Dec 1, 2014

Cara Mendapatkan Ilmu Hikmah Kehidupan

Sebuah artikel dari www.bacaanjiwa.blogspot.com, yang saya edit dengan beberapa tambahan. Bacaanjiwa.blogspot.com adalah blog saya sendiri yang sedang belajar mentadabburi Al Qur'an dan belajar tentang Hadist Nabi saw. Kali ini yang dibahas mengenai ilmu hikmah.

Hikmah, hidayah, petunjuk, pencerahan, pemahaman dan kata-kata yang sepadan dengannya dimana menggambarkan seseorang yang sudah menemukan peta. Dan dengan peta itulah mereka menjalani hidup dengan jaminan kebahagiaan dan kemuliaan.

Untuk mendapatkan pencerahan tentang hikmah kehidupan, maka kita harus menggunakan akal yang dianugerahkan Tuhan YME. Akal yang sangat berharga didalam menilai baik/ buruk, benar/ salah. Gunakanlah...

Lakukan muhasabah, tafakur alam semesta untuk melihat sesuatu yang tidak terlihat. Sebuah pesan tersembunyi namun nyata adanya. Bahkan lebih nyata dari pesan yang paling nyata. Gunakan akal didalam proses muhasabah semesta alam, niscaya anda akan mendapatkan pencerahan pada waktunya.

Jauhi paradigma merasa benar sendiri, merasa hebat sendiri, merasa mampu dan lain sebagainya. Luluhkan hati anda dulu. Tawaduk didalam menyikapi hidup.

Dan semua pesan-pesan kehidupan yang terpampang dalam alam semesta tertuang didalam Al Qur'an. Oleh karena itu bacalah kemudian renungkanlah dalam-dalam. baca lagi renungkan lagi. Insya Allah petunjuk kebenaran lambat laun akan terbuka.

Allah swt berfirman




Allah menganugerahkan al hikmah (kefahaman yang dalam tentang Al-Qur'an dan As Sunnah) kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang dianugerahi hikmah, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah). (QS Al Baqarah 269)

Artinya orang yang mendapatkan ilmu hikmah adalah mereka yang berakal. Artinya benar-benar menggunakan akalnya didalam melihat, mengamati dan mentafakuri semesta alam. Dengan sering melakukan tafakur semesta alam menggunakan akal yang sehat, maka pada suatu titik mereka akan menemukan pencerahan/ hikmah.

Misalnya. Kenapa pohon mangga berbuah mangga? Ini sepele namun penuh hikmah. Kenapa bibit mangga tidak bisa berbuah apel?

Kemudian jawabannya adalah ketundukan. Karena bibit mangga tunduk kepada aturan/ informasi genetis/ sunnatullah yang ada pada dirinya. Tunduk dan tidak berani merubah aturan itu. Dan dengan ketundukan itulah kita (manusia) bisa makan mangga yang lezat dan manis.

Oleh karenanya, carilah bibit anda sendiri kemudian tunduklah kepada aturan sunnatullah. Niscaya anda akan menjadi orang besar, pintar dan bermanfaat buat sesama dan semesta alam. Ini hikmahnya.

Pertanyaanya adalah, sudahkan anda melakukan tafakur alam pada hari ini?



Artikel Terkait



2 comments: