Jan 1, 2015

Rahasia Hikmah, Mengapa Doa Tak Kunjung Dikabulkan?

Entah sudah berapa banyak yang merasa sudah berdoa namun tidak terkabulkan. Tahajud sudah, dhuha sudah, sedekah sudah, jamaah sudah dan berbagai aktifitas ibadah yang dilakukan dalam rangka berdoa meminta hajat kepada Allah swt. Namun apa yang didapatkan? Nothing.......

Bukannya hidup makin baik malah semakin buruk atau kata orang makin mblangsak. Bukannya hidup berubah menjadi makmur malahan kegagalan demi kegagalan, kebangkrutan demi kebangkrutan, gali lubang tutup lubang dan berbagai kesedihan lain yang datang silih berganti. Mengapa hal ini bisa terjadi?
  • Apakah Tuhan tidak mendengar doa?
  • Apakah Tuhan sedang marah?
  • Apakah Tuhan pelit?
  • Apakah dosa kita terlalu banyak?
  • Atau apa?

Inilah yang seringkali berputar-putar dalam benak kita tanpa tahu jawaban yang sesungguhnya. Kalau melihat kening orang tersebut bisa jadi akan terlihat tanda tanya buesarrr... Mengapa?? Saya memang sudah menulis artikel tentang mengapa doa tak kunjung terkabulkan dalam beberapa artikel. Namun saya rasa artikel inilah yang perlu anda baca kemudian pahami dengan sebaik-baiknya. Oleh karena iti simak jawabannya berikut ini...

Apakah selama ini anda sudah berdoa? Bahasa saya adalah ngadu permasalahan kita kepada_Nya. Jadi bukan doa yang kita sendiri tidak tahu apa maksudnya. Namanya ngadu ya harus benar-benar tahu apa yang diadukan. Juga bukan tentang sholat dhuha misalnya, namun kering makna. Sholat tetapi kayak tidak sholat. Bacaaanya terlalu cepat demikian pula gerakannya.

Anda sudah berdoa kepada Allah swt, itu sudah betul. Sudah sesuai fitrah manusia yang membutuhkan pertolongan kepada Yang Maha Kuasa. Kemudian anda tambahkan dengan geberan sholat dhuha, sedekah, tahajud dll, ini baik sekali. Kemudian apa yang terjadi???

Allah Maha Mendengar Doa. Allah mendengar curhatan anda sebagai hamba_Nya. Allah swt adalah Tuhan dan kita adalah hamba. Oleh karenanya doa anda saat itu langsung dijawab. Dan jawaban Allah swt adalah sesuai dengan kehendak_Nya, karena sekali lagi DIA adalah Tuhan dan kita adalah hamba, jadi segala pengkabulan doa sesuai kehendak_Nya, bukan kehendak kita. Bisa jadi jawaban doa langsung dan cepat bisa jadi tidak demikian.

Nah, contoh kasus diatas yakni setelah berdoa malah mendapatkan kesulitan demi kesulitan ini bisa diterjemahkan jawaban doa kita sedang melalui proses. Proses apa? Proses pembelajaran, pemahaman, dan hikmah langsung dari_Nya. Oleh karena itu setelah anda berdoa namun malah mengalami banyak ujian maka rasakanlah hal ini. Rasakanlah dengan hati anda akan pembelajaran dari Tuhan.

Tahap pertama sudah kita lalui dengan sukses, yakni belajar bertuhan dengan Allah swt. Kemudian ada tahapan berikutnya yakni pembuktian. Yaitu istikomah didalam bertahan dan tetap ber Tuhan dengan Allah swt. Tahap ujian yakni seberapa yakin sih kita ini kepada_Nya. Apakah yakin full atau malah ragu-ragu? Apakah ngadunya hanya kepada Allah swt, atau disisi lain ngadu juga kepada mahluk?. Untuk mendapatkan jawabannya simak kisah dibawah ini.

Saya kasih contoh sebuah kisah nyata yang sudah saya edit, begini...

Zul berdoa kepada Allah swt agar bisnisnya bisa sukses. Doa Zul diperkuat dengan dhuha, dan sedekah, namun apa yang terjadi? Bisnisnya gagal dan gulung tikar. Kemudian Zul bekerja sebagai karyawan sebuah perusahaan. Seiring waktu terkumpulah modal, lalu modal tersebut ia gunakan untuk merintis usaha sampingan yang baru. Ia doa lagi melalui dhuha, sedekah, tahajud dll, namun apa yang terjadi? Lagi-lagi bisnisnya bangkrut dan gulung tikar.

Begitu terus sampai 12 kali. Berulang kali berdoa, berulang kali ia gagal dan bangkrut bahkan menyisakan kerugian ratusan juta rupiah dan hutang disana-sini. Dalam sebuah kesempatan Zul berkata dalam doanya,

"Ya Robb, mengapa saya yang berdoa kepada Engkau malah dibuat seperti ini? Mengapa mereka yang tidak berdoa kepada Engkau dan tidak beribadah kepada_Mu malah hidupnya sukses? Mengapa?" Begitu kurang lebih protes atau komplainnya Zul kepada Tuhan. Sehingga untuk beberapa saat ia menjadi malas beribadah.

Singkat cerita, ketika masih bekerja sebagai karyawan sebuah perusahaan dan sedang ada miting Zul pamit sebentar karena waktu Dhuhur mau habis. Apa jawaban bosnya? "Zul kamu khan digaji di perusahaan ini, dan saat ini masih miting, mohon selesaikan dulu mitingnya". Pada akhirnya miting selesai dan dhuhur nyaris habis. Ketika Zul sholat dhuhur sampai pada rakaat kedua berkumandanglah adzan ashar.. "Saya mau sholat dhuhur dipersulit, maafkan hamba ya Robb" kata Zul membatin..

Pada kesempatan yang lain sehabis dhuha Zul menghitung tabungan dan aset-aset yang akan ia gunakan untuk merintis usaha baru lagi. "Yaah, cuman 20 juta. Mana cukup buat buka warung makan?. Buat bayar hutang aja gak cukup. Hadeh pusing saya".

Pada suatu tengah malam, ditemani hujan rintik-rintik Zul keluar rumah menuju sebuah pos hansip dipinggir sawah. Ia tiduran diatas balai sambil memandang langit. Lama sekali ia merenungi kegagalan demi kegagalan hidupnya. Ia merasa heran mengapa sudah berdoa bertahun-tahun tetap saja tidak ada titik terang. Entah mengapa tiba-tiba matanya berkaca-kaca. Bukan mengingat kegagalan bisnis dan hidupnya, tetapi ia telah memahami sebuah hal penting..

Zul terduduk sambil menyandarkan punggungnya di sebuah kayu dipinggir pos tersebut. Salah satu kakinya diselonjorkan sementara kaki yang satunya lagi ditekuk. Tangan kanannya menyangga kepala yang seperti hendak terjatuh. Tidak, ternyata kepala Zul tidak hendak terjatuh, tetapi tangannya sedang menutupi matanya yang berlinang air mata. Takut kalau ada orang lain yang melihatnya.

Zul mulai terisak... Ia mengaku salah.. Ia sudah menyerah. Selama ini Zul giat dalam doa namun tidak jua dikabulkan. Padahal bukannya tidak dikabulkan, malah Allah swt langsung mengabulkannya. Entah sudah berapa kali Zul diajari oleh Tuhan bagaimana caranya supaya mengenal_Nya dengan benar. Mungkin sudah tidak terhitung ketika Allah swt mendatanginya untuk memberikan pengajaran...
  • Seharusnya ia tetap sholat dhuhur walau dilarang manusia. Karena yang Zul datangi adalah DIA yang akan memberikan karunia dan nikmat.
  • Seharusnya bukan modal yang dipikirkannya, tetapi DIA yang akan memberikan modal.
  • Seharusnya bukan orang yang dimintai tolong ketika ia dalam kesulitan.
  • Seharusnya bukan bank yang ia datangi untuk meminjam uang.
  • Seharusnya bukan bisnis yang ia fokuskan tetapi DIA yang akan melancarkan bisnisnya.
  • Seharusnya dan seharusnya....

Jadi pada saat ia berdoa dan berharap agar Allah datang dalam hidupnya untuk memberikan pertolongan, maka saat itulah DIA datang. Namun sayang selama ini Zul tidak benar-benar menyambut_Nya, malah mengindahkan_Nya. Ia malah mencari orang, pinjaman, modal, dan kesibukan lainnya.

Namun karena Allah Maha Baik, maka DIA datang dan datang berulang kali, supaya Zul paham, bahwa meminta pertolongan itu harus full yakin, full iman. Tidak boleh tercemari oleh dosa tauhid, yakni menduakan_Nya tanpa kita sadari. Zul mulai ngerti, ketika kita datang kepada Allah dengan berjalan, maka Allah akan mendatangi kita dengan berlari. Ketika kita datang kepada Allah dengan berlari, maka Allah akan datang secepat kilat.

Jadi ketika kita berdoa, "Ya Allah karuniakan kami kekayaan, kesuksesan dan kemuliaan" kemudian titik. Jangan kemudian disisi lain hati kita juga condong (ngarep) kepada selain_Nya dengan berdoa, "Ya Bank, yaa orang, yaa teman, yaa yaaa berikan saya modal untuk bisnis, supaya kami bisa sukses, kaya dan bermakna". Ini belum bener, tetapi inilah yang seringkali kita lakukan. Seolah-olah kita tidak benar-benar percaya kepada Allah full, sehingga hati kita condong kepada yang lain.

"Tapi Mas Adhin, itu khan bagian dari ikhtiar/ usaha?" Iya benar, sebagai manusia tetap ikhtiar, tetapi kita bicara hati. Dalam tauhid sebenarnya tidak boleh kita condong/ ngarep kepada ikhtiar/ usaha, ngarepnya tetap sama Allah. "Ya Robb, kami mau ketemu klien nih. Lunakkan hatinya agar beliau menerima dengan baik presentasi dari hamba". Begini nih seharusnya cara ikhtiar kita. Di dalam ikhtiar kita tetap ngarepnya kepada Allah, bukan kepada klien apalagi ikhtiar itu sendiri. Wallahu A'lam..

Kayaknya penjelasan ini sudah kepanjangan, Insya Allah akan saya sambung dalam artikel lainnya. Supaya tidak lupa ijinkan saya meremind anda tentang blog sederhana ini. caranya silahkan klik artikel disini dan isi nama serta email anda. Gratis. Jika ada iklan dan anda tidak berkenan ketika kami memberikan email pemberitahuan, maka abaikan saja.

Bagaimana kisah selanjutnya dari Zul? Apa yang akan ia lakukan setelah memahami sebuah hikmah dan bagaimana result/ hasil akhirnya? Tunggu artikel lanjutannya.

N/B: Hari ini tgl 2 Januari 2015 sudah saya tulis lanjutan artikel diatas. Silahkan baca disini



Artikel Terkait



7 comments:

  1. Alhamdulillah skrg aku sedang di Jeddah check in imigrasai utk ibadah umroh. Trims pak Adhin (Eli)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waalaikum salam

      Subhanallah, tolong doain saya Adhin Busro dan keluarga dimultazam ya?? Doain semoga doa dan impian kami bisa terkabul biidznillah

      Salam

      Delete
  2. Ass.wr.wb.

    Pak Adhin,terima kasih atas makalah digital nya..sungguh sangat indah dan sangat membekas di hati ini..benar sekali..kadang tanpa saya sadari ada saat saat kesalahan dalam memahami rahasia terkabulnya do'a..tapi dengan membaca dan memahami isi dari makalah bapak..alhamdulillah membuka mata dan hati saya..bagaimana seharusnya berdo'a yang baik,mensikapinya dan menyerahkan segalanya hanya kepada Allah..tanpa ada embel embel lainnya.sekali lagi terima kasih banyak,semoga bapak dan keluarga diberi umur panjang,berkah dan banyak bermaanfaat bagi sesama.Aamiin

    wass.

    Erma

    ReplyDelete
  3. jalani dan ikuti apa yang diinginkan Alloh SWT terhadap saya itulah
    yang terbaik,terima kasih mas Adhin. (Ojat)

    ReplyDelete
  4. Assalamualaikum pak, pak saya mau tanya, apakah dosa org yg pernah menggelapkan dana bisa d ampuni? Mungkin saat ini yg saya alami adalah balasan atas tindakan bodoh yg pernah saya lakukan. Saya sudah berusaha minta ampun kepada Allah. Sy ingin bertaubat pak. Sy sudah menjalankan sholat lima waktu, sholat dhuha dan tahajud. Tp setiap hari hidup saya malah makin tercekik pak. Hutang2 makin banyak pak. Bahkan rasanya mau keluar rumahpun saya malu sekali pak. Saya harus bagaimana pak? Mohon bimbingannya. Terimakasih

    ReplyDelete
  5. Terima kasih banyak subhanalloh (novi)

    ReplyDelete
  6. Terima kasih atas kiriman artikel nya...sangat bermanfaat. ..terima kasih terima kasih (Abas)

    ReplyDelete