Oct 27, 2014

Mengapa Doa Tidak Kunjung Terkabul?

Saya sudah menulis banyak artikel dengan tema "mengapa doa tidak kunjung terkabul". Nah kali ini saya akan membahas lagi dengan pendekatan iman yakni percaya kepada_Nya. Ada sebuah atsar yang saya ambil dari FBnya Ustadz Yusuf Mansur. Sebuah kata-kata hikmah yang dalam disampaikan oleh Hasan Basri terkait dengan rezeki. Beliau mengatakan sbb,

Hasan Basri berkata:

" Aku telah membaca di sembilan puluh tempat (90 kali disebutkan) di dalam Al Qur'an, bahwa sesungguhnya Allah telah menetapkan (mentaqdirkan) rezeki dan menjamin (menggaransi) rezeki itu untuk makhlukNya, dan aku membaca (hanya) pada satu tempat “syeitan menakut-nakutimu akan kefakiran”, lantas, (apakah layak) kita ragu terhadap perkataan yang Maha Benar di sembilan puluh tempat, sementara kita mempercayai perkataan pembohong (hanya) di satu tempat?

Silahkan dibaca dengan seksama apa yang disampaikan oleh Hasan Basri diatas. Hal itu sungguh-sungguh menyentil kita semua khususnya saya pribadi. Yakni bagaimana Syetan telah sukses memperdaya kita dengan kebohongan demi kebohongannya.

Allah swt telah menjamin dan menggaransi rezeki untuk mahluk_Nya, oleh karena itu sudah selayaknya kita semua berdoa kepada_Nya. Kemudian apa? Kemudian menyerahkan segala keputusan kepada Kebesaran_Nya. Dialah yang menggaransi doa-doa kita.

Masalahnya adalah, kita sudah berdoa, paling tidak sudah mengucap doa misalnya sbb

"Ya Allah mudahkan jalan rezeki kami, jadikan kami orang yang sukses dan bermakna, amin"

Tetapi apa yang terjadi kemudian? ternyata selama bertahun-tahun bahkan puluhan tahun mereka yang berdoa masih tetap saja hidup dalam kekurangan dan kemiskinan. Inilah yang seringkali membuat kita ragu akan efektifitas doa. Ujung-ujungnya adalah meragukan bahwa Tuhan Maha Kuasa didalam mengabulkan doa kita semua.

Salah siapa? Bagi yang belum paham akan mengatakan ini salah dia, mereka bahkan salah Tuhan. Padahal tidak jauh-jauh ini salah anda sendiri. Mengapa demikian? Karena anda merasa sudah mengucap doa, namun pada prakteknya belum sama sekalu.

Anda belum menyandarkan urusan kepada Sang Pencipta. Kadangkala dalam banyak kasus anda lebih percaya kepada selain_Nya. Misalnya
  • Percaya kepada logika
  • Percaya kepada manusia
  • Percaya kepada Pohon
  • Percaya kepada akik
  • Dan lain sebagainya

Intinya dalam beberapa kasus kita lebih percaya kepada selain_Nya, dimana tidak lain artinya percaya kepada Syetan. Kalau sudah begitu mengapa kita memaksa supaya doa terkabul namun kita percaya kepada syetan?

Contoh sederhana begini,

Ada seorang sahabat blog yang curhat kepada kami,

"Pak saya sudah berdoa supaya bisa sukses dan kaya namun selama ini hidup selalu pas-pasan, hutang banyak dan susah untuk mencicil"

"Bapak kerja sebagai apa?"

"Saya Guru honorer Pak, sudah puluhan tahun belum diangkat menjadi Guru tetap"

"Kalau begitu mulai saat ini carilah usaha sampingan Pak, barangkali ada peluang yang lebih menjanjikan"

"Sepertinya sudah tidak ada waktu lagi Pak, waktu saya habis mengajar. Lagian modalnya dari mana?"

"Kalau begitu mengapa tidak terpikir resign dan mencoba peruntungan menjadi pengusaha misalnya?"

"Wah tidak bisa Pak, hidup saya puluhan tahun sudah disini, walau hanya menjadi guru honorer"

"Oooh, kalau begitu disyukuri saja apa adanya Pak"

"Iya Pak, tetapi secara keuangan kurang, bagaimana mau bersyukur?"

"Syukurin saja Pak, mudah-mudahan diangkat menjadi Guru tetap, syukur-syukur menjadi kepala sekolah"

Sobat, obrolan diatas kurang lebihnya adalah apa yang pernah saya lakukan dengan seseorang. Yakni guru honorer yang puluhan tahun bekerja dengan gaji minim. Beliau sudah berdoa namun nyatanya hidup tetap saja kekurangan, tetap menjadi guru honorer.

Apakah anda bisa menangkap pesan dari obrolan saya diatas?

Begini. Beliau sudah berdoa, tidak peduli berapa kali sudah berdoa, namun nyatanya beliau tidak percaya bahwa Tuhan Maha Kaya. Yang beliau percaya dan yakini adalah kalau mencoba usaha sampingan tidak ada waktu dan modal. Kalau resign mungkin karena resikonya tinggi. Satu-satunya harapan adalah diangkat menjadi pegawai tetap, meskipun menunggu puluhan tahun.

Jadi doanya kurang lebih meminta Tuhan supaya menjadikannya guru tetap. Itu yang beliau lakukan selama puluhan tahun. Sehingga ketika selama itu beliau masih honorer kemudian menyalahkan Tuhan karena doanya tak terkabul. Seakan-akan memaksa Tuhan dengan doanya yakni dijadikan Guru tetap apapun yang terjadi. Memaksa Tuhan dengan doa. Padahal doa terkabul menurut kehendak_Nya bukan kehendak kita.

Inilah yang seringkali kita lakukan dengan tidak sadar.Yakni
  • Memaksa Tuhan dalam doa
  • Percaya kepada logika, emosional dan diri sendiri

Pada hakikatnya mereka tidak benar-benar percaya kepada_Nya bahwa Tuhan akan mengabulkan segala doa sesuai dengan kehendak_Nya. Beliau pasti akan menjadi sukses dan bermakna, namun ada syaratnya, dan syaratnya sangat sederhana yaitu percayakan doa hanya kepada_Nya. Simpel

Jadi jawaban mengapa doa tidak kunjung terkabul dikarenakan anda tidak benar-benar berdoa kepada Tuhan Pencipta Alam Semesta, namun berdoa kepada Syetan. Sedangkan apapun yang dijanjikan syetan tidak lain dan tidak bukan kecuali hanya tipuan dan kebohongan belaka.

Artikel ini dipersembahkan oleh


Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment