Dec 3, 2014

Doanya Besar, Nggak Tahu Malu, Pas Dipanggil Pura-Pura Nggak Denger

Sebenarnya ini sentilan dan sentulun buat diri kami sendiri. Kalau kemudian juga menyentil anda artinya kita sama. Sama-sama nggak ngaca, sama-sama nggak tahu diri. Ini beneran, kita tidak instrospeksi kaitanya dengan doa-doa yang kita panjatkan. Kalau Allah tidak Maha Pengasih dan Penyayang, tidak Maha Pengampun, nggak tahu tuh jadinya.

Tulisan ini terinspirasi dari Twitt Ustadz Yusuf Mansur sebagai berikut,



bilamana sdr, anggota polri, dipanggil Kapolri? bakalan sigap ga? bakalan perhatian ga? dtg lbh awal? Nah... Allah manggil nih. bilamana sdr adalah karyawan, dipanggil mau diangkat karirnya, oleh bos... oleh owner... kira2 seneng ga? bkl dtg ga? bkl memenuhi kah? bilamana wdr adlh yg nyari kerja, ngelamar kerjaan. lalu dipanggil interview. wuih, bkl abis2an prsiapannya. nah, bl dipanggil Allah? bilamana diundang ke istana? jgn2 malah beli/bikin jas baru. pdhl sama2 makan nasi. eh diundang sama Allah? ke Masjid-Nya? Nah... Tapi Allah Bakal Sangat Sabar. Allah Bakal Nungguin, sampe kita akhirnya masuk masjid juga. Buat dishalatin. Met zuhur berjamaah. (Sumber Twitt @Yusuf_Mansur)

Kita itu suka berdoa kepada_Nya, terutama ketika sedang ada masalah. "Ya Allah, lunaskan hutangku, ya Allah kayakan aku, Ya Allah beri aku keturunan" dan lain sebagainya. Biasanya minta yang besar-besar, minta kekayaan, lunas hutang dagangan laris dsb tetapi nggak tahu diri. Dipanggil Allah melalui adzan pura-pura nggak denger. Ini namanya nggak tahu diri, termasuk saya pribadi.

Kita berdoa kepada_Nya sudah buagus, teruskan, tetapi pantaskanlah ibadahnya, pantaskanlah ilmunya dan lain sebagainya. Ketika ada panggilan sholat datangilah, ini yang benar. Bawa semua permintaan dalam sholat, Insya Allah connetingnya semakin lama semakin terasa jelas. Feelnya ada, yakni rasa butuh kepada_Nya.

Kalau nggak ada conneting kepada_Nya bagaimana bisa doa kita terkabul. Artinya kita meminta kepada yang nggak jelas, sebab tidak ada conneting. Mulut kita mengucap doa, tetapi nggak ada feel, nggak ada rasa butuh, cuek ketika dipanggil artinya connetingnya nggak ada tuh.

Biasanya saya juga cuek bebek mendengar adzan. Sholatnya entar-entaran, namun setelah membaca Twitt dari UYM saya jadi terinspirasi untuk membuat conneting doa saya semakin jelas. Saat itu langsung mandi, selepas mandi memakai baju koko dan minyak wangi, lalu sholat. Sayangnya tidak dimasjid tetapi dirumah sendiri berjamaah dengan anak saya yang baru berumur 5 tahun.

Seusai sholat dhuhur anak saya doa tuh, doanya saya yang ajari, "Bismillahirrohmaanirrohiim, Alhamdulillaahirobbil "aalamiin, Allahumma sholli 'alaa sayyidinaa Muhammad, wa 'alaa aali sayyidina Muhammad, Ya Allah aku mau beli mainan, beliin yah? Atau kasih aku duit buat beli mainan. Soalnya aku seneng mainan. Aku mau beli robot optimus, robot bumblebee, beli thomas, pokoknya yang banyaaak banget. Dikasih ya Allah.. Terimakasih ya Allah.. Amin"

Memang sudah sering saya ajari tuh anak dan istri saya. Kalau istri minta gelang saya bilang begini, "Kok mintanya sama papa sih?", Maka istri menjawab, "Oh iya minta sama Allah ya.. Sholat dhuha ya?". Dulu nggak gitu, dulu bilang begini, "Terus minta siapa lagi?, sama batu?" 

Demikian juga anak saya latih, begitu minta mainan maka yang dia pikir pertama kali minta sama Allah lalu sedekah. Di rumah saya khan ada kotak amal masjid, lalu dicarilah uang recehan dan dimasukkanlah ke dalam kotak amal masjid yang ada di rumah kami.

Demi Allah... Semua menjadi mudah. Rezeki ada saja jalannya. Silahkan dilatih dan dicoba kepada keluarga anda. Latihan, karena mendidik itu tidak sehari dua hari. Minta apapun yang kepikiran pertama kali adalah Allah. Cantik bener khan?

Oleh karena itu berdoalah yang besar juga tidak ada masalah. Namun bikin conneting yang jelas dalam dada kepada_Nya. Insya Allah nanti jalan demi jalan, peluang demi peluang akan ditampakkan kepada kita. Pada akhirnya doa kita akan terkabul dengan cantik.

Artikel ini dipersembahkan oleh
  • Rahasia Kunci Sukses --> Rahasia sukses dengan amalan dan doa, klik disini untuk penjelasan detail



Artikel Terkait



1 comment:

  1. Terkadang pendapat yg di sampaikan hanya pengalaman masing2 pelaku. Tp terimakasih tudak salah uraian ini, namun semua itu di ambil benarnya saja krn semua tiada tg salah, tp untuk membenarkan diri sendiri itu tg lebih pd tujuan setiap induvidu...keyakinan sulit di bagi tp pengalaman bisa di tularkan tp takinkah apa yg di dunia ini sebegitu mudah untuk ahirat hanya cukup membaca tulisan ini atau bersedekah, semua sdh jelas tp semua di buat abu2 ...itulah kehidupan sdh seperti itu...terimaksih

    ReplyDelete