Jan 9, 2015

Mujahadah Menjadi Kaya dalam 40 Hari?

Bisakah menjadi kaya dalam 40 hari? Wallahu A'lam. Konsepnya adalah jika Allah swt menghendaki, apa sih yang gak mungkin. Kita tidak bicara bid'ah bid'ahan, namun bicara time. Yakni 40 hari mendekat kepada Allah sedekat-dekatnya. Bahkan Ustadz Yusuf Mansur menyarankan hal ini lho? Mengapa? Karena kita khan selama ini susah untuk dekat dengan Allah. Kita ini sok-sok sibuk sehingga buat jamaah saja susah. Melalui mujahadah/ komitmen untuk dekat dengan Allah, walau ada pamrih apapun ini tidak salah kok.

Sekarang coba dibayangkan sebuah analogi begini. Anda memiliki Bos besar, dimana gaji anda berasal dari perusahaan yang dia pimpin. Lalu apakah salah jika kita mendekat kepadanya, bekerja sebaik-baiknya, kalau perlu lembur terus selama 40 hari terlepas dibayar atau nggak. Pada saat tertentu berkunjung kerumahnya dengan memberikan hadiah yang ia sukai. Kalau perlu membersihkan/ mencuci mobilnya yang kotor. Pamrih kita apa? Pamrih kita supaya bos memperhatikan kita kemudian menaikkan derajat pekerjaan kita. Entah naik karier, naik gaji atau apapun.

"Itu khan menjilat Mas?" Ya biarin aja toh. Yang penting kerja kita bagus, bahkan lebih bagus dari karyawan lainnya. Kita datang ke kantor lebih awal dari karyawan lainnya kemudian bekerja sebaik-baiknya. Lalu saatnya pulang, kita masih kerja lembur. Lalu saat libur kita berkunjung ke rumahnya, membelikan oleh2 dsb. Kira-kira bos anda respek atau tidak?

Nah, kita hendak melakukan hal yang sama dengan Allah swt. Kita dekati DIA yang memegang rezeki seluruh penduduk langit dan bumi. Kita ingin sukses dan kaya, ingin lunas hutang, ingin memperolah keturunan, ingin sembuh dsb, cobalah...

Saatnya datang kerja kita datang lebih awal. Saatnya kita menghadap kepada Allah melalui sholat kita datang lebih awal. Kalau perlu sebelum adzan sudah datang, ini khan keren.

Kemudian bekerja sebaik-baiknya. Kemudian sholat tahiyatul masjid, sholat sunnah, sholat rawatib, lalu sholat wajib. Ini khan lebih keren dari pada yang hanya sholat jamaah saja. Lebih keren. Kira-kira Allah respek nggak. DIA adalah As Syakuur, yang Maha Mensyukuri dan Membalas.

Lalu disaat yang lain pulang kerja lalu tidur, kita masih lembur. Kita baca Qur'an, baca Waqi'ah, Al Mulk, Yasin, Ar Rahman dsb, kemudian bangun untuk sholat malam dengan khusuk. tahajud 12 rakaat plus witirnya. Kemudian sholat subuh berjamaah. Lalu paginya sholat dhuha 12 rakaat. Ini bisa dibilang lembur. Lalu kira-kira Allah respek nggak?

Kemudian suka berkunjung ke rumah bos kita lalu memberikan oleh-oleh. Kemudian sedekah waktu subuh. Jadi pas malaikat berganti tugas, kita sudah memulainya dengan sedekah. Ini khan keren.

Lalu kita tebar salam, tebar senyum, tebar manfaat dikantor kita. Kantornya Allah ya didunia ini dan seisinya. Semua milik_Nya tidak terkecuali. Lalu kira-kira Allah swt akan menaikkan gaji kita tidak? Menaikkan karier/ derajat kita atau tidak? Secara manusiawi pasti demikian, tetapi tetap Insya Allah.

Karena kita banyak sibuknya, cobalah selama 40 hari. 40 hari pertama yang biasanya berat. Sebuah perjuangan atau mujahadah yang sangat keras didalam berusaha mendekati Allah swt sedekat-dekatnya. Lalu berharap kepada Allah, agar DIA memberikan nikmat dan karunia_Nya. Misalnya supaya hutangnya lunas, supaya dimudahkan rezekinya, supaya memiliki keturunan, supaya sembuh dari sakit dsb.

Inilah pamrih kita kepada Allah, yakni mengadukan hajat kita langsung kepada_Nya. "Ibadah itu harus ikhlas dong?". La iya ini namanya ikhlas beribadah kepada Allah swt, bukan kepada yang lain. Karena nyata lho? Kita ini sering mengadukan hajat kita kepada selain Allah namun tidak disadari. Misalnya lagi banyak hutang tuh, lalu yang dicari adalah tukang kredit. Ini khan salah. Seharusnya kita ikhlas langsung mengadu kepada Allah, walaupun nampaknya tidak ada solusi secara langsung. Masak bayar hutang pakai doa? Itulah... kita harus iklas untuk mengesampingkan logika kita.

Oleh sebab itu, cobalah 40 hari mujahadah. Berjuang dan berusaha sekeras-kerasnya supaya bisa dekat dengan Allah. Masak 40 hari berat? Insya Allah kalau sudah dekat dengan Allah, maka kita akan rindu menjalani 40 hari berikutnya dan berikutnya. Maka yang namanya dunia menjadi kecil.. Yang namanya hutang serasa nampak kecil, karena yang terlihat hanyalah Allah Yang Maha Besar, Maha Kaya dari seluruh alam.

Bagi anda yang sudah mentok, banyak hutang, pengin kaya tapi nggak kaya-kaya juga, pengin kesembuhan dan segala hajat anda yang selama ini rasanya tidak kunjung menjadi nyata, kenapa tidak coba mengesampingkan logika anda? Kita khan suka berparadigma yang kaya adalah yang sekolahnya tinggi, yang sukses adalah mereka yang punya modal, dsb. Kita ini suka menyetujui ungkapan bahwa kita yang sekolahnya sedang2 saja, tidak punya modal dsb memang susah untuk kaya, sukses dan mulia. Sudahlah, coba taruh dulu logika anda di gudang, lalu arahkan pandangan matamu lempeng kepada Allah swt.

N/B: Mau belajar kaya dalam 40 hari? Belajar dalam panduan rahasia kunci sukses. Klik disini untuk melihat penjelasan detail



Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment