Jan 22, 2015

Pembebasan Tanah Islam

Belanda menjajah Indonesia, itu jelas. Tanah Indonesia yang kaya raya didatangi oleh Belanda kemudian mengambil serta menyerap kekayaan yang ada untuk kepentingan mereka. Sejarah mengatakan telah terjadi perang melawan penjajah belanda sampai ratusan tahun sehingga kemerdekaan Indoensia bisa diraih pada 17 Agustus 1945. 

Tetapi kalau bicara perang dalam Islam, maka tidak ada satu pun yang disebut penjajahan atau penaklukan. Tetapi sebenarnya adalah pembebasan. Kita juga membaca kisah sejarah perkembangan agama Islam yang diwarnai oleh beberapa peperangan. Konon berdasarkan atsar dari para ahli sejarah, korban perang dalam Islam itu hanya sekitar 500 an orang secara total. Ada perang Badar, Uhud, Khadaq dan beberapa perang lainnya.

Namun dengan korban yang sedemikian kecil tiba-tiba Amerika dan Yahudi dan propagandanya mengatakan bahwa Islam adalah agama perang. Sementara 1 bom yang dijatuhkan secara biadab ke Hiroshima dan Nagasaki saja menelan korban jutaan manusia tak bersalah. Tidak peduli tua muda, besar kecil semua menjadi korban. Sangat berbeda dengan peraturan perang dalam Islam yang dilarang membunuh wanita dan anak-anak.

Kita bisa membaca sejarah bahwasanya perang salib yang menelan korban ribuan orang tak berdosa bahkan darah yang menggenang dan membanjiri jalan-jalan. Tidak peduli wanita dan anak-anak, orang tua dan lemah semua menjadi korban. Kontras sekali dengan peraturan perang dalam Islam.

Sejarah mengatakan pula bahwa latar belakang perang misalnya memperebutkan kuil silaiman. Bagaimana mungkin? Padahal Nabi Sulaiman adalah Muslim?. Atau kawan kristen mengatakan perang suci atau perang salib melawan muslim. Bagaimana mungkin? Padahal Nabi Isa as adalah muslim, sementara Islam sangat menghormati beliau?.

Bumi ini diwariskan untuk orang-orang yang beriman mulai dari Nabi Adam as sampai Nabi Muhammad saw. Maknanya adalah dari semua Nabi beragama Islam, tentu saja termasuk Nabi Ibrahim as, Ishak as, Yakub as, Musa as, Isa as dan yang lainnya. Oleh karena itu hakikatnya seluruh peradaban dibumi seharusnya menjadi peradaban Islam tidak terkecuali. Seluruh tokoh terkemuka dalam sejarah dari golongan Nabi dan Utusan Tuhan adalah muslim, yakni hanya menyembah Tuhan Yang Esa dengan tidak menyekutukan dengan apapun jua.

Allah swt berfirman

“ Dan sungguh telah Kami tulis didalam Zabur sesudah (kami tulis dalam) Lauh Mahfuzh, bahwasanya bumi ini diwarisi hamba-hamba-Ku yang saleh.” (Qs Al Anbiya : 105)

Kemudian diantara manusia ada yang membelot dan menjadi tentara syetan. Oleh karena itulah orang-orang yang beriman membebaskan tanah yang dikuasai oleh orang-orang kafir agar kedepan tidak menjadi bencana bagi generasi berikutnya. Pembebasan itu sudah dimulai dari jamannya Nabi Adam as, Ibrahim as, Musa as, Sulaiman as, Isa as dan Nabi Muhammad as bahkan sampai sekarang.

Tetapi sunnatullah mengatakan bahwa pasti akan ada saatnya pembebasan tanah kaum mukminin dari jaman dahulu sampai kiamat. Pembebasan yang dimaksudkan agar kalimah Allah tetap menacap dalam bumi, yakni kalimat Tauhid.

Allah swt berfirman

“ Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh- sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di muka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku “ (Qs An- Nur : 55).

Bahkan Seorang Profesor Yahudi mengakui kebenaran dengan menegaskan tentang hal ini sbb,



Anda juga bisa baca dalam sumber berikut. http://khazanah.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-nusantara/15/01/22/nijfdo-profesor-yahudi-hanya-ada-satu-agama-yaitu-islam

Pada saat Islam sudah mulai pudar maka diturunkanlah Nabi terakhir yakni Nabi Muhammad saw untuk memunculkan kembali Islam dengan wajah baru. Yakni syariat yang tidak terbatas hanya untuk satu atau 2 kaum saja, namun universal untuk seluruh manusia. Tidak ada agama Yahudi (Islam Yahudi= red) tidak ada Nasrani (Islam Nazareth), pun tidak ada lagi Islam Iran, Islam Indhia, Islam China, Islam Jawa, Batak, Melayu, Asmat dsb. Semua disatukan dalam sebuah wadah yakni agama Islam yang universal. Maka mulai saat itulah terjadi yang namanya pembebasan demi pembebasan. Memerdekakan tanah yang sudah dikuasai oleh manusia dari golongan tentara syetan.

Salah satu sejarah yang mashur adalah pembebasan tanah Konstantinopel oleh Muhammad Al Fatih. Pembebasan yang mengagumkan. Insya Allah kedepan Roma juga akan dibebaskan oleh tentara-tentara Islam. Karena begitulah Sunnatullah. Wallahu A'lam

Sekali lagi ditegaskan bahwa tidak ada penaklukan dalam Islam, yang ada adalah memerdekakan atau membebaskan tanah yang dikuasai oleh tentara-tentara syetan dari golongan jin dan manusia. Kemudian mengganti peradaban kuffar dengan peradaban orang-orang yang beriman dan shaleh yang hanya menyembah kepada Allah swt, Tuhan Yang Maha Esa.



Artikel Terkait



4 comments:

  1. Jadi hanya karena membawa identitas islam, lantas semua yang dilakukan baik baku tembak, saling hunus pedang, itu disebut pembebasan? Saya kira Tidak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, tidak diperbolehkan begitu yakni saling membunuh dsb tanpa alasan yang sangat jelas. Perlu pemahaman menyeluruh tentang hal ini, tidak sepotong-sepotong

      Delete
  2. Mereka yg kristen yahudi dsb juga ga pernah melihat apa yg mereka lakukan sebagai penaklukan bro. Mereka juga klaim pembebasan
    Islam bukannya ada setelah muhammad lahir ya? Gimana bisa solomon islam?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Silahkan kalau mau ditambahkan, ini apa kata seorang Professor Rahib Yahudi

      Delete