Oct 12, 2014

Mencari Iman yang Hilang Bag. 2

Pada bagian pertama kita telah membahas seputar keimanan. Yakni perasaan yakin dan percaya didalam hati dengan keyakinan yang bisa dipertanggung jawabkan, bukan keyakinan yang dipaksakan. Keyakinan yang dipaksakan dinamakan doktrin, baik doktrin orang lain, maupun doktrin diri sendiri.

Seperti dibahas sebelumnya bahwa keimanan yang bisa dipertanggungjawabkan harus melalui proses, yakni melewati akal terlebih dahulu. Sementara keyakinan yang menyesatkan tidak melalui akal dan langsung diterima oleh hati.

Untuk lebih mudah memahaminya lihat gambar dibawah ini,



Makna iman adalah yakin, percaya dan membenarkan dalam hati, bukan dalam otak. Lalu apa hakikat keimanan? Hakikat keimanan adalah meyakini sesuatu kepada yang ghaib baik yang sudah terjadi, sedang terjadi dan akan terjadi. Jadi keimanan itu pada hakikatnya mampu menembus ruang dan waktu. Demikian juga percaya akan substansi ghaib yang mengatur kehidupan manusia dan alam semesta.

Iman yang benar adalah jaminan apa-apa yang dipercaya dalam hati. Salah satu jaminan iman adalah melihat dengan mata kepala sendiri, seiring dengan ruang dan waktu, apa-apa yang dipercaya sebelumnya. Sedangkan iman yang salah juga jaminan, yakni jaminan tidak akan melihat apapun kecuali kekecewaan.

Alkisah, saat kecil Zul bahagia, tidak lain karena janji ayahnya dimana beliau akan membelikan sepeda kalau nilai ulangannya bagus. Berbekal rasa percaya (iman) kepada ayahnya itulah Zul belajar dengan keras. Tujuannya adalah supaya nilai ulangannya bagus dan kemudian ayahnya jadi membelikannya sepeda.

Ketika nilai ulangannya bagus, maka ayahnya membelikan sepeda warna merah sesuai keinginan Zul. Zul sangat bahagia karena memiliki sepeda sebagaimana teman-temannya.

Namun ada kemungkinan setelah berusaha keras untuk belajar nilai ulangan Zul masih belum sesuai kehendak ayahnya. Akan ada beberapa kemungkinan
  1. Ayahnya tetap membelikannya sepeda. Hal ini dikarenakan rasa sayang sang Ayah kepada anaknya
  2. Ayahnya masih memberikan waktu buat Zul belajar lebih keras lagi, dan janjinya tetap akan dipenuhi ketika nilai ulangannya bagus.
  3. Ayahnya tidak membelikannya sepeda, namun beliau menggantinya dengan Tas sebagai hadiah akan kerja keras Zul. Dan ketika nilainya bagus barulah sepeda itu dibelikan

Bacalah kisah diatas beberapa kali sampai anda memahami. Rasa percaya yang utama adalah kepada sang ayah, kemudian berberkal rasa percaya itulah si anak percaya kepada dirinya sendiri. Iman kepada sang ayah adalah garansi, oleh karenanya anak bekerja dan belajar dengan keras agar janji sang ayah terpenuhi. Walaupun setelah bekerja dan belajar keras belum sesuai kehendak sang ayah tetap si anak akan mendapatkan reward atau balasan

Kesimpulannya adalah, kita membutuhkan sandaran hidup sebagai garansi keimanan kita. Sandaran hidup yang pasti akan menggaransi apa-apa yang kita inginkan. Oleh karenanya sandaran hidup itu harus memenuhi syarat-syarat yang masuk akal seperti.
  • Menggaransi 100%
  • Mengetahui masa lalu dan masa depan dengan detail
  • Mempunyai Kuasa yang mutlak
  • Menepati Janji

Pada intinya kita wajib mengenal dengan akal kemudian mempercayai dengan hati akan sifat-sifat Sang sandaran hidup. Harus mengenal dengan sebaik-baiknya sebagaimana kita mengenal ayah dan ibu kita.

Nah, manusia menyebutnya Tuhan dengan definisi dan sosoknya masing-masing.
  • Harta bisa menjadi tuhan apabila ia meyakini bahwa ia sanggup menggaransi impian dan kebahagiaan
  • Demikian pula tahta dan wanita
  • Manusia bisa menjadi tuhan apabila ia dipercaya mampu menggaransi masa depan
  • Demikian pula patung, arwah, roh, pohon keramat, planet dan lain sebagainya.

Ujung-ujungnya pondasi keimanan adalah rasa yakin dan percaya kepada sosok yang super power, entah percayanya masuk akal atau tidak. Pondasi keimanan adalah iman kepada Tuhan. Nah kemudian pertanyaan berlanjut, Tuhan yang mana?

Silahkan baca lanjutan artikelnya disini

Dipersembahkan oleh

--> Rahasia Kunci Sukses, Rahasia meraih iman yang natural




Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment