Dec 18, 2014

Semua Manusia Pasti Masuk Surga.. Benarkah?

Entah sudah berapa kali saya berdialog dengan seseroang dengan tidak sengaja. Tidak dikondisikan untuk berbicara sebuah tema namun saat itu dibicarakan. Saya kadangkala merenung, mungkin saja saya yang salah. Namun ternyata Qur'an bilang A, dan saya hanya mencoba mebroadcast pesan yang ada didalamnya.

Misalnya ketika beberapa hari saya ngobrol-ngobrol dengan salah satu sahabat saya sbb,

"Manusia itu banyak dosa ya? Semoga dosa kita diampuni dan bisa masuk surga dengan rahmat Allah swt" Kata saya

"Semua orang masuk surga, tidak ada yang tidak masuk surga...." Kata sahabat saya

"Iya Pakde, tetapi yang didalam hatinya paling tidak ada sebesar biji Dzarah iman, maka ia akan diangkat dari neraka dan masuk ke dalam surga. Namun tetap ada yang tinggal sebagai penduduk neraka selama-lamanya"

"Ya nggak lah, semuanya masuk surga, nanti suatu saat neraka akan kosong"

"Dari mana pengetahuan itu Pak De? Kalau ada orang atheis gimana? Yang nyembah patung kepriben?"

"Ya kita pakai logika lah, pakai perasaan, karena semua manusia pasti ada sisi kebaikannya. Memang ia jahat, namun pasti ada kebaikan yang pernah dilakukan walaupun kecil"

"Nggak gitu Pak De, bukan logika dan perasaan tetapi Al Qur'an. surga itu untuk manusia yang percaya sama Tuhan, sedangkan atheis dan pemeluk agama lain tidak menyembah Tuhan Langit dan Bumi"

Itulah sekilas pembicaraan kita. Saya sehabis itu merenung, mungkin saya yang salah. Namun saya hanya mencoba mengulang dan menyampaikan pesan Al Qur'an kok. Agama disisi Allah hanyalah agama ketundukan kepada_Nya (Islam), selain itu tidak.


Memang faktanya banyak umat islam itu sendiri merasa hebat, merasa benar namun sejatinya bodoh. Mempunyai pendapat, paradigma, fatwa dan cara berpikir yang didasarkan kepada logikanya, perasaanya. jadi kacau kalau begitu. Iya kalau ia mendasarkan diri pada dalil yang jelas, ini tidak sama sekali, hanya perasaan atau "Menurut aku....!"

Bagaimana mau tahu dalil, orang Qur'an saja jarang dibuka, jarang dibaca dan ditaddabburi. Kalau begitu maka fatwa yang dikeluarkan hanya berdasarkan hawa nafsu sendiri plus tambahan dari bisikan-bisikan syetan. Mungkin bisa dibilang merasa Islam, namun tidak sampai ke kerongkongan. Bagaimana tidak? Hujjah dan dalil argumen yang dipakai bukan Qur'an dan Sunnah namun hanya berdasarkan dugaan dan prasangkanya saja. Kacau khan?

Oleh karena itu saya berwasiat pada diri saya sendiri dan juga anda semua. Buka Qur'an dan bacalah. Kalau ngomong tentang agama jangan asal ngomong, tetapi paling tidak ingat dalilnya, walaupun tidak hapal bunyi ayatnya. Jangan sampai kita menyesatkan diri sendiri dan orang lain yang bisa menyebabkan kehidupan kita berat diakherat nanti. Kalau tidak tahu, mending diam. Yang lebih kacau, tidak tahu tetapi merasa tahu dan merasa benar.

Semoga Allah memberikan hidayah kepada kita semua. "Mas, khan saya sudah Islam?" Nggak peduli, hidayah itu adalah sebuah petunjuk dan pemahaman akan kebenaran. Kita-kita yang sudah Islam namun belum mendapatkan pemahaman yang benar perlu untuk berdoa seperti diatas. Baik Islam, Kristen, Hindu dll berkesempatan mendapatkannya. Asalkan hati kita jujur dan tulus ingin mencari kebenaran.

Terakhir, simak firman Allah swt berikut ini

"Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya, ‘Bilakah datangnya pertolongan Allah?’ Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat." (QS. Al-Baqarah: 214)



Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment