Dec 28, 2014

Beginilah Iman/ Yakin yang Benar

Alhamdulillah beberapa bulan ini saya banyak berkenalan dengan orang-orang yang gila. Orang yang stress dan kurang waras. Mereka yang selalu berjamaah dalam sholat namun ternyata mereka gila. "Kelihatannya sih, sholeh dan sholehah, faktanya mereka gini (nunjuk jari di kening... hehehe)". Mereka adalah para sahabat dan murid Ustadz Yusuf Mansur yang saya kagumi. Mengapa gila?


Gilanya mereka bukan kayak gambar beginian....

Mengapa mereka saya sebut gila? Karena hidupnya sudah diserahkan kepada Allah swt. Mereka percaya kepada_Nya dengan tingkat kepercayaan yang jauuh diatas kita-kita ini. Mereka yang sukses mengesampingkan logika demi percaya kepada Tuhan YME.

"Waduh baru tanggal 20, duit tinggal cepek doang, gimana ini? Bisa-bisa 3 hari lagi nggak bisa makan". Itu kita2 ini. Tuhannya duit... :(
"Alhamdulillah tinggal cepek, sedekahin aja deh. Masalah besok mah terserah Allah saja". Ini mereka2. Tuhannya benar-benar Allah saja, bukan yang lain.

Ternyata kita-kita yang katanya mengaku waras, tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan mereka. Misalnya masalah sedekah, mereka sudah terbiasa dengan hal ini. Bukan lagi 100 atau 200.000 tetapi jutaan bahkan milyaran mudah sekali keluar dari kantong mereka. Walau duitnya habis juga tidak mereka pikirkan. Seolah-olah begitu...

Faktanya duit mereka seolah-olah tidak ada habisnya. Adaaaaa ajaa. Kendaraan mereka juga bukan asal mobil, tetapi pasti mobil mewah keluaran terbaru. Ini jadi menarik. Mengapa? Karena ketika mobil mereka diminta untuk disedekahkan ya disedekahkan dengan segera. Apalagi yang menyuruh adalah Ustadz YM. Ajaibnya mereka ganti lagi dengan mobil baru yang lebih mewah. Geleng-heleng kepala saya.. Padahal nggak lagi pusing.. hehehe

Image analogi bahwa dunia itu kecil buat Allah

Ketika saya tanya, "Nggak takut duit habis kalau semua disedekahin? Nggak takut nggak punya mobil lagi kalau disedekahin?. Jawabannya simpel saja, "Khan punya Allah, ngapain takut kalau sudah punya Allah didalam hati. Masalah duit mah keciiiil. Tinggal minta aja sama Allah"

Setelah saya pikir benar juga. Ternyata merekalah yang waras, sementara kita-kita ini yang gila. Ambil cermin yang besar, lalu ngaca... Asli kitalah yang gila.. Duit cepek saja rasanya beraaaat sekali untuk disedekahin. Wong semua duit yang kita punya adalah kepunyaan Allah, ngapain takut disedekahin? Ngapain takut dipinjemin kepada DIA Yang Punya duit? "Pasti dibalikin berlipat ganda" Kata mereka. Apalagi waktu dipanggil sholat rasanya maleesss banget untuk mendatangi masjid. Padahal Yang kita datangi adalah DIA yang akan memberikan apapun permintaan kita. Kita ini (termasuk saya) sudah gila kuadrat... Sekali lagi ngaca tuh...

Ternyata inilah iman yang benar. Yakni percaya 100% kepada Allah. Inilah tauhid yang benar yakni hanya menyembah dan meminta pertolongan kepada_Nya. Bukan kepada duit, bisnis, utangan dll. Inilah iman yang sudah dibuktikan, kemudian merasakan manisnya iman dalam bentuk bukti nyata akan janji Allah swt.

Apalagi kalau sudah dengar adzan tuh, mereka langsung sigap, "Eh, Allah dah manggil" Gitu. Lalu mereka dengan segera mendatangi masjid dan sholat. Tidak ketinggalan kobliyah dan ba'diyahnya. Keren banget dah..

"Kok buru-buru Mas, khan baru adzan" Tanya saya
"Lah, yang manggil khan Allah yang kasih saya uang, kasih saya mobil baru, kasih saya bisnis lancar, kasih anak dan istri yang baik dan sehat. Harus buru-buru dong. Kangen sama Allah, pengin curhat lagi" Kata mereka

Sebuah jawaban yang langsung menohok saya yang suka melalaikan sholat. Mungkin benar, inilah mengapa rezeki saya tidak menentu. Tidak ada lompatan quantum sebagaimana mereka. Bagaimana bisa ada lompatan quantum, orang sama yang kasih rezeki aja malas-malasan datang. Parahnya lagi, pada hakikatnya kita malah belum mengenal DIA Yang kasih rezeki.

Sobat, ini perlu ditiru. Asli perlu ditiru. Ibadah yang dikencengin karena Allah, sementara urusan dunia nomor 12. Nanti juga Allah tunjukin mana-mana yang mudah dan mana-mana yang perlu dihindari. Action mana-mana yang perlu dipilih dan mana-mana yang perlu dihindari.

Asli, kita masih harus banyak belajar. Tidak peduli yang sudah sering khatam ngaji, sering sholat dsb namun kadang, isi atau dagingnya tidak bisa kita rasakan. Sudah bagus sih, tetapi jika hakikat ibadah tersebut kita sudah memahaminya, kemudian aplikasi dalam kehidupan muamalah, inilah yang keren.

Saya bisa kenal banyak sahabat Ustadz Yusuf Mansur ketika memutuskan untuk gabung dengan Paytren, yaitu sebuah bisnis plus ngaji yang dipandu atau dipimpin oleh Ustadz YM. Kalau mau tahu apakah Paytren itu silahkan klik web support saya disini.

Jadi manfaatnya tidak semata-mata bisnis, namun saya mendapatkan hal lain yang jauh lebih mahal dari sekedar duit. Apa itu? Iman... Contoh dari iman yang sudah dipertontonkan oleh mereka-mereka yang "saya bilang gila". Saking percayanya sama Allah, kadang duit milyaran dibuang-buang. Yakni disedekahin. Padahal dengan sedekah tersebut uang mereka bisa saja habis. Nyatanya tidak habis tuh, malah bertambah, bertambah dan bertambah.

Masih banyak "kegilaan" yang sebenarnya "kewarasan" yang dipertontonkan. Nanti akan saya tulis diartikel yang lain. Kegilaan yang Insya Allah akan membuka mata anda lebar-lebar. Karena nyatanya mata hati kita sering ketutup. Jadinya nggak ngelihat bahwa kita ini sebenarnya sudah gila, dan mereka lah yang waras. Saya seringkali kehabisan kata-kata untuk melukiskan bagaimana mereka benar-benar percaya kepada Allah swt... Soalnya, sampai sebegitunya... Dalam banget..

Mereka enak-enak saja minta sama Allah setelah sholat, "Ya Allah kasih saya ruko seberang jalan itu yah, Insya Allah akan kami manfaatkan dengan baik". Ajaibnya ruko tersebut tidak lama kemudian benar-benar menjadi milik mereka. Jalan beberapa lama rukonya disedekahin, dan habis lah modal serta duit yang mereka punya. Tidak alam kemudian datang lagi rezeki bak air bah mendatangi hidup mereka. Subhanallah... Memang Allah tidak ada duanya.

Kalau saya mah masih jauh banget. Tentu saja saya ingin menjadi gila seperti mereka. Gila sedekah, gila ibadah, gila untuk menjadi manfaat buat sesama dan semesta alam. Oleh karena itu yuk terus belajar untuk bertuhan dengan Allah. Menyembah_Nya baru kemudian meminta tolong kepada_Nya.

Oleh karena itu jangan tinggalkan blog sederhana ini. Insya Allah tulisan-tulisan berikutnya akan saya ambil dari pengalaman dan hikmah yang tidak ada duanya. Jika anda kebetulan (biidznillah) menemukan blog ini dan ingin kembali lagi, tidak ada salahnya saya yang meremind. Silahkan klik disini kemudian isi nama dan email. Maka Insya Allah secara berkala anda akan mendapatkan email dari saya. Jika sobat tidak berkenan dengan iklan yang saya sisipkan, silahkan diabaikan saja.



Artikel Terkait



17 comments:

  1. saya baru tingkat kalau gk ibadah takut gila masih jauuh mas...i like you my teacher,the best ADHIN BUSRO !

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya juga masih jauh dari kawan-kawan diatas kok... hehehe

      Delete
  2. Rata-rata sifat mereka Zuhud kali mas....
    wis ora mikir dunia....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benul.. Zuhud, maksudnya dunia sudah diinjek-injek. Mikir ya jelas mikir dan ingin mendapatkannya. Sewaktu dapat dunia dimanfaatkan demi kebaikan dan manfaat sesama. Ini juga zuhud..

      Delete
  3. mantappp semakin menambah keyakinan yakin betul ....

    ReplyDelete
  4. mari belajar bersama di paytren pa adhin busro klik http://ABtreni.com/?=Rahmat

    ReplyDelete
    Replies
    1. yang benar ini nih, http://abtreni.com/?id=Rahmat
      Terutama yang di bekasi dan sekitarnya langsung sama beliau saja..

      Delete
  5. Salamlikum, Mas. Mengenai Reiki banyak praktisi ruqyah yang sudah mengalami menerapi mantan pengikut reiki karena ternyata ada 'ikutan' di dalam ilmu tersebut. Monggo ini salah-satu artikel yang saya baca sebenernya banyak banget artikel tentang pengakuan praktisi kundalini dan reiki
    http://songgobumi.wordpress.com/2014/09/01/mantan-praktisi-kundalini-reiki-bebas-jeratan-jin-tibet/
    Semoga bisa jadi referensi. Thanks and wassalam

    ReplyDelete
    Replies
    1. Siap..

      Tahukah anda reiki? Semacam tenaga dalam lah. Kami dahulu pernah belajar sampai energi reiki itu naik sampai ubun2. Mau tanya2 soal reiki boleh/ tidak juga bisa tanya kami, barangkali bisa membantu.

      Delete
    2. Ass.wr.wb. salam sejahtera buat kita semu....puji syukur pd alloh.swt...allhamdullilah selama sy mengikuti bimbingan RKS360 hari...ketahuidan sy bertambah kuat dan perekonomian sy dan keluarga sudah mulai membaik bahkan sy skr sudah mampunyai tempat tinggal sendiri.....terimakasih ya Alloh dan terimakasih bpk Adhin busro yg selama ini telah membimbing kami di jalan yg benar smoga bpk adhinbusro beserta keluarga dan rekannya .....bertambah rzekinya, sehat walafiat....amiin. ya.rob

      Delete
  6. Assalamualaikum.
    Saya mohon masukannya akhi.
    Saat ini saya sedang dihadapkan oleh masalah hutang. Saya harus menyediakan uang 50 juta hari ini untuk membayar hutang saya. Sedangkan sampai saat ini saya tidak memiliki uang sepeser pun.
    Saya sudah ditagih tadi pagi.
    Saya juga sudah mencoba menyerahkan semuanya kepada Allah dengan cara mendekatkan diri kepadaNya ( shalat wajib, shalat malam, doa diwaktu mustajab, sedekah dll ).
    Tapi sampai sekarang doa saya belum diijabah. Saya benar2 kalut dan putus asa. Apa yang harus saya lakukan akhi?

    ReplyDelete