Dec 30, 2014

Kunci Perubahan Bukan Hanya Berpikir Positif Tetapi Bersyukur

"Jangan begitu, kita harus positif menyikapinya". Pernah mendengar motivasi seperti itu? Benar bahwa kita harus belajar positif tentang apapun yang terjadi baik atau buruk. Pikiran positif akan memicu tindakan yang positif pula.

Faktanya untuk berprasangka positif tidak semudah ucapan. Perlu latihan dan pembiasaan. Coba saja berhadapan dengan orang lain yang seolah-olah tidak ada positifnya. Selalu ada cacat diri kita yang jadi bahan hinaan dan umpatan. Sekali dua kali mungkin saja kita bisa berpikir positif, namun lama kelamaan eneg juga. Marah juga, dongkol juga.

Atau coba saja anda usaha atau jualan. Sekali gagal masih bisa berucap positif, bagaimana kalau dua kali bahkan 12 kali seperti saya? Maka pikiran positif lama-lama bisa terkikis misalnya dengan ucapan, "Jangan-jangan saya diguna-guna sama pedagang lain?". Atau ucapan begini, "Bisnis kok gagal melulu ya? Ya Allah, hidup kok sulit begini".


Ucapan diatas negatif lho? Bahkan nyata-nyata negatifnya dimana kata motivator akan memicu keadaan negatif lainnya semakin bertambah-tambah. Namun kita hanya manusia biasa, tidak mungkin serta merta merubah negatif menjadi positif. Perlu proses...

Berpikir positif perlu latihan dan pembiasaan, dan yang paling penting perlu pemahaman. Mengapa kita harus positif dan lain sebagainya perlu memahami alasannya. Alasan dan hujjah yang jelas dan bergaransi. Karena kalau tidak demikian akan mudah sekali menjadi negatif.


Nah...Biar lebih mudah memahami, ijinkan saya sedikit merubah motivasi diatas, "Apapun itu bersyukurlah". Yap... Kita hanya diminta menerima dengan ikhlas apapun yang terjadi baik atau buruk. Walau kegagalan, hutang, kesulitan dsb menghiasi kehidupan kita tetap ucapkan, "Makasih ya Rabb".
 

Dengan latihan bersyukur tadi, maka grafik kehidupan kita akan naik dengan kepastian 100%. Grafik linier mutlak. Dan yang menjamin grafik positif itu bukan pikiran atau hati kita tetapi Allah swt. Hal ini dikarenakan DIA sudah menjanjikan sesiapa yang berterimakasih terhadap suka duka kehidupan maka akan ditambah karunia_Nya. Simak firman Allah dibawah ini,

Jika kamu bersyukur pasti akan Kutambah (nikmat-Ku) untukmu, dan bila kamu kufur, maka sesungguhnya siksa-Ku amat pedih. (QS Ibrahim ayat 7)

Memang berat menghadapi sebuah takdir negatif, namun menjadi ringan ketika kita memulai dengan ucapan, "Alhamdulillah". Dan detik ketika kita mulai bersyukur itu tadi, detik itu pula grafik hidup kita naik secara linier, mutlak 100%. Dari mana pengetahuan tentang garansi tersebut. Tentu saja dari firman Tuhan YME diatas yang tidak mungkin salah.


Jadi apapun dan bagaimanapun kondisi kehidupan anda saat ini tetap ucapkan, "Terimakasih Tuhan". Ucapan yang akan menetralkan suasana pikiran dan hati yang negatif menjadi zero zone atau zona netral, zona ikhlas, zona menerima. Jadi bukan semata-mata pikiran positif tetapi juga perasaan menerima walau pahit rasanya. Perasaan menerima walaupun untuk sesaat hati ini rasanya sakit, pun mencoba ikhlas walau pikiran pusing. Menerima yang bukan disandarkan kepada hati dan pikiran tetapi kepada Allah swt. Mana bisa hati dan pikiran menerima beban terus menerus? Bisa-bisa kolaps dan tewas... Hehehe

Menerima atau belajar menerima ujian yang sudah Tuhan berikan walau getir dirasakan. Karena dengan menerima inilah kita berharap Allah swt akan merubah hati dan pikiran kita menjadi tenang atau positif. Karena kita belajar menerima disebabkan tergiur dan tergoda oleh janji Tuhan. Ya nggak apa-apa dong? Ini juga dinamakan ikhlas kok. Ikhlas berpamrih kepada Allah swt. Kalau tidak berpamrih kepada_Nya maka dipastikan hati dan pikiran anda tidak akan kuat menerima cobaan demi cobaan. Hanya bersandar kepada_Nya lah kita menjadi kuat, tangguh dan tegar dalam setiap ujian.

Karena dengan penerimaan inilah kunci-kunci kemudahan pelan namun pasti akan terbuka. Karena dengan penerimaan itulah nikmat dari Sang Pencipta akan ditambahkan dengan jumlah/ value yang terus menerus tiada batas dalam sebuah grafik linier mutlak. Takdir atau view kemudahan akan diwujudkan kepada siapa saja yang menerima ujian hidup dari Yang Maha Kuasa. Wallahu a'lam

Artikel ini dipersembahkan oleh
  • Magis7, rahasia menciptakan rasa sejati (syukur, sabar, ikhlas, tawakal dsb). Klik disini untuk penjelasan detail.



Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment