Oct 15, 2014

Membersihkan Hati Menurut Kristen dan Islam

Lagi-lagi ada email masuk ke inbox saya sehubungan ada komentar yang saya isikan di web mereka. Adapun komentar saya adalah sbb.

Admin yang baik. Menyembah matahari dirubah menjadi matahari kebenaran, sunat secara fisik dirubah menjadi sunat hati, makan babi menjadi boleh karena organ manusia juga najis, alkohol boleh yang penting hati. Mengapa anda merubah-rubah perkataan pada tempatnya?

Berikut jawabannya

Sdr Adhin,

Saya ucapkan terimakasih atas komentarnya, itu berarti saudara begitu tertarik untuk mendalami Kitab Suci Allah.

Menurut saya, kami tidak sedang meubah perkataan yang tidak pada tempatnya seperti yang saudara ungkapkan, melainkan menerangkan kebenaran Kitab Suci Allah sesuai dengan konteks dan budaya setempat. Perihal seperti makan babi, sunat, dan alcohol adalah suatu tindakan manusia yang pada dasarnya didorong oleh hati. Seperti contoh jika seseorang sudah disunat secara lahiriah, maka apakah secara otomatis dapat dibersihkan dari kenajisan? Tentu tidak!

"Apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya, sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan, perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan. Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang" (Injil, Markus 7:15-23).

Sudah jelas Kalimah Allah mengajar bahwa hati manusia merupakan "kandang kotor" dan oleh karena itu kita sekalian sungguh najis di hadapan Allah. Jika demikain bagaimanakah agar kita bisa masuk ke sorga (Tercatat dalam Kitab Kehidupan). Sedangkan Kitab Suci Allah mengatakan: "Dan setiap orang yang tidak ditemukan namanya tertulis di dalam kitab kehidupan itu, ia dilemparkan ke dalam lautan api itu" (Injil, Kitab Wahyu 20:15).

Kitab Suci Allah mengatakan: "Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah" (Injil, Rasul Besar Yohanes 3:18)

Apakah saudara Adhin percaya bahwa Isa-Almasih Juruselamat manusia?...

Demikian tanggapan dari saya, semoga saudara Adhin ada dalam perlindungan Allah SWt.

Wasalam

Purnama
Staf, I dan I

Kemudian saya menjawabnya singkat dengan tanpa menukil satu ayatpun baik dalam Al Kitab (Injil) maupun dalam Al Qur'an

Saodah
Benar, hati (immateri) adalah tempat sentral yang mencondongkan manusia melakukan perbuatan, oleh karena itu harus dibersihkan. Hati itu menjadi kotor atau bersih tergantung perbuatan kita. Jadi hati bukan kandang kotor, tetapi tempat yang harus dibersihkan melalui sebuah usaha.

Hati menjadi kotor jika diisi dengan kepentingan, oleh karena itu jauhkan kepentingan dari mengajak orang lain mengikuti agama anda. Cukup sampaikan apa yang menurut anda baik, karena hidayah itu dari Tuhan.

Dalam kaidah ilmu kejiwaan, hati menjadi bersih karena ketundukan. Dalam kaidah ilmu agama, hati menjadi bersih karena mengikuti tuntunan agama.

Jika babi, alkohol, sunat dll adalah perintah agama, maka lakukanlah karena hal itu akan membersihkan hati. Bukan menghindarinya dengan berbagai alasan, karena itu semua akan semakin mengotori hati.

Karena hanya orang yang kurang akal saja yang menyetujui
  • Minum sampai mabuk dan hilang ingatan, yang penting hatinya bersih (yang benar hatinya semakin kotor)
  • Memperkosa atau zina tidak masalah, yang penting hatinya suci (yang benar hatinya sudah rusak)
  • Makan babi lezat dan enak tidak dilarang, yang penting hati (sebenarnya hanya mengikuti hawa nafsu yang dibalut dengan berbagai pembenaran)

Oleh karena percaya Isa Al Masih adalah manusia suci yang diutus, maka umat muslim melakukan segala apa yang beliau sampaikan dengan penuh ketundukan, bukan pembangkangan dengan berbagai dalil.

Kitab Suci Allah, Injil (Al Kitab) adalah apa-apa yang diturunkan kepada Isa Al Masih, dan umat muslim beriman kepadanya, serta melaksanakannya. Sedangkan apa-apa yang disampaikan oleh rosul Yohannes, Markus dll bukanlah Injil dan tidak lebih baik dari apa-apa yang diturunkan kepada Isa Al Masih.

Demikian
Salam



Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment