Oct 11, 2014

Mencari Iman Yang Hilang

Sudah berapa kali anda mendengar kata "Iman?". Sepertinya sudah tidak terhitung lagi, alias sudah sangat banyak. Dua hari yang lalu ketika mendengarkan kutbah Jum'at saya juga mendengar anjuran beriman beberapa kali. Artinya apa? Artinya kata-kata "Iman" sudah tidak asing lagi ditelinga kita. Namun ada yang menjadi masalah besar, apa itu? Simak baik-baik
  • Kita tidak memahami dengan sebenar-benarnya makna/ substansi iman. Yang kita tahu adalah arti atau maksud dari iman
  • Karena tidak memahami dengan sebenarnya, maka pada hakikatnya rasa iman belumlah masuk dalam hati kita. Ibarat air, maka air tersebut belum bisa masuk kedalam bejana yang sudah kita siapkan.
  • Oleh karena itulah, seribu kali kita mendengarkan tausiyah, ceramah agama dan nasehat tentang keimanan, maka seribu kali pula hanya masuk telinga kiri dan keluar telinga kanan.
  • Kemudian hal ini meyebabkan adanya ceramah agama tidak akan membekas dalam hati dan tidak mampu mencegah kita dari perbuatan dosa. Mungkin bisa namun tidak signifikan, dan hanya bertahan satu dua hari saja.

Ini bisa bahaya, bahkan sangat berbahaya. Selama ini kita mengetahui iman hanya sebatas kulitnya saja (termasuk saya) dan tidak paham isinya. Padahal keimanan yang benar adalah pondasi kebahagiaan dan kemuliaan dari kehidupan kita dunia dan akherat.
  • Kalau imannya salah maka berakibat kemusrikan. 
  • Kalau imannya tidak sempurna maka akan berakibat penyesalan
  • Kalau imannya kuat, inilah satu-satunya harapan akan kemuliaan hidup baik didunia maupun di akherat.

Iman itu ada dua yakni iman yang benar dan iman yang salah. Iman yang benar adalah garansi adanya kebahagiaan dimasa depan, sedangkan iman yang salah (lalu dianggap benar oleh penganutnya) adalah jaminan kekecewaan dan kehancuran dimasa depan. Adapun masa depan itu sendiri merupakan bentangan waktu tak terhingga, baik didimensi dunia maupun dimensi setelah dunia (akherat.

Oleh karena itu bagaimana? Jelas sekali kita harus mempunyai "iman" yang benar-benar benar (B3), bukan iman yang menyesatkan apalagi iman yang salah. Lalu bagaimana cara menemukan iman? Karena iman itu muaranya berada dalam hati maka fokus tujuannya adalah cita rasa dalam hati.

Sebenarnya apakah arti iman itu? Kita buat mudah saja, iman itu bahasa arab, setelah di Indonesiakan berarti percaya atau membenarkan.

Ada contoh atau analogi contoh iman dalam kejadian sehari-hari berikut ini.. yakni Iman yang benar-benar benar
  • 1+1=2, apakah anda beriman? Jawabannya, "Ya"
  • Ada sebuah sistem dari akar tumbuhan yang menyebabkan ia bisa menyerap air dan menyebarkannya ke atas, yakni ke batang sampai daun. Apakah anda percaya? "Ya"
  • Dalam partikel terkecil ada yang namanya atom, apakah anda percaya? "Ya"
  • Air itu disusun dari unsur H2 dan O2, apakah anda percaya? "Ya"

Sekarang marilah kita lanjut kepada keimanan yang lebih tinggi dalam kejadian sehari-hari
  • Percayakah anda bahwa bumi itu bulat atau oval? "Ya", apakah anda sudah pernah membuktikannya? "Belum, tetapi saya membaca buku Ilmu pengetahuan"
  • Percayakah anda bahwa jarak matahari ke bumi adalah sekian ribu tahun cahaya? "Ya", apakah anda pernah mengukurnya? "Belum, tetapi saya membaca dari hasil penelitian para ahli"
  • Apakah anda percaya adanya ruh (zat kehidupan)? "Ya", apakah anda pernah melihatnya? "Belum, tetapi tanda-tandanya jelas, yakni adanya kehidupan" 
  • Apakah anda percaya dimana ada milyaran planet dalam galaksi bima sakti? "Ya". Apakah anda pernah menghitungnya?, "Belum, tetapi ini adalah fakta berdasarkan penelitian yang dibantu teleskop"

Nah, berikutnya ada contoh keimanan yang salah, namun faktanya sudah diikuti oleh milyaran manusia didunia, misalnya
  • Percayakah anda kalau 1+1= 2738128710? "Percaya". Mengapa? "Karena saya disuruh demikian oleh orang lain".
  • Percayalah kepada ku, bahwa kjldashljk877 lkjasjkdl 2981979- dasljkhas8928923 adjs823. "Mengapa aku harus percaya, padahal aku tidak paham?". Kamu harus percaya karena kalau beriman, maka kamu akan saya kasih uang banyak. "Baiklah saya percaya dan tolong berikan uang itu"
  • Minumlah baygon, ini akan menyembuhkan sakitmu. "Karena kamu adalah orang bijak, maka saya percaya dan akan meminum baygon ini"
  • Supaya kaya raya, kamu harus puasa 40 hari, kemudian bacalah mantra ini sambil guling-guling. "Baiklah guru, saya akan laksanakan apapun perintahmu, yang penting aku bisa kaya"

Dari ketiga contoh-contoh diatas anda bisa membedakan mana "iman" yang bisa dipertanggung jawabkan dan mana "iman" yang tidak bisa dipertanggung jawabkan. Contoh pertama dan kedua adalah pencarian iman yang mempunyai harapan besar akan adanya kebenaran. Sedangkan contoh ketika atau terakhir adalah pencarian iman yang tidak ada harapan akan teraihnya kebenaran. Hasil akhir pencarian iman ini bisa ditebak, mana-mana yang berpotensi meraih kemuliaan dan mana-mana yang berpotensi mendapatkan kehancuran.

Oleh karena itu, kesimpulan yang bisa ditarik dari artikel pertama tentang keimanan adalah sbb
  • Iman yang benar itu melibatkan akal (otak) didalam prosesnya. Ujung-ujungnya adalah cita rasa iman dalam hati yang sangat jelas rasanya. Tidak masalah melibatkan nafsu didalam melibatkan proses pencarian iman, yang penting jangan sampai tidak melewati akal. Misalnya, Untuk bisa kaya dan mempunyai uang banyak harus belajar bisnis ini, setelah mahir praktekkanlah dengan tekun dan konsisten. Keyakinannya adalah ia merasa yakin bisa sukses. Nafsunya adalah, "ingin kaya"
  • Iman yang salah dan menyesatkan yakni ketika didalam prosesnya tidak melewati akal dan langsung dipaksakan masuk dalam hati. Hal ini menyebabkan rasa yang sumbang dan aneh disebabkan tidak melewati akal sebelumnya. Iman ini disebabkan adanya nafsu yang mendasarinya. Misalnya, kalau mau kaya dan banyak uang dalam tempo yang cepat, maka bermalamlah dibawah pohon ini selama 7 hari. Disini nafsu sangat dominan didalam memaksakan iman supaya menerima statement sumbang tersebut.

Ternyata kita selama ini telah kehilangan pondasi keimanan yang benar, dan masih dalam proses pencarian yang melelahkan. Pembahasan tentang keimanan ini teramat sangat penting, oleh karenanya anda harus membaca artikel saya selanjutnya. Silahkan klik disini untuk membaca artikel selanjutnya

Dipersembahkan oleh

--> Rahasia Kunci Sukses, Rahasia meraih iman yang natural



Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment