Dec 18, 2014

Mau Kaya dan Banyak Uang? Benerin Dulu Tauhidnya

Nggak usah munafik lah... Manusia butuh yang namanya hidup cukup. Atau lebih polos lagi, manusia menginginkan kekayaan, banyak uang, rezeki, sehat, rumah luas, istri cantik dan lain sebagainya. Itulaf fitrah manusia yang memang menyukai hal-hal berbau keduniaan tersebut.

Kita maunya kaya raya masuk surga. Bisakah? Bisa banget. Syaratnya injek tuh dunia dalam telapak kaki anda, maka kekayaan yang anda punyai bisa menjadi wasilah surga. Kekayaan memang tujuan, tetapi memanfaatkannya secara maksimal untuk manfaat dan kebaikan.

Namun kita-kita ini biasanya mau kaya. Pas sudah kaya pelitnya minta ampun. Pas dimiskinkan lagi minta sama Allah supaya dibalikkan kekayaannya. Pas kaya lagi, pelit lagi... Ini namanya kaya raya, masuk neraka alias nggak ada gunanya. Wallahu A'lam.

Banyak tuh yang mau kaya lalu menggunakan cara-cara yang tidak bener. Ilmu pesugihan, rajah kekayaan, dsb. Atau mau pasangan lalu memakai rajah pengasihan, jaran goyang dsb. Itu memang bekerja mengkayakan anda, atau mungkin bisa juga membuat wanita yang anda sukai jadi bertekuk lutut kepada anda. Tetapi khan ini cara syetan. Anda meminta bantuan kepada jin dan syetan untuk meluluskan hajat anda. Bahaya... Hasil akhir bisa sangat bahaya..

Saya pernah membakar rajah pengasihan dan ilmu jaran goyang, karena ada seseorang yang kena ilmu tersebut lalu membawanya kepada kami. Si fulanah yang terkena ajian tersebut kayak orang linglung alias plonga-plongo. Setelah rajah saya bakar, alhamdulillah normal kembali. Ternyata yang kasih rajah dan ilmu jaran goyang tersebut marah-marah kepada si fulan yang menemukan rajah tersebut ditempat yang tersembunyi di kamar fulanah. "Bang, rajah itu amanah dari Kyai saya. Kalau tidak dikembalikan maka saya tidak akan memaafkan anda seumur hidup" Gitu katanya. Saya bilang, "Mas, kalau orang yang punya rajah ini tanya bilang saja sudah saya bakar". Ternyata eh ternyata, yang mengirimkan ilmu pengasihan lulusan pondok. Jadi kacau khan???

Tidak peduli anda lulusan pondok, atau bahkan bergelar haji atau kyai kalau imannya ndak bener ya nggak akan bener. Masak mondok hanya untuk mengirimkan ilmu pengasihan itu. Atau bisa jadi ada lagi ilmu pesugihan, kebal dsb. Ini namanya minta bantuan jin dan syetan. Syirik namanya. Urusan hajat mah minta sama Allah. Ini yang namanya ilmu tauhid.

Tidak peduli anda membaca shalawat 1000 kali, wirid 1500 kali kalau tauhid tidak dibenerin dulu, alamat sia-sia belaka. Oleh karenanya benerin tauhidnya dulu. Mintalah apapun hajat anda direct kepada Allah. Langsung gitu lho?. Tidak usah lewat bantuan bangsa Jin, Khodam, apalagi Syetan.. Kalau minta bantuan mereka namanya tauhid anda masih kotor, dan perlu dibersihkan.

Sayangnya inilah yang banyak terjadi. Karena nafsu ingin kaya lalu membaca wirid, zikir dsb sampai ribuan kali berharap esok hari akan ada keajaiban. Ngimpi itu namanya..

Yuk, latihan, belajar dan banyak menambah pemahaman serta pengetahuan. Benerin tauhid kita, maka tiba-tiba doa-doa kita akan menjadi mustajab. Buang segala sesuatu yang bisa mengotori tauhid dan keimanan kita. Apakah itu rajah, pesugihan, pengasihan dan lain sebagainya. Pun dengan uang, orang, bisnis, dan lain sebagainya.

"Pak Adhin, memang uang, orang, bisnis dsb bisa mengotori tauhid?" Bisa dong, kalau paradigmanya salah. Misalnya, anda sudah banyak membaca sholawat namun pemikiran anda masih begini, "Kalau tidak ada duit tidak bisa makan". Ini salah, makan atau tidak itu khan urusan Allah. Allah lah yang membagi rezeki, bukan duit. Walaupun pada akhirnya duit itu menjadi wasilah buat beli makan tetapi jika paradigmanya sudah bener tidak masalah. Yang menjadi sandaran pertama dan utama adalah Allah, ini yang disebut tauhid.

Oleh karena itu jika anda ingin kaya, benerin dulu tauhidnya. Yakni, "Allah yang membuat kita kaya". Jadikan kalimat ini sampai benar-benar mendarah daging. Allah yang membuat kita kaya, bukan jin, khodam, syetan, duit, bisnis, orang dan lain sebagainya. Kalau sdh begitu maka jalan cerita hidup anda akan cantik.

Misalnya begini, pas tauhid anda sudah dibenerin, eh malah hutangnya nambah, maka anda akan membatin, "Makasih ya Allah hutang saya nambah". Ketika sudah bekerja dan berusaha keras tetapi tetap saja gagal maka seharusnya anda akan membatin, "Makasih ya Allah, belum berhasil, ternyata saya masih perlu banyak belajar". Syukur tiada henti karena yakin ujung-ujungnya pasti kaya. Kenapa? Karena itu janji Tuhan yang akan mengabulkan doa semua hamba_Nya. Asalkan ada tauhid yang bener. Ada iman yang bener, kemudian membuktikan iman/ tauhid itu tadi dalam perbuatan sehari-hari.

Terakhir, simak firman Allah berikut ini,

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (QS Al Baqarah ayat 186)

Berarti rumus doa terkabulkan adalah
  • Beriman kepada Allah, bukan kepada Jin, Khodam, Uang, Bisnis, Orang dsb
  • Membuktikan iman dengan amal ibadah. Baik dalam aktifitas ritual dan muamalah

Itu saja, sederhana. Jika anda melakukannya maka diharapkan anda akan berada dalam rel yang benar. Kalau relnya benar, tinggal melaju saja sampai ke tujuan yakni doa. Kalau anda tidak melakukannya maka rel yang dipakai pasti salah. Karena salah jalur maka tidak akan sampai.

Artikel ini dipersembahkan oleh
  • Rahasia Kunci Sukses --> Rahasia sukses dengan belajar iman serta tauhid dulu. Untuk belajar dengan kami selama 360 hari silahkan klik disini



Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment