Nov 25, 2014

Renungan, Mengapa Doa Tak Kunjung Terkabulkan

Renungan Iman.. Renungan terhadap kehidupan. Renungan kepada siapa sebenarnya kita bersandar. Tentu saja jawabannya kepada Tuhan. Tuhan yang mana? Inilah ternyata yang benar-benar harus kita perhatikan.

Karena kita sering gagal membuktikan Iman, oleh sebab itulah doa kita belum jua terkabulkan. Ya, kita sering gagal membuktikan iman kepada Yang Maha Kuasa. Namun kita merasa baik-baik saja seakan tidak terjadi sesuatu apapun. Padahal sebaliknya, karena kita ternyata seorang pendusta.

Hati kita sudah mengeras. Karena hati kita sudah keras membatu, oleh sebab itulah hidup kita serasa buntu. Ini beneran dan sudah menjadi hal yang biasa. Hati kita sudah menjadi keras namun tidak menyadarinya.

Kemana iman kita? Ternyata lebih condong kepada logika dan matematika.
  • "Iya saya tahu bahwa sedekah memperlancar rezeki, tapi khan...!"
  • "Bener, haram memilih pemimpin yang tidak seiman, tapi khan...!"
  • "Poligami memang boleh, tapi khan...!"
  • "Tapi khan....!"

Bicara aturan agama, biacara syariat, bicara hukum Allah kita lebih banyak tapinya. Lebih banyak menyangkalnya. Lebih banyak tidak mempercayai dan meyakininya. Hati kita ternyata berpenyakit dan semakin lama semakin parah. Parah men...!

Tapi khan, tapi khan dan semua penyangkalan sebagai pembenaran pribadi atas pendapat kita. Padahal sumbernya jelas dan tidak perlu lagi adanya penafsiran pribadi anda sendiri. Penafsiran penuh dengan kepentingan, penuh egois dan nafsu pribadi.

Tapi khan Tuhan anda logika, kitab suci anda mulut yang disetir oleh kepala yang sebesar tempurung kelapa. Oleh sebab itu pantas saja doa-doa kita tidak kunjung menjadi nyata. Karena kita merasa lebih besar dari Yang Maha Kuasa..

Ini sederhana, bahkan sangat sederhana penyebab mengapa doa-doa kita tak kunjung terkabulkan. Karena iman kita sudah salah jalan. Serong sana serong sini. Iman kita lebih condong kepada logika, oleh karenanya ketika hidup anda serasa buntu,mengadulah kepada logika anda sendiri. Karena Tuhan Pencipta langit dan bumi tidak akan memberikan pertolongan, sebelum anda merubah haluan.

Anda berjalan ke kiri namun berharap emas disebelah kanan. Sampai kiamat tidak akan mungkin didapatkan. Kecuali anda merubah haluan.

Berimanlah kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, bukan kepada logika dan matematika. Maka tiba-tiba hidup menjadi lebih mudah. Bahagia lahir dan batin. Insya Allah

  • Artikel ini dipersembahkan oleh Rahasia kunci sukses. Rahasia membangkitkan iman yang natural. Klik disini untuk pembelajaran dan penjelasan lebih detail



Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment