Jan 7, 2015

Kisah Keajaiban Ketika Selalu Membawa Allah swt

Artikel ini saya mulai dengan sebuah cerita. Budi sedang kuliah dan sudah saatnya dia membayar SPP sebesar 5 juta, lalu Budi meminta kepada Ayahnya. "Yah, mau bayar kuliah nih, 5 juta. Paling lambat minggu depan".

"Perasaan baru bayar kemarin sudah bayar lagi Bud.. Papa lagi gak ada duit nih". Jawab ayahnya

"Hadeh Yah, pegimana ini, pokoknya Budi nggak mau tahu, minggu depan bayar SPP 5 juta. Kalau gak dibayar sesuai jadwal bisa malu ane sama teman-teman" Kata Anaknya protes

Pusinglah ayahnya Budi. Ia berpikir keras supaya bisa mengumpulkan uang 4 juta dalam waktu 1 minggu. Kemudian terpikirkanlah ia untuk menjual motor lamanya. Lalu ia bergegas mengambil motor tersebut dan menuju ke sorum.

"Dijual berapa Pak?" Tanya sorum

"5 Juta Mas" Jawab Ayah Budi.

"Waah ini motor lama Pak, jelek lagi. Paling banyak cuma 2,5 juta doangan" Jawab sorum

"Yaah, nggak bisa nambah Pak. 4 juta deh" Kata Ayah Budi mencoba menawar

"Nggak bisa Pak, paling 2,7 juta dah. Ini sudah bagus kok" Jawab Sorum

Akhirnya dijuallah motor tersebut seharga 2.7 juta, kemudian sisanya 2.3 juta terpaksa harus ngutang. Pada akhirnya disebabkan sebuah hajat yaitu membayar SPP Ayahnya budi harus kehilangan motornya plus hutang yang juga harus ia bayar. Maka semakin pusinglah ia..

Ini kisah pertama, yakni keluarga Budi yang tidak mengenal Allah swt sebagai Tuhan. Atau mengenalnya asal-asalan. Cerita fiksi diatas adalah cerita sehari-hari yang memang masuk akal khan? Butuh uang lalu jual barang. Ini biasa..

Lalu ada cerita yang kedua, yakni keluarga Budi yang sudah mengenal Allah swt dengan sebenar-benarnya. Kisahnya sama, cuma mereka melibatkan Allah swt dalam setiap segmennya..

"Yah, mau bayar kuliah nih, 5 juta. Paling lambat minggu depan". Kata Budi.

"Perasaan baru bayar kemarin sudah bayar lagi Bud.. Papa lagi gak ada duit nih, ya sudah doain ayah ya? Supaya Allah kasih duit sebelum minggu depan. Kamu doa juga ya?". Jawab ayahnya

"Baik Ayah. Kalau Allah belum kasih duitpun gak apa-apa Yah. Gak dibayar sesuai jadwal juga gak apa-apa" Kata Anaknya.

"Bud, jangan putus asa dari Rahmat Allah dong. Bisa, pasti bisa kalau minta sama Allah" Jawab ayah.

Lalu Ayah Budi mengambil air wudhu kemudian sholat hajat lalu doa. "Ya Allah, kami butuh 5 juta nih, buat bayar SPP anak kami, padahal Engkau Tahu kami sedang tidak ada duit. Tolong dibantu ya Robb". Terpikirkanlah kemudian untuk menjual motor lamanya. Lalu ia bergegas mengambil motor tersebut dan menuju ke sorum.

"Dijual berapa Pak?" Tanya sorum

"5 Juta Mas" Jawab Ayah Budi.

"Waah ini motor lama Pak, jelek lagi. Paling banyak cuma 2,5 juta doangan" Jawab sorum

"Yaah, cuma segitu ya? Ntar saya balik lagi deh, mau curhat dulu" Kata Ayah Budi

"Curhat sama siapa Pak? Mau curhat sama siapa saja motor lama ini nggak akan laku 5 juta, saya jamin deh" kata Sorum

"Sama Allah Mas. Insya Allah dapat 5 juta bahkan lebih" Jawab Ayah Budi

Si sorum hanya bengong doangan, kemudian geleng-geleng kepala. Al kisah Ayah Budi menuju mushola terdekat kemudian berdoa. "Ya Robb, masak motor saya cuman dikasih harga kurang dari 3 juta. Ntu mah kurang. Gimana ya Robb, kasih apa nggak ya?"

Lalu ayah Budi memutuskan untuk menjual motornya dengan harga murah. Namun ketika ia berjalan menuju sorum, pemiliknya sudah pergi. Kenapa bisa demikian? Allah lah yang membuat demikian. Maka pulanglah ayah Budi tanpa membawa hasil. Tetapi ia membawa Allah dalam hatinya.

Beberapa hari kemudian pak Budi kedatangan tamu yaitu Haji Abidin. Lalu ngobrollah mereka berdua dengan asyiknya. Lalu Haji Abidin berkata demikian, "Mas, saya denger-denger situ butuh duit buat bayar SPP ya?" Tanya Haji Abidin

"Tahu dari mana Pak Haji? Ah enggak kok" Jawab Ayah Budi.

"Nih saya ada rezeki 8 juta, pakai aja" Kata Haji Abidin

"Lah nanti repot bayarnya Ji?" Kata Ayah Budi

"Ya nggak usah dibayar, orang saya mau berbagi rezeki. Tetapi kalau mau ente ajarin tuh anak-anak ngaji ya?" Kata Pak Haji.

Sobat, selalu ada keajaiban jikalau selalu membawa Allah swt dihati. Ini bukan basa-basi, tetapi sudah menjadi agreement tertulis. Dimana? Dalam Al Qur'an. Dan agreement ini tidak akan mengalami perubahan walau setitikpun. Berlaku dari dulu sampai hari kiamat, hanya bagi orang-orang yang percaya kepada Allah swt.

Oleh karena itu bagi anda yang mempunyai hajat, bikin agreement dengan Allah swt. Jaminan hajat anda pasti terkabul, tidak mungkin tidak. Syarat dan ketentuan agreement berlaku, sesuai ketentuan Allah bukan ketentuan manusia. Kok bisa? Lah, bank aja juga seperti itu. Bedanya bank pada akhirnya mencekik dan memberatkan kita. Utang 50 juta suruh balikin 75 juta. Ini khan memberatkan?

Kalau agreement kepada Allah tidak demikian. Bahkan untuk mendapatkan 50 juta tidak perlu modal sama sekali. Hanya modal yakin. Tetapi kalau mau dipercepat juga bisa. Cukup pinjamkan uang anda kepada Allah sebesar 5 juta saja, dengan cara disedekahin. Pasti dikembalikan berlipat ganda, bisa 50 juta bahkan lebih. Ini agreement lho? Tertulis lagi. Cuma kitanya yang tidak percaya.

Apakah anda percaya?

Artikel ini dipersembahkan oleh



Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment