Dec 10, 2014

Cukuplah Kamu yang Mengisab Dirimu Sendiri

Ini sebuah muhasabah yang sangat penting untuk kita pikirkan. Sebuah artikel yang seharusnya anda baca, tidak hanya melulu yang terkait dengan rezeki dan harta benda. Ini penting untuk kelanjutan hidup kita, entah bagaimana dimensinya.

Kita ini nyatanya jarang berpikir dengan sebenar-benarnya, tentang apakah benar setelah kematian akan ada kehidupan kembali. Benarkah? Kita mengatakan benar disebabkan terlalu seringnya mendengar kata akherat, kiamat, surga atau neraka, namun nyatanya belum benar-benar mempercayainya dalam hati nurani. Hal inilah yang menyebabkan berbagai aktifitas yang bernuansa keburukan tetap menghiasi kehidupan kita dari dahulu, sekarang dan mungkin saja seterusnya.

Untuk bisa memahami hal ini kita sekali lagi harus banyak-banyak berpikir, bertafakur dan merenung akan kemanakah kita ini? Kalau memang ada rule, atau aturan tentang hidup setelah mati, dimanakah manual booknya? Oh iya, ada di Al Qur'an dan kitab suci yang lain. Kita tahu akan hal ini namun sangat jarang mentadabburinya. Waktu kita telah habis untuk mencari harta benda dunia tanpa pernah sempat untuk membacanya. Padahal dengan membaca serta mentadabburinya maka dunia akan bisa kita genggam dan kendalikan dengan mudah.

Ini jadi terbalik-balik. Benar-benar jadi terbalik-balik... Mencari dunia namun tiada didapatkan, dan mengabaikan kitab suci serta tidak mempercayainya. Padahal kitab suci mengatakan, "bacalah", maka dengan membacanya dunia akan kita dapatkan, lebih-lebih dimensi akherat sebagai sebuah tujuan utama dan terakhir. Harusnya begitu... Faktanya tidak sebegitunya... :)

Kita ngerti, bahwa ada tuntunan, acuan, petunjuk, ajaran dan sebagainya yang tertuang dalam kitab suci Al Qur'an. Serta ada juga uswah atau tuntunan dalam bentuk sunnah Nabi saw. Semua ada... Manual book agar kita bisa mulia dan selamat dunia akherat sudah ada tinggal kita membacanya dan mentadabburi.

Karena kita acuh tak acuh, sehingga hikmah dan ilmu didalam manual book tidak kita dapatkan, demikian pula iman yang mampu kita rasakan begitu lemah. Karena iman lemah maka tidak ada power untuk mencegah perbuatan dosa.

Kita mah terlalu banyak dosa dah.... Banyak banget bos, namun ndak sadar. Ngerasa kita ini sebagai orang suci yang tidak berhak ke neraka, padahal sebaliknya. Untuk mengetahui hal ini kita perlu melakukan instrospeksi yang mendalam sehingga pengakuan itu datang. Bukan pengakuan dari mulut namun anggukan hati bahwasanya kita ini mahluk pendosa.

Apalagi di kota-kota besar, seperti Jakarta, Surabaya, Medan dan malah hampir disemua kota sampai pelosok desa. Yang namanya mabuk, zina, mencuri, narkotik dsb sudah menjadi hal biasa saja. Dan bila dibandingkan dengan negara lain, maka lebih parah lagi dah.. Apakah harus kematian yang menyadarkan bahwa perbuatan itu menyebabkan kehidupan didimensi baru begitu mengerikan. Apakah hanya dengan kematian baru kita sadar?????

Semoga saja tidak. Semoga saja ada waku bagi kita buat berpikir kemudian bertaubat. Namun kalupun iya, yakni tidak ada tobat sampai kematian mendatangi maka selesailah sudah. Matilah kita, matilah anda...

Mungkin sewaktu kita mendapati diri kita banyak dosa kemudian akan dilemparkan ke dalam neraka, kitanya protes, "Tuhan, mengapakah Engkau menghukum kami, padahal kami tidak tahu akan hari ini? Mengapa tidak diberikan kepada kami manual booknya?"

Maka Allah swt berfirman sbb

"Bacalah kitabmu, cukuplah dirimu sendiri pada waktu ini sebagai penghisab terhadapmu". (QS Al Israa' ayat 14)

Dalam bahasa kita mungkin gini, "Ooo jangan salahkan kami dong, khan kami sudah kasih manual booknya dalam Al Qur'an. Kami sudah berikan petanya tinggal kamu menjalaninnya saja. Cuma kamunya yang tidak mau mengikutinya, malah mengejar dunia yang semua. Jika kamu mengikuti manual book tersebut niscaya akibatnya tidak seperti ini. Ini bukan salah kami, ini salahmu sendiri" Mungkin begitu bahasa kitanya. Ini hanya untuk mempermudah pemahaman kita saja, hanya analogi.

Oleh karena itu sobat... Semua sudah ada kok, pikiran dan hati kita masih lengkap, gunakanlah untuk berpikir dan memahami. bacalah ayat-ayat Tuhan baik dalam Al Qur'an maupun ayat-ayat kauniyah yakni dalam alam semesta. Insya Allah jika niat kita lurus maka kita akan mendapatkan petunjuk. U see??



Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment