Oct 1, 2014

Mengapa Kita Merasa Lelah Menghadapi Ujian Hidup?

Assalamu'alaikum pa adhin,, Sya pusing pa adhin dengan persoalan yg sya hdpi, stiap bulan suami hrs mmbyr hutang dibank krg lbh 7 juta. rumah milik mertua sya.! sya hrs bagaimana pa adhin kd sya lelah... dg smua ini. (Posko KBJ)

Jawab: Waalaikum salam, semoga ujian/ penderitaan tersebut segera diberikan kemudahan supaya bisa segera teratasi. Amin

Memang pasti melelahkan Ibu... Bahkan sangat melelahkan. Saya juga sering mengalaminya, dimana sungguh melelahkan jiwa dan raga. Tetapi semua bukan tanpa alasan. Ada hikmah dibalik itu. Kita akan membahasnya secara umum dan singkat...

Siapa yang merasa lelah? Ia adalah nafs/ nafsu atau jiwa. Sifat nafs adalah menyukai kenikmatan dan menjauhi ujian/ penderitaan. Sama seperti hewan yang juga mempunyai nafsu. Bedanya nafsu manusia dikelilingi oleh akal dan hati. Inilah yang menyebabkan peradaban manusia terus mengalami kemajuan.

Mari kita lihat kecenderungan nafs/ jiwa/ soul
  • Kalau banyak hutang, stress
  • Kalau penghasilan tidak cukup, pusing
  • Kalau tetangga beli mobil, meriang
  • Kalau tetangga beli dua mobil pingsan
  • Kalau bisnis gagal, depresi
  • Kalau dihina, marah
Kalau saya analogikan nafsu seperti gambar dalam sebuah blog bahasa inggris saya dibawah ini

Jadi nafsu layaknya kuda liar yang berlari kesana-kemari entah mengejar apa. Ia seperti orang kesurupan yang berlarian tak tentu arah. Bahaya kalau tidak bisa dikendalikan, dan akan menjadi hebat jika berhasil dimanage dengan baik.

Oleh karena itu
  • Cari cara supaya cicilan bisa lebih mudah. Misalnya mencoba usaha sampingan. Ini wilayah akal, yakni tempat kita belajar, belajar dan belajar.
  • Ujian itu supaya tetap ber Tuhan. Kalau bertuhan pasti yakin Allah akan memberi pertolongan. Ini berada dalam hati. Yakni percaya akan masa depan sebagai sebuah Janji Tuhan.
Jadi akal dan hati harus kompak tidak boleh hanya salah satunya saja. Tidak bisa bekerja tanpa keyakinan dan mustahil yakin bisa tanpa bekerja. Kalau saya ilustrasikan maka kolaborasi akal dan iman adalah seperti gambar berikut;
Namun yang menjadi masalah besar adalah sbb
  • Kita enggan untuk belajar dan bekerja dengan lebih tekun. Inilah mengapa banyak muslim yang miskin.
  • Kita susah untuk memposisikan hati kepada rasa percaya bahwa segala masalah sebesar apapun pasti akan pergi dari kehidupan kita sepanjang kita percaya kepada_Nya. Inilah penyebab banyak muslim yang tidak tangguh dan mudah rapuh.

Mengapa? Lagi-lagi disebabkan adanya kuda liar diatas. Yang namanya nafs/ jiwa memang susah untuk ber Tuhan dengan benar. Termasuk saya dan semua manusia dimuka bumi ini sama saja. Ketika ada masalah pasti kita merasa lelah, padahal pertolongan Tuhan dekat.
Kemudian ada papan petunjuk atau peta menuju solusi. Ia adalah Al Qur'an. Misalnya 
  • Dalam satu kesulitan ada kemudahan.
  • Setiap manusia pasti mendapat ujian, dan khabar gembira hanya untuk yang sabar
  • Nafsu selalu mengajak kepada kesesatan
  • Pertolongan Allah adalah dekat bagi yang sedang tertimpa ujian
  • dsb
Inilah peta Al Qur'an yang pasti benar.

Kemudian mengapa menjadi susah? Karena kita mempunyai nafs/ nafsu/ jiwa. Ia hanya menghendaki kenikmatan dan menjauhi ujian/ penderitaan. Mungkin pada suatu waktu nafs akan mengikuti peta petunjuk, tetapi setelah berjalannya waktu dan tidak kunjung ada solusi maka ia akan berbalik lagi. Inilah manusia.

Dan sudah menjadi ketetapan bahwa semua manusia pasti mengalami ujian/ penderitaan tidak ada yang tidak mengalaminya. Tinggal mana-mana yang mau mengikuti peta dan mana-mana yang hanya mengikuti kemana nafs/ jiwa berlari.


Jadi secara tegas saya katakan bahwa segala ujian dimuka bumi ini memang ditujukan supaya manusia merasa lelah, stress, takut, panik, khawatir dsb, supaya apa? Supaya kemudian secara fitrah ia mencari jalan keluar.

Mungkin semua yang saya tulis terkesan hanya teori. Ya benar... Jika yang membaca adalah nafs/ nafsu/ jiwa. Karena sifat jiwa maunya serba cepat, mudah, dan menyenangkan. Padahal tidak ada yang seperti itu.

Ketika ada penderitaan maka jiwa akan mencari jalan keluar. Nah disinilah jalan-jalan dibentangkan. Ada banyak jalan disana, tinggal dipilih. Ada yang mengikuti petunjuk (peta) ada pula yang berlari ke arah yang salah alias sesat. Jalan sesat atau jalan syetan terkesan mudah namun pada hakikatnya menuju jurang, dan jalan Tuhan nampak terjal namun berakhir kepada sebuah kebun kebahagiaan.

Kemudian mana yang manusia pilih? Kebanyakan memilih jalan yang nampaknya mudah, cepat dan menjanjikan kenikmatan. Tetapi inilah jalan syetan. Banyak manusia terperangkap didalamnya tidak terkecuali termasuk saya dan ulim ulama diluar sana. Kadang-kadang kita jatuh kepada jalan fatamorgana. Inilah fungsinya taubat, kemudian kita akan mendapati bahwa Tuhan Maha Pengampun, dan akan membukakan jalan keluar bagi siapa saja yang mau berbalik arah menuju jalan petunjuk (peta).

Seandainya kita sudah berusaha bekerja keras dan yakin akan jalan keluar, lalu kapan solusi itu datang? Ini tergantung seberapa anda yakin. Keyakinan (iman) tidak memerlukan waktu dan tempat, karena hal itu sudah diluar kontrol kita. Kapan ada jalan keluar adalah Pengetahuan Tuhan, yang disesuaikan dengan tingkat kepantasan mahluk_Nya. Yang masih dalam jangkauan kita adalah bekerja dan belajar dengan lebih maksimal kemudian yakin akan pertolongan_Nya. Posisikan jiwa kita seperti ini maka pertolongan (kemudahan) akan datang.

Inilah hidup... Mau tidak mau kita akan terlibat dalam segala dinamika kehidupan yang kadangkala terasa sangat melelahkan. Suka tidak suka jiwa dan raga kita akan masuk dalam sebuah pengalaman penempaan jiwa. Inilah media/ medan penyepuhan jiwa yang memang menyakitkan. Karena kenikmatan dunia ada harganya apalagi kenikmatan sejati (surga). Hanya ada 2 output/ hasil yakni lulus atau tidak. Dan setiap penilaian ada reward atau konsekuensi dan balasannya. Itu saja..

Bagaimana cara membakar nafsu? Klik disini untuk lanjutan artikelnya 

Apa ada bukti nyata dalam hal ini? Ada yakni setelah beberapa menit saya upload artikel ini. Baca keajaiban testimonial sahabat kita disini, dan jangan lupa doakan beliau supaya semakin sukses.

Ads/ Iklan


 

Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment