Jan 16, 2015

Respon Rasa

Bicara tentang "rasa" saya pikir kita semua paham. Ada rasa sakit, rasa sedih, rasa marah, rasa sebel, rasa dongkol dsb. Ada juga rasa mbayar alias gratis... hehehe. Rasa bahasa inggrisnya adalah feel, bahasa jawanya adalah roso, bahasa arabnya adalah apa ya? Mungkin asy syu'uuru. Yang jelas apa-apa yang berbentuk emois didalam hati, itulah rasa.

Rasa itu jelas bisa dibedakan. Contohnya sbb
  • Kalau dicubit maka akan terasa sakit khas cubitan. Rasa ini ada dalam syaraf
  • Kalau dikhianati maka terasa sakit dalam hati.
  • Kalau berhasil melakukan sesuatu akan memicu rasa bangga dan bahagia
  • Kalau lulus sekolahnya akan merasa senang
  • Kalau kehilangan sesuatu akan merasa sedih

Semua rasa diatas bisa dibedakan dengan jelas. Tidak mungkin ketika sedang sedih maka pada saat bersamaan sedang senang. Ini bertabrakan. Sedih ya sedih, lain waktu bisa saja senang.

Sebelum membahas lebih lanjut, kita harus tahu dulu yang ini, yaitu perbedaan rasa. Mengapa? Supaya pembahasan berikutnya bisa anda mengerti dengan baik.

Sekarang simak pembahasan berikut ini. Anda harus membacanya supaya mendapatkan pemahaman yang baik nantinya.
  • Ketika sedang lapar apa yang dipikirkan pertama kali? Tentu saja makanan yang bisa mengganjal perut. Ini tentang rasa butuh kenyang sebagai respon terhadap rasa lapar.
  • Ketika anda sebagai seorang istri menginginkan kalung emas, siapa yang anda minta? Biasanya suami anda. Masak mau minta sama tetangga? :). Ini tentang rasa butuh akan penampilan yang menarik.
  • Ketika tiba-tiba perut anda sakit. Rasanya sampai ke ulu hati. Berguling-guling menahan sakit, kira-kira siapa yang dipikirkan pertama kali? Sebagian besar akan menjawab dokter. Ini juga tentang rasa sebagai sebuah respon terhadap rasa sakit pada perut. Yaitu rasa butuh terhadap bantuan dan pertolongan dokter untuk menyembuhkan sakitnya.
  • Ketika sedang ada janji dengan klien siapa yang akan dipikirkan? Tentu saja klien tersebut, supaya bisa datang tepat waktu mendengarkan presentasi kita dan berharap kemudian ada deal. Ini tentang rasa atau harapan yang dilatar belakangi oleh sebuah bisnis yang diharapkan bisa menguntungkan.
  • Ketika kita mau membuka usaha apa yang akan dipikirkan? Mungkin saja modal usaha. Lalu ia melihat saldo tabungan. Ketika tidak cukup lalu menggadai kendaraan/ perhiasan/ properti. Ini tentang rasa butuh kepada sejumlah modal dengan harapan bisa memenuhi kebutuhan usahanya, sehingga bisa berjalan dengan lancar.
  • Ketika menginginkan keturunan/ anak yang selama ini diidam-idamkan apa yang dilakukan pertama kali? Mungkin saja lembur tiap malam. Atau konsumsi obat vitalitas dan kesuburan dengan harapan pasangan kita bisa hamil. Ini adalah kejadian sebagai respon akan kebutuhan seorang anak/ momongan.
  • Ketika menginginkan mendapatkan jodoh apa yang akan dilakukan? Mungkin saja selalu berhias agar terlihat cantik sehingga lawan jenisnya tertarik. Atau ketika dialog selalu mencoba terlihat pintar, cerdas dan baik dengan harapan ada yang simpati. Semua dilakukan karena ada rasa butuh terhadap pendamping hidup.
  • Ketika hutang membelit siapa yang biasanya dipikirkan? Bisa jadi bank harian alias rentenir, atau juga bisa aset2 yang bisa dijual, atau bisa saja cari pinjaman tetangga. Semua dilakukan supaya hutang bisa dicicil/ lunas. Ini tentang rasa butuh supaya hutangnya lunas sehingga tidak dikejar-kejar debt collector.
  • Dan lain sebagainya. Saya bisa memberikan puluhan contoh lagi, namun contoh diatas saya pikir cukup.

Dari contoh diatas kita bisa menyimpulkan bahwa rasa itu bisa timbul karena ada respon sebelumnya. Respon sebelumnya tersebut menjadi sebab timbulnya rasa. Misalnya karena lapar maka memicu rasa ingin makan. Supaya apa? Supaya rasa yang tidak mengenakkan sebelumnya bisa berganti dengan rasa lain yang lebih menyenangkan, dalam hal ini adalah kenyang. Maka ketika kenyang kita merasa puas.

Kita lihat gambar dibawah ini untuk memudahkan anda memahaminya,


Ini menjadi penting. Asli menjadi sangat penting memahami alur diatas supaya apa-apa yang anda inginkan yakni rasa senang, bahagia, nyaman dsb bisa dirasakan dengan jelas dalam hati. Masalahnya kita seringkali tidak bisa merasakannya. Keinginan untuk bahagia tidak bisa dirasakan dalam dada, dari dulu sampai sekarang.

Nah pembahasan berikutnya menjadi fital untuk anda ketahui, pahami kemudian aplikasikan. Sayangnya artikel lanjutan akan saya tulis dihari yang lain. Atau jika anda mau versi penjelasan yang lebih lengkap, silahkan klik disini bagi yang berkenan.



Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment