Oct 5, 2014

Menanam Kebaikan Untuk Bekal Rumah Akherat

Hidup di dunia ini layaknya kita berada di ladang. Berada dimana? Di ladang. Rumah, bekerjaan, keluarga, relasi dan segala bentuk kehidupan dunia adalah di ladang. Segala kekayaan, kemewahan, kemasyhuran, ketenaran dan lain sebagainya tidak lain hanyalah bentuk-bentuk keindahan sayur mayuran yang ada di ladang.



Rumah besar dan mewah sebagaimana rumah kita diladang. Sebesar-besar rumah diladang tidak akan lebih besar dari ladangnya sendiri. Kecil, hanya tempat mampir, tempat istirahat dan minum. Inilah rumah kita yang ada diladang.

Demikian juga sayur, mayurnya, kacang-kadangannya, padinya dan lain sebagainya adalah hasil panen diladang yang seharusnya kita kirim ke rumah asli kita. Bukan kita tumpuk dirumah yang berada didalam ladang. Karena akan membusuk dan tidak ada gunanya.

Demikian pula tanahnya, batunya, pasirnya dan lain sebagainya bisa kita manfaatkan jikalau digunakan untuk menanam sayuran. Atau sebagian bisa dikirim ke rumah asli kita untuk bahan-bahan membangun rumah.

Kirimkanlah sebanyak-banyaknya hasil panen ke rumah asli kita, sekali lagi jangan hanya ditumpuk diladang. Sisihkan sebagian untuk menanam kembali sayuran yang mati, dan juga untuk sekedar minum. Sisanya kirimkanlah ke rumah asli kita.

Namun sebagian besar manusia suka menumpuk-numpuk hasil panennya diladang. Padahal dia tahu bahwa hal itu tidak akan bermanfaat. Justru akan membusuk dimakan ulat dan cacing. Sementara ketika pulang kerumah asli, tidak ada hasil yang bisa dibawa. Menyesal saat itu sudah tidak ada gunanya.

Rumah asli kita adalah diakherat, dan ladang adalah dunia kita tempat kita beramal sebanyak-banyaknya. Kirimkanlah amal kebaikan anda dikampung halaman, yakni rumah anda sendiri di akherat.

Jangan sampai menyesal karena tidak membawa hasil panen dengan cukup, yang menyebabkan kita menderita kelaparan. Dan siksa kelaparan diakherat tidak bisa dibayangkan kepedihannya.

Bawalah sebanyak-banyaknya hasil panen berupa amal kebaikan. Sholat, puasa, sedekah, membantu sesama, menolong orang lain dan lain sebagainya. Pastikan kita pulang ke rumah dengan bahagia, karena hasil panen sudah menumpuk disana. Dan sudah tidak akan perlu khawatir lagi akan kelaparan. Tetapi yang ada hanyalah kepuasan.

Dan kepuasan surga adalah kenikmatan kekal. Hanya bagi mereka yang membawa cukup bekal. Dari kehidupan dunia ia menanam kebaikan, dan dikirmkan kerumah keabadian.

Sebagai penutup renungkan firman Allah swt berikut ini

......... Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu"(Al-Hadiid:20)


Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment