Nov 16, 2014

Sakitnya Tuh Di Sini

Artikel singkat yang saya ambil dari facebook edin buzra. Semoga membuka pikiran kita semua bahwasanya hanya dengan persatuan umat sajalah maka agama ini menjadi kuat, ditakuti dan disegani. Jika masih saja bercerai berai ketahuilah berkah Allah tidak akan turun dari langit.

Judulnya adalah "Sakitnya Tuh Disini". Niru-niru si alay jaman sekarang.. Hehehe

Ketika Bank Kapitalis berkata: "Muslim ayo nabung". Maka tiba-tiba umat muslim yang lemah dan miskin menabung puluhan, ratusan juta dan tidak terpikir untuk investasi. Uang dari tabungan mereka digunakan untuk melebarkan bisnis Kapitalis. Yang makmur mereka yang miskin kita.

Ketika Mall Kapitalis berkata: "Muslim ayo shopping". Tiba-tiba umat muslim paling miskin dari pelosok gunung mendatangi Mall dan menghabiskan seluruh uangnya hanya untuk dibilang keren. Yang kaya mereka, yang miskin kita.

Ketika Pabrik Kapitalis berkata: " Ayo sini kerja sama saya saja". Mendadak antri lamaran kerja sampai membludak, sehingga tidak sempat berpikir untuk wirausaha. Yang kaya mereka, yang gajinya selalu pas-pasan kita.

Ketika saya mengamati benda-benda di dalam rumah, mendadak mata terbelalak... Whats?? Hampir semua benda-benda dirumah saya bikinan mereka?

Ketika ngobrol sama tetangga yang muslim tulen dan mengajak untuk bersatu demi kemuliaan Islam, ia berkata, "Nggak sempet mikir gituan Mas, mikir susu anak aja puyeng"

Tahu nggak....!

SAKITNYA TUH DISINI....!

Sejenak simak apa kata Rosulullah tentang umat akhir zaman sbb,

Bersabda Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam “Hampir tiba masanya kalian diperebutkan seperti sekumpulan pemangsa yang memperebutkan makanannya.” Maka seseorang bertanya: ”Apakah karena sedikitnya jumlah kita?” ”Bahkan kalian banyak, namun kalian seperti buih mengapung. Dan Allah telah mencabut rasa gentar dari dada musuh kalian terhadap kalian. Dan Allah telah menanamkan dalam hati kalian penyakit Al-Wahan.” Seseorang bertanya: ”Ya Rasulullah, apakah Al-Wahan itu?” Nabi shollallahu ’alaih wa sallam bersabda: ”Cinta dunia dan takut akan kematian.” (HR Abu Dawud 3745)


Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment