Nov 14, 2014

Persatuan dan Kebangkitan Umat Islam

Berikut ini ada sebuah artikel kami, yang saya upload di facebook Adhin Busro. Saya copas lagi dan saya taruh di blog pribadi ini supaya makin banyak yang membaca kemudian mulai terbuka pikirannya bahwa hanya dengan persatuan umat saja maka kita akan menjadi kuat.

Adhin Busro: Persatuan dan Kebangkitan Ummat Islam

"Alaikum Bil Jamaah" itu kata Rosulullah saw.

Bersatulah, kalau ummat bersatu maka akan menjadi kekuatan buesar. Masalahnya ummat Islam bagai lidi yang tercerai berai. Iketannya sudah lepas, lemah, loyo, lunglai dan menjadi santapan orang lain. Kumpulan manusia lemah dan miskin yang menjadi korban sistem kapitalis, komunis dan syetanis. Bagai buih di lautan, meringis .

Apa iketan itu? Itulah tali Allah swt.

Sebelum nungguin sosok pemersatu ummat, jadilah pemersatu keluarga, tetangga, dan masyarakat sekitar anda. Jangan nungguin, kayak bani Israel nunggui Mesias. Begitu datang malah didustakan. Nggak boleh gitu..

Apalagi sesama ummat malah berantem melulu gara-gara qunut. Yang salah ntu yang nggak sholat, gitu aja kok repot . Semua ada dasarnya biar Allah yang nilai. Maksimalkan diri menjadi rahmat semesta alam, tidak usah menjadi asisten malaikat pencatat amal. Lempengin aja didalam berbuat sebaik-baiknya.

So, berpegang teguhlah kepada tali Allah swt, bukan kepada khilafiah, kepada media, kepada penguasa, apalagi kepada dukun. Allah yang harus jadi pemersatu hati-hati manusia. Paham nggak sih? Paham doong. Sip

Jikalau katakanlah 1 Milyard Muslim bersatu dan urunan 1.000/ hari atau 30.000 per bulan, maka akan terkumpul berapa? 30 trilyun bos... Dengannya kita bisa beli Bank, Maskapai Haji, Hotel, pesawat, dan apapun yang kita inginkan demi kemaslahatan ummat bisa kebeli. Enteng... Gampang, asalkan kita bersatu. Kebuka nggak?

Maka janji kebangkitan Islam bukanlah isapan jempol. Kebangkitan spiritual, ahlak, ekonomi, politik dsb. Peradaban buesar. Bentar lagi, Insya Allah. Nungguin hati keras anda menjadi lunak, menjadi luluh. Egonya dibuang, kepentingannya dipinggirkan. Demi..... Demi berpegang teguh kepada tali Allah swt.

Orang yang seumur-umur jahat saja akan bangga ketika bisa berbuat baik walau hanya sekali. Ntu menjelang mati lagi... Tapi ia tetap bangga. Untuk itu sekali ini ngalah aja.. Demi kebaikan, demi kemuliaan Islam. Demi rahmat Allah yang bakalan diturunkan dan dicurahkan dari langit dan bumi.

So, what should we do? Nyang kaya, miskin, ganteng, jelek siapapun anda tidak penting. Itu cuman casing saja. Hati anda yang penting. Lempengin kepada Sang Pencipta. Ikutin kebenaran, ikutin Ustadz, Kyai, Ulama dan orang bijak ditempat anda. Yang jarang jamaah khususnya Subuh, ngalah aja.. Tidur bisa dilanjut siang hari. Ini demi anda, dan agama anda... Yang paling penting baca tuh Qur'an, jangan cuman jadi pajangan saja.

Allah yang mengatur datangnya manusia pemersatu. Auranya kayaknya bentar lagi. Begitu ia datang maka berbaiatlah. Wuesssss, tiba-tiba power, daya, energi, kekuatan itu datang bak air bah. Bergulung-gulung bagai ombak. Bergemuruh bagai angin topan. Itulah suara kebenaran, yang akan menghempaskan kebatilan. Itulah suara tauhid yang akan menenggelamkan makar dan tipu daya bala tentara syetan, dari golongan jin dan manusia.

Cilaka 12 jika anda tidak menjadi bagian dari jamaah ini. Cilaka... Biar tidak cilaka, yuk ngalahin ego kita. Datangi jamaah subuh, karena inilah lambang persatuan, sebelum sang pemersatu datang. Datangi dan rasakan auranya. Aura persatuan, aura kebangkitan.

“Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.” (TQS. Ali ‘Imran ayat 103)

Nah pertanyaannya adalah sudah siapkah anda bersatu. Sudah relakah anda mengesampingkan ego dan kepentingan masing-masing? Inilah yang perlu kita benahi. Wallahu A'lam


Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment