Oct 7, 2014

Menghadapi Ujian Hidup dengan Manajemen Jiwa

Selain dalam blog ini saya juga menulis dalam blog gratisan lainnya yakni blog bacaan jiwa. Silahkan lihat-lihat apa isi dari blog bacaan jiwa tersebut. Salah satu tulisan saya adalah tentang menghadapi ujian seperti berikut ini, (Sudah saya tambah dan sempurnakan)

Syurga adalah gudangnya kenikmatan. Apakah kenikmatan itu? Kenikmatan adalah segala sesuatu yang pada saat ini sudah kita rasakan tunas-tunasnya. Jadi kenikmatan dunia hanyalah tunas alias kecil. Kebahagiaan yang dimanifestasikan dengan kekayaan, kelimpahan dan ketenaran misalnya, adalah salah satu contoh tunas kebahagiaan.

Kecenderungan manusia adalah mengejar kenikmatan dikarenakan mempunyai nafsu, seperti contoh gambar berikut ini


Namun segala macam kebahagiaan dunia pasti akan ada masanya lenyap. Untuk itulah default dari pada jiwa mencari yang namanya kebahagiaan kekal. Dan itu hanya ada di syurga.

Karena defaultnya jiwa adalah mencari kebahagiaan, maka kemudian ketika ia diturunkan ke bumi, kecenderungannya sama, yakni mencari segala macam bentuk kenikmatan. Pada akhirnya ada yang tertipu dengan kenikmatan sesaat dan ada pula yang komitmen untuk menahan kenikmatan sementara demi menabung pada kenikmatan selanjutnya yang abadi. Ini namanya manajemen jiwa.

Jadi masuk Syurga itu tidak gratis, tetapi perlu perjuangan jiwa, yakni menahan jiwa dari segala macam bentuk ujian hidup yang tidak akan pernah berhenti sebelum meninggal dunia. Sudah pasti jiwa itu akan pontang-panting dan goncang terhadap berbagai ujian hidup, tetapi Allah memperkuat jiwa-jiwa yang layak masuk surga dan menyesatkan jiwa-jiwa yang lemah.

Allah swt berfirman

Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk syurga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: "Bilakah datangnya pertolongan Allah?" Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat. (QS Al Baqarah ayat 214)

Yang menjadi masalah adalah kebanyakan dari kita seringkali mudah untuk menyerah dan putus asa ketika ada ujian. Misalnya
  • Ketika penghasilan hanya cukup-cukupan maka kita akan merasa pusing dan stress
  • Ketika banyak hutang dan tidak mampu membayar maka kita akan merasa depresi
  • Ketika bisnis tidak kunjung sukses kita akan merasa putus asa
  • Ketika tidak kunjung mendapatkan keturunan kita merasa sangat sedih
  • Dan berbagai ujian lainnya

Kita mudah sekali menyerah, kalau begitu pantaskah kita mendapatkan surga??? Ujian itu memang berat, siapa bilang ujian itu mudah dihadapi. Untuk menghadapinya harus menggunakan jiwa yang tegar. Yakni jiwa yang memang sudah dilatih sedemikian rupa tangguh terhadap ujian.

Oleh karena itu marilah kita hadapi ujian hidup dengan memaksakan diri untuk sabar dan ikhlas. Dengan mencoba memaksakan diri seperti itu diharapkan akan terbentuk jiwa yang tangguh seiring waktu. Kenapa? Karena hanya jiwa yang tangguh saja yang akan pantas untuk naik kelas, yakni melibas ujian yang ada dan menghadapi ujian lainnya yang lebih besar.

Ads
Bagaimana cara manajemen jiwa? Saya sudah membuat panduannya untuk anda. Silahkan klik disini



Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment