Nov 2, 2014

Nasehat dan Wejangan 3 Pakar Tentang Kunci Hidup Sukses Bag 2

Pada bagian pertama saya telah menulis tentang kunci sukses dari seorang pengusaha. Yang kedua saya ingin menulis tentang informasi yang berhasil saya korek mengenai kunci sukses lainnya yakni dari seorang Habieb. Beliau orangnya sangat sibuk jadi ketika ditanyakan lebih detail beliau menjawab,

"Itu saja dulu ya?

Nah apakah kunci sukses dan hidup bahagia menurut beliau? Simak baik-baik.. Kuncinya adalah sbb.
  • Iman, 
  • Ikhlas, 
  • Sedekah

Hanya itu. Ya hanya itu yakni Iman, Ikhlas dan Sedekah. Sang Habieb belum menjelaskan makna ke 3 hal diatas, namun kita semua sedikit banyak bisa menterjemahkannya/ menafsirkan sesuai dengan pemahaman masing-masing.

Iman.

Iman itu bahasa Indonesianya yakin, percaya (dengan sangat) atau membenarkan. Maka Iman kepada Allah dalam hal ini adalah yakin kepada Allah dengan keyakinan yang sangat.

Dalam kaitan dengan hidup sukses dan bahagia, maka iman itu maknanya adalah yakin dan percaya bahwa hidup kita bisa sukses, kaya dan bahagia dikarenakan Allah swt akan memampukannya. Jadi Allah swt yang memberikan garansi bukan otak, logika, emosional, amalan, dukun dan lain sebagainya. Ini harus dipahami dengan sebaik-baiknya.

Mengapa saya menegaskan demikian? Karena faktanya banyak yang mengatakan beriman namun ketika ada ujian tiba-tiba imannya luntur. Misalnya

  • Disuruh sedekah untuk memancing rezeki, "Gimana mau sedekah, buat makan saja susah"
  • Disuruh bersyukur, "Apa yang mau disyukuri, kalau tidak punya apa-apa?"
  • Disuruh ikhlas, "Ikhlas sampai kapan?"
  • Disuruh hijrah, "Nanti kalau gagal bagaimana? Kalau tidak punya uang gimana?"

Dalam hal tersebut Allah swt berfirman seakan-akan menyentil kita sbb "Banyak orang yang mengatakan beriman, tetapi tanpa disadari sebenarnya hanya pendusta"

Di antara manusia ada yang mengatakan: "Kami beriman kepada Allah dan Hari kemudian," pada hal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman. Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu dirinya sendiri sedang mereka tidak sadar. (QS Al Baqarah ayat 8-9)

Oleh karenanya apa dan bagaimana? Tanamkan iman yang natural dalam hati. Untuk pembahasan iman natural bisa dibaca di web Rahasia Kunci Sukses. 

Intinya iman (rasa yakin) yang diharapkan bisa bertahan walau bagaimanapun dahsyatnya gelombang kehidupan adalah dengan iman yang natural. Iman yang dicari bukan disuntik dari luar. Karena hanya dengan ketangguhan iman sajalah yang akan mengantarkan kepada kemuliaan dan kebahagiaan hidup dunia dan akherat.

Ikhlas

Apa yang Habieb katakan, disini saya mencoba menafsirkan. Jadi apa yang saya tulis tidak berasal dari Habieb namun dari kami sendiri yang bisa saja salah.

Beliau mengatakan kunci sukses berikutnya adalah ikhlas. Maka akan saya kaitkan ikhlas disini dengan pembahasan iman diatas. Ketika tujuan atau visi hidup sudah dicanangkan, yakni berguna dan bermakna untuk sesama dan semesta alam, dimana ada tujuan yang lebih spesifik lagi yaitu hidup sukses, kaya dan bahagia maka ikhlas harus bin wajib menemani dalam setiap usaha dan hasilnya.

Maksud saya adalah, ikhlas untuk menghadapi segala ujian atau konsekwensi dari doa tersebut yang pasti akan diberikan kepada kita seiring dengan proses, ruang dan waktu. Doa pasti dikabulkan Allah swt, namun ada jarak/ space dalam bentuk ruang dan waktu yang akan kita lewati. Nah dalam menempuh jarak tersebut kita harus ikhlas, mengapa? Karena pasti ujian keimanan itu tidaklah ringan. Pasti berat. Dan ikhlas terhadap ujian adalah syarat kepantasan bagi terjadinya jarak doa yang semakin mendekat.

Oleh karenanya ketika ada ujian hidup, bisa berupa kegagalan, kebangkrutan, hutang, kesedihan dan lain sebagainya maka hadapilah dengan ikhlas karena Allah. Bukan ikhlas dengan mengelus dada kemudian bilang "Ikhlas", namun ikhlas disini adalah ikhlas bersandar dan percaya bahwa ujian itu akan ada akhirnya, sebab kita sudah menyandarkan serta menambatkan hati kepada Allah swt.

Disinilah biasanya seseorang mengalami kegagalan maintain iman dan ikhlas sebab adanya ujian. Misalnya,
  • Maunya kaya namun enggan sedekah. Ketika disuruh sedekah ada saja alasannya.
  • Maunya banyak uang namun takut untuk mencoba usaha baru. Ketika disuruh usaha sampingan bilangnya nggak ada waktu, nggak ada modal.
  • Maunya sukses namun malas merubah dirinya sendiri.
  • Maunya jaya namun enggan untuk berusaha dan bekerja lebih keras

Contoh-contoh diatas adalah sample yang bisa saya kumpulkan dari ribuan pertanyaan dari sahabat blog. Mereka menginginkan doa terkabul sesuai keinginan mereka sendiri, padahal Allah punya cara. Dan cara Allah itulah yang akan terjadi, bukan cara sesuai dengan logika kita.

Sedekah

Pembahasan sedekah sudah dibahas dari sana sini. Saya yakin anda sudah seringkali mendengarnya walaupun jarang mempraktekkannya dengan benar. Mengapa? Karena rasa sayang kita terhadap harta lebih besar daripada iman (yakin) kepada Allah swt.

Kadang-kadang imannya "nyicil", ini yang lebih banyak terjadi dalam realitas kehidupan. Maksudnya sedekahnya kecil bin minim. Sedekah seribu dua ribu, lalu berharap ada pengembalian berlipat ganda dengan segera. Kalau perlu hari ini sedekah seribu dua ribu lalu esoknya mendapatkan rezeki 1 milyard. Ketika merasa tidak ada balasan maka kemudian mengurangi keimanan dengan signifikan. Esoknya enggan untuk sedekah lagi.

Sedekahlah, lalu lupakanlah. Allah Maha Menghitung dan tidak memerlukan asisten bernama manusia untuk menghitungnya. Allah Maha Membalas dan tidak memerlukan logika manusia untuk menentikan jenis balasannya. Sedekahlah lalu lupakanlah, ini jauh lebih baik dari pada ngetes tentang bukti sedekah. Misalnya, "Saya mau ngetes ah, mau sedekah 5 ribu, coba saya ingin lihat, apakah esok dibalas 50.000 atau tidak" 

Apakah esok hari dibalas 50.000? Bisa iya bahkan bisa lebih banyak, namun bisa juga tidak demikian. Sekali lagi Allah tidak membutuhkan asisten untuk menghitung balasan sedekah.

Kesimpulan

Apa yang disampaikan Habieb bisa disimpulkan sbb. Yakinlah (Iman) kepada Allah bahwa DIA akan memampukan kita didalam merealisasikan visi hidup mulia kita. Oleh karenanya hadapi proses didalam meraih visi (doa) tersebut dengan ikhlas. Santai alias woles saja, yang penting kita sudah bekerja dan beribadah dengan maksimal. Jangan buru-buru, semua ada waktunya.

Yang terakhir jadikan sedekah sebagai percepatan. Yakni percepatan didalam merealisasikan doa. Sedekahlah yang banyak dan yakin. Sedekahlah dengan maksimal walau kelihatannya dengan sedekah maksimal tersebut esok hari kita tidak makan. Condonglah kepada Allah swt bukan condong kepada logika dan hawa nafsu.

Begitu....

Lalu apa wejangan dan nasehat ustadz sekaligus pengusaha yang berhasil saya korek? Saya akan menulisnya pada artikel selanjutnya

Artikel ini dipersembahkan oleh
  • Rahasia Kunci Sukses, Rahasia Sukses dengan Memahami Kronologis Doa dan Amalan Rezeki. Bergabunglah dengan member lainnya untuk belajar selama 360 hari tentang cara dan konsep hidup sukses, mulia dan bahagia. Klik disini untuk melihat-lihat webnya



Artikel Terkait



1 comment: