Jan 23, 2015

Makar Besar Terhadap Ummat dan Bangsa Indonesia

Namanya saja tipu daya, oleh karenanya banyak yang tertipu? Siapa? Mereka yang tidak memahami sejarah, dan tidak membaca. Hati-hati siapa tahu saya dan anda adalah korban tipu daya?. Mengapa bisa jadi korban? Karena tipu dayanya begitu kuat menyerang sampai-sampai kita tidak sadar bahwa kita sudah diperdaya.

Sudah ribuan tahun lalu umat Islam diperingatkan dengan makar dan tipu daya sistemik melalui Al Qur'an. Sistemik itu artinya terorganisir, terstruktur dan mendapatkan support luar biasa dari segala sudut.



Dan gembong tipu daya adalah Bani Israil yang keras kepala, licik dan suka mendustakan kebenaran yang di bawa Nabi mereka. Bahkan mereka bangga ketika sukses membunuh Nabi-Nabi Allah. Jika anda membaca sejarah, membaca kitab suci dan membaca Al Qur'an maka anda akan tahu seperti apa sih kharakter bani israil itu.

Bani Israil itu adalah anak-anak Israil atau Nabi Yakub as. Istilah lainnya adalah Yahudi/ Yehuda atau Israel. Mayoritas Bani Israel dari suku Yehuda, oleh karenanya disebut Yahudi. Namun anak-anak Israel dari suku lain tetap disebut dengan Yahudi.

Dimulai pada jaman Nabi Musa as, maka mulailah kisah sejarah bani Israil yang suka mendustakan kebenaran. Keras kepala dan suka mengubah-ubah perkataan pada tempatnya. Nabi dari golongan mereka sendiri banyak yang didustakan dan sebagian lagi dibunuh karena tidak sesuai dengan hawa nafsu mereka. Apatah dengan Nabi Muhammad saw yang sebenarnya mereka akui kerosulannya, tentu saja Bani Israil selalu dan selalu membuat rencana jahat kepada ummatnya. Apalagi Nabi terakhir diturunkan bukan dari kalangan mereka sendiri, maka semakin membaralah bara kedengkian dalam dada mereka.

" Mereka memikirkan tipu daya dan Allah menggagalkan tipu daya itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya." (Qs. Al-Anfal: 30)

Apa makna makar?. Berdasarkan berbagai sumber makna makar adalah, pengaturan, pencitraan dan konspirasi untuk kepentingan tertentu atau untuk menjatuhkan golongan tertentu.. Siapa golongan itu? Rasa-rasanya auranya jelas, yakni ummat terbesar di negeri ini..

Mereka bani israil atau Israel suka bermain dipolitik tingkat elit. Makanya perpolitikan di Indonesia juga tak lepas dari pengaruh makar mereka. Belumlah lupa kita dengan pilpress yang sudah usai namun pergolakan masih saja terjadi. Yang salah jadi benar yang benar jadi salah. Yang salah dibela yang benar dipenjara. Kacau... Memang kacau negeri kita ini. KPK sebagai harapan terakhir saja di obok obok terus oleh lawannya.

Dulu sewaktu menjelang pilpres sudah diberitahu jangan memilih pemimpin yang diluar Islam. Namun tetap saja sebagian rakyat keras kepala dengan berbagai alasan dan bantahan. Kalau memilih Pak Jokowi khan sama saja memilih Ahok menjadi Gubernur DKI. Ini bukan masalah pro sana pro sini lho? Tetapi ini tentang maukah kita tunduk kepada aturan Allah. Maukah pro sama Allah atau tidak. Sebenarnya sederhana kok.

Untuk sahabatku yang kemarin tetap keukeuh dengan Pak Jokowi ya sudah.. Namanya belajar, saya juga masih belajar. Tetapi marilah mulai saat ini kita belajar supaya tunduk kepada aturan Allah. Karena itulah makna dari Islam. Atau ada sebagian pendukung Pak Jokowi yang menyesal karena salah pilih yang menyebabkan kebijakan beliau tidak pro rakyat sesuai janjinya. Sekali lagi ya sudah... Kita sama-sama istighfar kemudian doakan saja Pak Jokowi kembali ke relnya.

Sama saja kepada sahabat yang pro Prabowo... Pilihan anda juga tidak sepenuhnya benar. Semua tergantung niat. Niat anda pro Prabowo apa pro sama Allah? Kalau pro sama Allah itulah yang benar.

"Ah Mas, jangan terlalu berat mikirnya, yang sudah ya sudah, mikir kebutuhan saja sulit, bodo amat ah". Iya benar. Tetapi cara berpikir seperti inilah yang membuat hidup anda semakin sulit... Asli. Mengapa? Karena tidak ada kepedulian terhadap ummat dan sesama. Pedulinya hanya pada diri sendiri, makanya hidup anda sulit. Cobalah kerangka berpikirnya digeser, yakni tidak hanya menjadi manfaat untuk keluarga namun niat menjadi manfaat untuk sesama, nanti kelihatan perbedaan auranya.

Padahal kalau anda membaca sejarah dan peradaban, maka hanya orang-orang yang berpikiran maju saja yang hidupnya sukses, kaya dan bahagia. Maksudnya berpikir maju dalam kerangka memajukan peradaban Islam. Namun itu tadi, propaganda Bani Israel sudah sukses menggeser paradigma kita. Sudah bodoh makin tambah bodoh, kriminal pula... Hadehh.. Itu saya.. hahaha..

Padahal mereka yakni dari golongan Nasrani yang sekarang bermetamorfosis menjadi kristen dan Yahudi itu sendiri berpikir keras bagaimana memadamkan Islam lho? Kok malah kita santai-santai saja seakan-akan tidak terjadi apa-apa. Kok bilangnya "Bodo amat", padahal dulu bersumbangsih membuat bangsa ini semakin kacau. Jadinya khan lempar batu sembunyi tangan..

Tapi, ya sudahlah. Kita lihat saja perkembangan bangsa tercinta ini yang nyata-nyata sudah terpengaruh sebuah tipu daya dan makar yang sistemik. Sekaligus istighfar dan doa tentunya semoga Allah swt lekas mencabut azab bangsa yang lupa akan berkah dan karunia_Nya. Kemudian lakukan sumbangsih kepada bangsa dimulai dari hal kecil dulu, yakni dilingkungan keluarga kita.

Terakhir bacalah Surah Al Kahfi minimal ayat 1 sd 10, karena naga-naganya dajjal sudah mulai menampakkan batang hidungnya. Bacalah surah tersebut yang berdasarkan sumber yang shohih merupakan penagkal dajjal.


Wallahu A'lam



Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment