Jan 1, 2015

Sudah Berdoa Namun Tidak Kunjung Dikabulkan Bagian 2

Dalam artikel pertama disini sudah dijelaskan mengapa DOA kita sepertinya tidak terjawab. Sudah dhuha, sedekah geber2an, plus tahajud namun bukan kemudahan yang didapatkan tetapi malah kesulitan demi kesulitan. Saya sudah mengisahkan tentang perjalanan hidup Zul, dimana ia berdoa.

"Ya Robb, mengapa saya yang berdoa kepada Engkau malah dibuat seperti ini? Mengapa mereka yang tidak berdoa kepada Engkau dan tidak beribadah kepada_Mu malah hidupnya sukses? Mengapa?" Begitu kurang lebih protes atau komplainnya Zul kepada Tuhan. Sehingga untuk beberapa saat ia menjadi malas beribadah.

Anda pernah merasakannya juga? Atau salah satu contoh komplain sahabat kita yang sudah sedikit saya edit berikut ini, 

Pak.saya sudah memahami artiel amalan rezeki yg bapak tulis,memang kuncinya adalah keyakinan,doa, kesabaran.serta amalan agr dpt membuka pintu rezeki. Memang Allah swt berjanji apabila kita berdoa kepada_Nya akan dikabulkan.ttp kenapa setiap orang berusaha dg doa, sholat dll.tidak menmukan hasilnnya dn sedangkan orang yg tdk prnh doa, boro 2sholat mlh rezekinya dia bertambah..bahkan lebih tambah. apa solusnya mengenai hal sprt itu. Mksh ... (Pertanyaan by email)

Memang seringkali kita melihat banyak kawan dan sahabat kita yang jarang ibadah, buktinya hidup mereka berkecukupan. Ini masih saudara seiman lho? Diluar sana banyak non muslim, etnis China, Kristen bahkan atheis sekalipun malah hidupnya sukses dan kaya. Belum lagi dliuar negeri kita, jumlahnya bejibun. Malahan orang terkaya didunia Mas Bill Gates penemu microsoft bukan muslim. Buanyak banget..

Mereka kebanyakan orang yang cerdas dan pintar memanfaatkan peluang. Mereka belajar dengan giat dan tekun agar peluang yang tertangkap bisa dirubah dalam bentuk kekayaan yang nyata. Bagi mereka "Time is money". Biasanya lain dengan kita-kita ini, muslim abangan. Kita ini bodoh dan tidak pintar didalam memanfaatkan peluang. Plus malasnya minta ampun. Mau sukses dan kaya tetapi tidak diimbangi dengan usaha yang giat dan belajar yang tekun. Disatu sisi berdoa kepada Tuhan, disisi lain meminta pertolongan kepada Jin dan khodam melalui rajah penglarisan. Atau disisi lain juga mengunjungi Mbah Dukun, pohon keramat, akik sakti, sesajen dan lain sebagainya. Cara ini jelas tidak masuk diakal. Mending non muslim yang giat dalam bekerja dari pada kita-kita ini yang mencari cara cepat kaya melalui jalan-jalan mistis.

Kita-kita ini suka berprasangka semau sendiri. Maunya setelah beberapa waktu doa, dhuha, sedekah dsb langsung diberi kemudahan. Kalau perlu duit turun dari langit dan jatuh persis dikasur kita, sehingga ketika membuka mata langsung mendapatkan tumpukan harta karun. Kata orang, "Lha emang siapa elo?". Kalau semuanya harus sesuai prasangka dan keinginan kita, sama halnya dengan menyuruh-nyuruh Tuhan dong?. Pada artikel sebelumnya khan sudah saya jelaskan bahwa DIA adalah Allah swt, dan kita adalah hamba_Nya. Jadi sebagai hamba seharusnya tahu diri, seberapa layakkah kita mendapatkan nikmat dan karunia_Nya. Proses pengabulan doa terserah apa Kehendak DIA...

Memangnya kalau anda dipercayakan duit 1 milyard anda bisa memanfaatkan dengan baik. I dont think so. Cenderungnya akan anda pakai buat foya-foya, konsumtif dan memuaskan nafsu sendiri. Boro-boro buat manfaat orang lain, orang dirinya sendiri selalu merasa kurang dan kurang terus. Pada suatu titik duit itu juga habis, lalu anda akan komplain lagi kepada Tuhan. Sudah kadung gaya hidupnya mewah lalu berhutang dalam jumlah besar. Maka kemudian semakin kacaulah hidup anda...

Lagian mengapa paradigma kita seakan-akan duniawi banget? Bisa jadi 99% duniawi khan? Maunya kaya, sukses, makmur, dan sebagainya kemudian lupa bahwa keduniaan itu akan sirna. Ia akan hilang seiring dengan berakhirnya nafas kita. Lalu dengan mudahnya orang lain memiliki apa-apa yang kita anggap kekal. Harta benda kita, kendaraan kita, bisnis kita, bahkan istri/ suami kita akan dimiliki orang lain dengan mudahnya seiring dengan hari kematian kita.

Kalau anda percaya negeri akhirat dan surga yang penuh dengan kakayaan serta kenikmatan abadi, mengapa anda ngotot dengan kekayaan sesaat didunia? Bukankah ini sama saja dengan menganggap harta dunia mampu mengekalkannya padahal tidak demikian? Apakah anda bersedia jika didunia kaya raya tetapi diakherat masuk neraka? Khan tidak mau...

Oleh karenanya jika dalam dada anda ada setitik iman maka bersyukurlah, karena itu nikmat yang tidak bisa dinilai dengan harta benda. Bisa jadi Allah swt belum mempercayakan harta benda dunia kepada kita sekarang ini karena kita tidak akan mampu mengemban amanah tersebut. Bisa jadi harta benda dunia tersebut justru akan mengikis iman kita sampai habis, lalu jadilah kita mahluk yang menyesal. Semua pasti ada saatnya seiring dengan ilmu serta pemahaman anda. Sehingga ketika dunia sudah diberikan, tidak akan pernah ia menggoda kita untuk melepaskan keimanan.

Dalam kisah Zul pada artikel sebelumnya disini sudah dijelaskan bahwa Zul sudah berdoa selama bertahun-tahun namun yang didapatkan hanyalah kegagalan demi kegagalan. Sudah 12 kali ia gagal, anda berapa kali? Nah setelah kegagalan yang ke 12 itulah Zul baru mengerti bahwa Allah swt sedang mengajarinya bagaimana sih cara dan etika didalam berdoa kepada_Nya. Kalau anda sudah mengerti hal ini, dijamin anda akan nangis deh... Nangis karena ternyata Allah swt langsung mengabulkan doa kita. Tetapi DIA mengajari dulu apa arti dari iman, tauhid yang murni tanpa dikotori oleh dosa tauhid.

Sekaranglah Zul baru sadar bahwa ia memiliki kemampuan untuk sukses, misalnya
  • Jaringan/ koneksinya sudah luas, bahkan sampai ke luar negeri.
  • Fans di medsos nya sudah mencapai ribuan, bahkan blognya dikunjungi oleh ratusan ribu orang per bulan. Ini adalah prospek..
  • Sekarang Zul mempunyai kemampuan komunikasi yang jauh lebih baik. Menjadi ketua beberapa organisasi sosial dan kemasyarakatan. Sering mengisi seminar dll.
  • Kharakter memimpin, kharakter tangguh dan pantang menyerah sudah mendarah daging dalam dirinya.
  • Sifat sederhana, selalu bersyukur, ikhlas, tekun, giat, bijak dsb sudah mulai mengisi relung hatinya.

Bukankah hal-hal diatas adalah anugerah yang tiada terkira?. Padahal dulunya Zul hanya seorang sales dan pedagang asongan dengan penyakit grogian yang parah. Sekarang berubah dan terus berubah dengan grafik linier yang naik signifikan. Tinggal 1 lagi yang Zul harus pahami, dan seiring proses sudah ia pahami. Yaitu iman murni, tauhid yang tidak dikotori oleh kemusyrikan.

Dalam proses doanya ternyata Zul juga berdoa kepada yang lain. Oleh karena itu diberikanlah ujian yang lebih berat supaya Zul sadar bahwa sesuatu selain Allah swt tidak akan memberikan manfaat dan mudharat. Berkali-kali Zul berdoa kepada Allah disatu sisi namun masih mengandalkan kekuatan uang, orang, bisnis, amalan, penglaris dsb berkali-kali itu pula Allah swt datang dan datang lagi melalui kegagalan, kesulitan dan hutang yang menumpuk. Ujian yang satu diganti dengan ujian yang lain seakan tiada pernah berhenti. Namun Allah swt tidak akan memberikan ujian tanpa hikmah. Salah satu hikmahnya adalah pribadi dan kharakter sukses yang sudah melekat pada diri Zul.

Dalam sebuah atsar dikatakan, "Jika Allah swt hendak meninggikan derajat seseorang, maka diberikanlah ujian demi ujian, sampai orang tersebut menyadari bahwa didalam ujian ada Allah swt yang sedang mengajarinya untuk menjadi pribadi yang tangguh". Artinya apa? Artinya begini,
  • Didalam ujian ada kesabaran
  • Dalam ujian ada ketangguhan
  • Dalam ujian ada kedekatan dengan Robb yang akan memberikan pertolongan
  • Dalam ujian ada ikhlas
  • Dalam ujian ada dua kemudahan (lihat QS Alam Nasyrah)
  • Dalam ujian ada kepasrahan
  • Dalam ujian ada pembelajaran

Permasalahannya kita fokus pada rasa sakit ketika menerima ujian kemudian mengajukan komplain kepada_Nya. Padahal dalam setiap ujian yang dihadapi dengan iman ada buah yakni manisnya iman. Namun ternyata kita banyak dikendalikan oleh rasa sakit, ketakutan dan kekhawatiran ketika menerima ujian. Padahal sebenarnya hal itu berasal dari syetan. "Nah lo, ujian lagi khan? Paling sebentar lagi kamu akan mati kelaparan". Begitulah kurang lebih bisikan syetan yang isinya hanya tipuan. "Tidak", anda tidak akan mati kelaparan jikalau menghadapi ujian tersebut ada iman walau setitik. Bahkan result atau hasil akhirnya adalah ampunan dan karunia_Nya tiada batas.

Yakin saja... Hadapai masalah dan ujian hidup dengan gagah karena ada Allah di hati. Jangan katakan "Wahai Allah, masalahku sungguh besar", tetapi katakanlah, "Wahai masalah, Allah itu Maha Besar". Powernya akan lain, kekuatannya akan berbeda yang akan mengakibatkan result yang berbeda pula.

Kayaknya penjelasan kedua ini lebih panjang dari penjelasan pertama, Insya Allah akan saya sambung dalam artikel lainnya. Supaya tidak lupa ijinkan saya meremind anda tentang blog sederhana ini. caranya silahkan klik artikel disini dan isi nama serta email anda. Gratis. Jika ada iklan dan anda tidak berkenan ketika kami memberikan email pemberitahuan, maka abaikan saja.

N/B: Saya sudah membuat lanjutan artikelnya. Silahkan dibaca disini



Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment