Dec 12, 2014

DIA Tuhan, Pasti Diluar Imajinasi Pikiran Manusia

Mari kita berpikir dengan akal sehat. Logis... Tidak memaksakan diri. Tidak mengikuti perasaan dan esmosional. Tidak menganggap benar sendiri. Tunduk kepada kebenaran walaupun itu terasa pahit bagimu. Karena dengan ketundukan saja maka kemudian kita akan merasakan dan mendapatkan hikmah kehidupan.

Sebelumnya marilah kita sepakat bahwa pikiran kita adalah sebuah benda baik fisik maupun piskih. Materi maupun immateri. Ia adalah sebuah benda sebesar tempurung kelapa. Nyata sekali bendanya. Namun ada bagian yang immateri. Terlepas dari materi dan immateri maka otak/ pikiran adalah benda yang terbatas..

Kemudian mari kita bahas.....

Siapa Tuhan???

Saya tidak hendak menyinggung kepercayaan apapun, hanya mencoba mengajak anda berpikir logis. Sekali lagi tunduk kepada hal-hal yang masuk akal dan logis. Nanti kedepannya jika kita mau tunduk kepada hal-hal yang logis maka kita akan menemukan Iman yang logis pula. Inilah iman yang benar.

Lihat gambar berikut yang dianggap tuhan oleh para pemeluknya












See... Anda lihat gambar-gambar diatas? Bahkan saya bisa menggambar Tuhan dengan tangan saya sendiri... Malahan itu copy dari google Image. Gampang sekali menggambar dan menaruh tuhan dimanapun kita suka. Terserah kita mau naruh dimana...

Ini bukan masalah taruh menaruh tuhan, tetapi kita bicara tentang bagaimana seharusnya kita berpikir. Sekarang tatap satu persatu foto diatas. Anda mampu? Iya jelas mampu. Artinya mata ini mampu untuk melihat tuhan dengan jelas. Mengirimkan sinyal2 warna ke otak dan dikirim balik ke kornea mata, seraya mengatakan "ini lho tuhan kita"

Atau raba saja gadget anda. Bisa? Ya tuhan bisa diraba sesuka kita, atau malah anda tunjuk-tunjuk dengan jari telunjuk juga bisa. Anda banting HP anda, maka tuhan ikut terbanting. Hilang entah kemana.

Kita sedang bicara tentang pikiran. Antara benda fisik dan non fisik. Pikiran kita/ otak kita yang begitu hebatnya mampu merekam tuhan, mampu membayangkan tuhan, mampu memerintahkan mata dan telinga untuk melihat dan mendengar tuhan.
"Kalau begitu kenapa tidak PIKIRAN saja yang dijadikan tuhan"
Karena ia lebih hebat. Ia bisa mewadahi tuhan, oleh karenanya disebut hebat. Kenapa tidak pikiran saya kita jadikan tuhan? Tentu kita tidak setuju, karena pikiran dalam otak tidak lain hanya sebatas benda sebesar tempurung kelapa saja, mana mungkin menjadi tuhan.

Nyatanya anda, kita, mereka sudah melakukannya. Ada banyak manusia yang sudah melakukannya serta meyakininya sebuah kebenaran. Yakni segolongan manusia yang mampu mewadahi tuhan dalam otaknya. Mewadahi tuhan baik figurenya, bentuknya, kesaktiannya, jalan ceritanya, warna bajunya, makanannya dan lain sebagainya. Semua bisa diwadahi dalam 1 tempat yakni pikiran.

Artinya lagi tuhan ada dalam pikiran kita, sementara pikiran kita adalah ciptaan Tuhan. Kalau begitu tuhan telah menciptakan sesuatu yang lebih besar dari dirinya sendiri. Benarkah? Tentu kita tidak setuju. Tuhan pasti lebih hebat dari pikiran kita, serta lebih besar. Perhatikan ini....
"Tuhan pasti lebih hebat dan lebih besar dari pikiran kita"
Oleh karena itu apa-apa yang ada didalam imajinasi pikiran bukanlah Tuhan? Sepakat? kalau anda mau menundukkan akal anda pasti sepakat. Kecuali anda keras kepala dengan prinsip anda yang ternyata salah. Sekali lagi apapun itu tidak peduli, yakni apa-apa yang masih ada didalam pikiran bukanlah Tuhan. Berarti apa?

Artinya, Tuhan ada diluar pikiran kita. Karena DIA lebih besar dari otak/ pikiran kita. Bahkan lebih besar dari segala-galanya. Dia tidak diwadahi oleh otak, demikian juga tidak diwadahi oleh alam semesta. Namun begitu DIA lah pencipta keduanya dan Lebih Mengetahui secara detail isi dari keduanya (otak dan alam semesta) dari diri kita sendiri.

DIA diluar imajinasi manusia. Beyond Imagination, tidak mungkin bisa didefinisikan dalam bentuk apapun. Artinya apa? Artinya tuhan-tuhan pada masa kini yang masih bisa didefinisikan dengan otak/ pikiran itu bukan Tuhan Pencipta Alam Semesta. Mereka hanyalah hasil olah pikiran manusia, yang kemudian dituhankan. Manusia mencipta tuhan...

Yuk, sama-sama tafakur, muhasabah dan berpikir dengan lurus dan benar agar harapannay kita semua akan mendapatkan petunjuk dan hidayah_Nya. Amin

Artikel berikutnya membahas tentang petunjuk dan manual book dari Sang Pencipta. Silahkan klik disini untuk membacanya.



Artikel Terkait



2 comments:

  1. Lah kalo sudah diluar logika, imajinasi, dan ga mungkin bisa dijangkau, lantas knp kok tuhan memaksa kita supaya menyembah kepadanya? Okelah di islam ga ada pemaksaan, terserah. Kebebasan manusia. Tapi kalau ga nyembah dan ga menjalankan aturannya tetap masuk neraka kan ya? Apa bukannya itu sama aja memaksa?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Manusia punya persepsi. Terimakasih sudah ditambahkan

      Delete