Jan 8, 2015

Kisah Little Krisna dan Dewa Indra

pada suatu saat saya menonton film anak, yaitu Little Krisna bersama anak saya. Saya dampingi dia supaya tidak salah memahami isi dari film tersebut. Demikian pula seyogyanya para orang tua benar-benar mendampingi anaknya didalam mengkonsumsi tontonan sehari-hari. Jangan sampai salah menonton acara TV. Kalau perlu sih, batasi anak nonton TV, karna menurut saya sangat minim tuntunan yang diberikan. Yang ada hanyalah tontonan yang seringkali merusak moral dan akhlak.



Dikisahkan bahwasanya warga Vrindavan, yakni sebuah desa kecil sedang melakukan ritual pemujaan untuk dewa Indra atau Dewa Hujan. Dewa Indra merasa senang dengan pemujaan yang dilakukan oleh penduduk Vrindavan, lalu kemudian ia menurunkan hujan ke desa tersebut. Maka bergembiralah penduduk Vrindavan karena selama ini mereka memang sedang menunggu hujan turun demi mengairi tanah dan sawah mereka.

Kalau dalam bahasa Islam dewa hujan bisa disebut dengan Malaikat Mikail atau malaikat rahmat. Jadi dewa dalam agama hindhu bisa jadi adalah malaikat kalau kita bicara Islam. Dalam Islam ada banyak sekali jumlah malaikat bahkan lebih banyak dari manusia. Masing-masing malaikat mempunyai kemampuan dan tugas khusus yang tidak dimiliki oleh malaikat lainnya, misalnya..
  • Jibril, memberikan wahyu
  • Mikail, menurunkan hujan dan rahmat
  • Izrail, malaikat kematian atau mencabut nyawa
  • Isrofil, malaikat yang memegang terompet kiamat
  • Mungkar dan Nakir, malaikat dalam dimensi kubur.
  • Rakib dan Atid, malaikat pencatat amal
  • Malik, malaikat penjaga neraka
  • Ridwan, malaikat penjaga surga
  • Dan malaikat lain yang kita tidak mengetahuinya

Kita lanjut ke kisah Little Krisna, kemudian salah satu Dewa di Kahyangan memperingatkan Dewa Indra namun tidak diindahkan.

"Indra, kekuatan kamu adalah hasil pemberian Dewa Wishnu. Kamu memang ditugaskan untuk menurunkan hujan. Harusnya kamu tetap menurunkan hujan ke penduduk bumi tanpa menunggu harus dipuja-puja dulu" Kata salah satu Dewa.

Kalau dalam agama Hindhu ada yang namanya Kalki Auvthar, atau messias terakhir. Menurut Dr Zakir Naik Kalki Auvthar adalah Nabi Muhammad saw. Nama ayah dari Kalky Auvthar adalah Vishnu Yash atau kalau diindonesiakan berarti Hamba Tuhan. Vishnu artinya Tuhan sedangkan Yash berarti hamba. Persis seperti nama ayahnya Nabi Muhammad saw yaitu Abdullah.

Dewa Wishnu dalam agama Hindhu adalah Dewa teratas atau tertinggi. Semua dewa-dewa tunduk kepadanya. Maka ketika Krisna mengetahui bahwa penduduk Vrindavan memuja Dewa Indra, Krisna mengajukan dialog. Bahwasanya Dewa Indra memang tugasnya menurunkan hujan. Jadi tidak perlu penyembahan kepada Dewa Indra pun seharusnya hujan turun. Itulah tugas dari Wishnu yang diberikan kepada Dewa Indra beserta kekuatan/ kemampuannya menurunkan hujan.

Jadi penyembahan yang sesungguhnya bukanlah kepada para dewa namun langsung kepada Tuhan, atau bahasa lain adalah kepada Brahman. Semua dewa tidak terkecuali harus tunduk kepada Brahman. Ulah Krisna yang meprofokatori penduduk Vindravan memancing kemarahan dewa Indra, yang kemudian mengirimkan badai dan hujan lebat sehingga area Vrindavan tergenang banjir besar.

Akhir ceritanya adalah Krisna menyelamatkan penduduk Vrindavan, kemudian terlibat perkelahian dengan dewa Indra, dan bisa ditebak Indra kalah kemudian meminta maaf kepada Krisna. Akhirnya krisna kecil sukses menyadarkan Indra yang mulai menyalahgunakan kekuatannya. Seorang anak kecil titisan dewa yang mampu mengalahkan dewa-dewa lainnya.

Nah, kita sebagai muslim juga tidak perlu menyembah apapun, baik orang, dewa, krisna atau apapun. Yang kita puja dan sembah adalah Tuhan Yang Maha Esa. Sedangkan malaikat yang mempunyai kekuatan adalah salah satu mahluk Tuhan yang taat. Malaikat itu tidak ada jenis kelamin jadi tidak boleh mensifatkan malaikat itu laki-laki atau perempuan. Pun tidak boleh menyembah malaikat seberapa hebatnyapun dia.

Sehebat apapun kekuatan malaikat tetap semuanya adalah anugrah Tuhan. Sedangkan tugas malaikat adalah mengeksekusi perintah Tuhan dengan memanfaatkan kekuatan yang diberikannya.

Oleh karena itu jangan sampai salah. Banyak manusia hebat didunia ini, tetapi kehebatannya tetap pemberian Tuhan. Janganlah bersandar dan berharap kepada manusia tersebut tetapi tetap berharap kepada Yang memberikan karunia itu kepadanya. Demikian pula apapun yang nampak sakti dimata kita tetap tidak boleh disembah-sembah. Inilah tauhid... Yakni mengesakan Tuhan Seluruh Alam.



Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment