga manusia yang ucapan dan ibadahnya tidak merasuk dalam jiwa, maka tidak akan berpengaruh secara signifikan ketika berhadapan dengan sakaratul maut, "Jangaan jangaaan aaaaah" lalu mati.

Oleh karena itu coba ingat-ingat,
  • Ketika banyak hutang siapa yang diingat? Allah apa pinjaman?
  • Ketika sakit siapa yang dikunjungi? Allah apa dokter?
  • Ketika belum mendapatkan keturunan apa yang diingat? Allah apa herbal?
  • Ketika miskin siapa yang diminta tolong? Allah apa orang?
  • Ketika bisnis siapa yang diminta tolong? Allah apa modal bank?

Saya tambahin lagi nih,
  • Ketika mau beli perhiasan, maka bagi istri siapa yang diminta duluan? Allah apa suami?
  • Ketika anak anda mau minta mainan siapa yang dilatih untuk disebut duluan? Allah apa orang tua?
  • Ketika anda sangat menginginkan keturunan kira-kira apa yang anda lakukan pertama kali? Allah apa lembur tiap malam?
  • Ketika kondisi anda kekurangan kemudian banyak hutang kira-kira siapa yang pertama kali dikunjungi? Allah apa orang kaya yang baik disekitar anda buat nyari pinjaman?
  • Ketika ingin beli mobil kira-kira apa yang dilihat duluan? Allah Yang Maha Kaya apa isi tabungan?
  • Silahkan tambahkan sendiri lah.. Hehehe

Seharusnya saya dan anda terbelalak dengan contoh-contoh yang saya paparkan. Sadar atau tidak sadar ternyata tauhid kita dalam ucapan "Syahadat" masih perlu dipahami dengan sebaik-baiknya. Bukan semata-mata hanya sekedar ucapan, namun lebih kepada ucapan yang merasuk dalam jiwa kemudian terbukti dengan perbuatan.

Coba direnungkan dan dibayangkan, berapa banyak dari kita-kita ini yang masih perlu belajar dan terus belajar untuk ber Tuhan dengan benar. Kira-kira banyak atau banyak banget?

Mumpung masih ada waktu untuk belajar buat saya dan keluarga saya, pun dengan anda dan keluarga anda maka mulailah belajar dari sekarang untuk ber Tuhan dengan benar. Pasti Allah swt akan memenuhi janji_Nya untuk memuliakan orang-orang yang beriman baik didunia maupun akherat. Tetapi itu tadi, lakukan perbaikan tauhid, kalau perlu "revolusi tauhid" kita.

Jangan sampai karena enggan belajar lalu datanglah saat-saat yang ditakuti yakni ajal. Kemudian mata terbelalak ketika melihat malaikat pencabut nyawa dengan wajah yang menyeramkan. Karena Allah jarang disebut, karena Allah tidak menjadi sandaran selama ini maka kita-kita ini hanya bisa berteriak ketakutan. Atau menyebut sesuatu selain Allah, misalnya istri/ suami kita, anak kita, guru kita, harta kita dan lain sebagainya. Lalu jadilah kita mahluk yang menyesal. Sesal yang tiada guna lagi.

Ini sekedar mengingatkan bahwa ternyata ucapan tauhid kita masih perlu dibuktikan



Artikel Terkait



9 comments:

  1. Sumbernya jelas nggak nih? Asal cerita ini darimana? Shohih apa cuman fiksi? Yg jelas dong....!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sumber apa nih? Kalau sumber cerita dari FB pengusaha muslim. Kalau penjelasan dari ane sendiri, :)

      Delete
  2. Subhanalloh....sangat sangat sangat menyadarkan diri ini...masyaAlloh...terima kasih tausyiahnya....semoga Saudara, Guruku cak Adhin sekeluarga senantiasa dirahmati dan semakin dicintai Alloh.....aamiin....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tks mas adhin.
      Semoga Alloh selalu memberkati mas sekeluarga, aamiin

      Delete
  3. Trimakasih P.Adhin,,smoga anda sekeluarga semakin dicintai Allah Amiinn

    ReplyDelete
  4. Yth. Pak Adhin saya mohon di kirimi buku REVOLUSI TAUHID ,terima kasih

    ReplyDelete
  5. Yth. Pak Adhin saya mohon di kirimi Buku REVOLUSI TAHUID terima kasih



    ReplyDelete