Jan 21, 2015

Membaca, Memaknai, Mentadabburi dan Menafsirkan Al Qur'an?

Perlu kawan-kawan mengerti bahwa blog sederhana ini saya tulis dimana sebagian artikel mengambil ayat Al Qur'an. Sebagiannya saya ambil dari www.alquran-indonesia.com, dan sebagian lagi dari sumber yang lain. Saya hanya mencoba untuk belajar membaca ayat per ayat kemudian mencoba mengerti dan mentadabbur. Sama sekali bukan menafsirkan. Bukan kelas saya dalam hal ini.

Oleh karena itu bagi kawan-kawan yang ingin mengetahui tafsir ayat silahkan cari dari sumber yang terpercaya. Apa sumber tafsir yang terpercaya? Misalnya tafsir Ibnu Katsir

Menurut wikipedia Tafsir Al-Qur'an adalah ilmu pengetahuan untuk memahami dan menafsirkan yang bersangkutan dengan Al-Qur'an dan isinya berfungsi sebagai mubayyin (pemberi penjelasan), menjelaskan tentang arti dan kandungan Al Qur’an, khususnya menyangkut ayat-ayat yang tidak di pahami dan samar artinya, dalam memahami dan menafsirkan Al-Qur'an diperlukan bukan hanya pengetahuan bahasa Arab saja tetapi juga berbagai macam ilmu pengetahuan yang menyangkut Al-Qur'an dan isinya,

Ilmu yang terkait dengan Ilmu Tafsir adalah
  1. Lughat (fitologi), yaitu ilmu untuk mengetahui setiap arti kata Al-Qur'an. Mujahid rah.a., berkata, "Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhirat, ia tidak layak berkomentar tentang ayat-ayat Al-Qur'an tanpa mengetahui ilmu lughat. Sedikit pengetahuan tentang ilmu lughat tidak cukup karena kadangkala satu kata mengandung berbagai arti. Jadi hanya mengetahui satu atau dua arti, tidaklah cukup. Dapat terjadi, yang dimaksud kata tersebut adalah arti yang berbeda.
  2. Nahwu (tata bahasa). Sangat penting mengetahui ilmu nahwu, karena sedikit saja i'rab (bacaan akhir kata) berubah akan mengubah arti kata tersebut. Sedangkan pengetahuan tentang i'rab hanya di dapat dalam ilmu nahwu.
  3. Sharaf (perubahan bentuk kata)
  4. Isytiqaq (akar kata)
  5. Ma'ani (susunan kata)
  6. Bayaan
  7. Badi'
  8. Qira'at
  9. Aqa'id
  10. Ushul Fiqih
  11. Asbabun Nuzul. Asbabunnuzul adalah sebuah ilmu yang menerangkan tentang latar belakang turunnya suatu ayat. Atau bisa juga keterangan yang menjelaskan tentang keadaan atau kejadian pada saat suatu ayat diturunkan, meski tidak ada kaitan langsung dengan turunnya ayat. Tetapi ada konsideran dan benang merah antara keduanya. Seringkali peristiwa yang terkait dengan turunnya suatu ayat bukan hanya satu, bisa saja ada beberapa peristiwa sekaligus yang menyertai turunnya suatu ayat. Atau bisa juga ada ayat-ayat tertentu yang turun beberapa kali, dengan motivasi kejadian yang berbeda.
  12. Nasikh Mansukh
  13. 'Fiqih
  14. Hadits
  15. Wahbi

Nah, jadi kalau kita melihat banyaknya ilmu yang harus dikuasai untuk bisa menafsirkan Al Qur'an maka hanya orang khusus dan tertentu saja yang bisa melakukannya. Oleh karenanya kebanyakan pembahasan yang anda baca baik di dunia maya maupun dalam sebuah buku, itu semua bersifat memaknai dan menterjemahkan dalam bahasa indonesia bukan menafsirkan. Karena mencoba menterjemahkan dan memaknai maka semuanya tidak terkecuali bisa saja salah.

Sekali lagi saya tidak menafsirkan. Saya hanya mencoba memaknai sesuai dengan kapasitas saya sebagai seorang yang sedang belajar. Tentu saja karena kebodohan kami bisa saja salah makna dan lain sebagainya. Oleh karena itu saya memohon ampun kepada Allah swt.

Oleh karena itu jika anda membaca blog sbb
  • www.adhinbusro.com
  • www.bacaanjiwa.blogspot.com
  • www.janjinusantara.blogspot.com
  • rahasiakuncisukses.com
  • magis7.com
  • formularahasia.com
  • blog.abtreni.com
  • abtreni.com

Dan segala blog yang penulisnya adalah Adhin Busro dan disitu ada ayat Al Qur'an yang ditampilkan sekali lagi harap dimengerti bahwa maksud saya hanyalah belajar. Belajar membaca, memaknai dan tadabbur sama sekali bukan menafsirkan.

Karena yang tahu artinya hanyalah Allah swt, sementara manusia hanya mencoba untuk mengerti saja dimana tentu saja bisa jadi salah atau malahan sangat salah.

Oleh karenanya ayat yang saya tampilkan dalam setiap blog kami bisa jadi sangat salah didalam saya memaknainya. Makanya tidak bisa dijadikan hujjah apapun, dan saya berlepas diri darinya. Silahkan dibaca blog2 saya, jika menurut anda bermanfaat ambillah, jika tidak jangan diambi. Sekali lagi blog saya tersebut tidak menjamin benarnya perkara tertentu.
  • "Mas Adhin sembarangan dong naruh naruh ayat Al Qur'an di blog ini dan beberapa blog lainnya?" Maka saya jawab bisa jadi demikian. Saya mohon maaf. Saya hanya ingin belajar.
  • "Mas tidak takut dosa?" Tentu saja takut, Ustadz Yusuf Mansur dan yang lainnya saja takut apalagi saya. oleh karena itu saya mohon ampun kepada Allah swt.
  • "Kalau begitu berhenti saya menulis ayat Al Qur'an dalam blog, takutnya salah?". Saya jawab usul anda dipertimbangkan. Tetapi sekali lagi saya hanya ingin belajar. Saya haus ilmu. Kalau berhenti kapan kita bisa belajar? Kalau semua harus nunggu guru yang ahli, kapan kita tahu ilmu dan islam?
  • "Kalau tidak ada guru bisa sesat lho?". Insya Allah saya ada guru. Biasanya sehabis ngaji lalu saya tulis diblog ini. Sebagian lagi berlatar belakang pengalaman dan pengamatan lalu saya cocokkan kejadian tersebut dengan sebuah ayat Al Qur'an.

Sekali lagi saya mohon maaf kepada pembaca semuanya dan pastinya mohon ampun kepada Allah swt atas kelancangan saya ini. Astaghfirullaahal Adziim. Wallahu A'lam Bis Showab



Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment