Oct 22, 2014

Ketika Keinginan Tidak Sesuai Harapan dan Doa

Bapak Adhin, sepertinya memang saya harus menambah kesabaran dalam segala hal, sedekah yang banyak, rutinitas ruhiyah yang intens, kedermawanan  terhadap yang lain belum cukup membantu saya dalam ujian Tes CPNS hari ini. Saya senang ketika memperoleh skor tinggi ( maks 500 ), namun setelah dipadukan dengan peserta yang lain, ternyata saya tergeser lumayan kebawah, padahal yang dibutuhkan hanya tiga. Buku panduan bapak belum bisa saya rasakan seperti yang bapak alami. Mungkin banyak kelemahan saya ketika mengaplikasikan. hanya curhat pak.. hehe (Email dari Mas Nur)



Jawab; Yang sabar ya?

Konsepnya adalah kita berharap Tuhan menentukan, bukan kita berharap dan meminta Tuhan memberikan. Kita berdoa, Tuhan mengabulkan. Yakni memberikan jalan melalui proses ruang dan waktu. Melalui onak dan duri.

Menentukan disini dalam hal waktu serta kepantasan. Sudah pantaskah kita lulus? Kita lah yang menjadi subyek bukan sesuatu dari luar. Ini yang harus dipahami dengan baik. Jangan sampai kita menyalahkan sesuatu diluar diri kita sebagai biang keladi kegagalan. Ini tidak akan membuat anda maju.

"Tuhan, 2 hari lagi debt collector datang menagih hutang, sedangkan saya tidak mempunyai uang. Aku sudah membaca doa ini dan itu Tuhan, oleh karenanya berikan aku uang sebelum 2 hari"

Apakah doanya terkabul? Pasti terkabul. Apakah 2 hari? Tidak.... Kalau semua keinginan sesuai dengan deadline yang kita klaim, maka semua orang juga mau melakukannya. Apakah debt collector tidak datang? Kemungkinan besar akan datang dan mencaci maki kita. Apakah mungkin debt collector memutihkan hutang kita? Sangat kecil kemungkinannya, bahkan mungkin akan mengambil aset kita dengan paksaan

So what gitu lho? Memangnya ada yang salah? Apakah ketika keinginan tidak sesuai harapan kemudian mengaburkan keyakinan kita kepada Tuhan? Sebegitu kerdilkah level keyakinan kita kepada_Nya?

Berapa kali keinginan saya tidak sesuai harapan? Berkali-kali. Saya juga tidak menginginkan usaha saya (saat itu) rugi ratusan juta. Saya ingin keuntungan berlipat ganda. Nyatanya tidak sesuai harapan.
Dan apa-apa yang tidak sesuai harapan mulai membukakan sebuah kesadaran seiring proses dan waktu, bahwa doa kita ijabah melaui gunung dan jurang. Dalam kegagalan ada jalan, dalam kebangkrutan ada peluang asalkan kita memandangnya dengan prasangka yang benar.

Ini tentang mengkondisikan jiwa dan berprasangka baik kepada Sang Pencipta apapun yang terjadi. Inilah yang sulit. Inilah dimana banyak manusia yang gagal, dan terus saja mengalami kegagalan.
Yaitu gagal percaya bahwa Tuhan mempunyai banyak cara untuk mengabulkan doa.

Inilah biang keladi kegagalan demi kegagalah hidup kita. Inilah penyebab kemiskinan merajalela. Hanya karena tidak memahami... Yaitu memahami bahwa semua doa Tuhan lah yang memprosesnya, bukan kita.

Ada yang mengatakan, "Saya sudah tahu itu Mas..." Kalau sudah tahu silahkan diaplikasikan dengan kesadaran. Bukan sudah tahu tetapi masih protes dan komplain kepada Sang Pencipta. Segala masalah, kegagalan, kesedihan adalah wahana dan sarana bagi kita untuk memperbaiki diri, bukan melakukan komplain. Perbaikilah diri kita dengan serius dan jauh dari rasa takut.

Karena faktanya kita sering merasa takut. Takut kalau hijrah akan menyebabkan miskin. takut memulai usaha, takut menjual aset dan mulai melakukan investasi, takut tidak bisa membeli mobil lagi dan ketakutan-ketakutan lainnya. Bagaimana mungkin Tuhan akan memberikan Doa kita jika kita takut? Yaitu takut bahwa segala keinginan dalam doa pasti terkabul? Bukankah ketakutan itu tidak lain hanya mengikuti janji syetan? Bagaimana mungkin orang yang mengikuti syetan akan mendapatkan doa, sedangkan yang diikuti adalah syetan? Sekali lagi ini tentang pemahaman.

Sebenarnya kita sudah seringkali diberikan kesempatan untuk perbaikan diri. Namun nyatanya kita mudah sekali gagal hanya karena sedikit saja ujian keimanan.

Sabarlah... Sampai kapan? Tidak ada kapan-kapanan. Kalau hati anda mempertanyakan kapan, maka giliran saya yang bertanya, sudah sabarkah anda? Nyatanya belum. Yakin 100% anda belum memposisikan jiwa untuk percaya. Percaya kepada Sang Pencipta beserta cara-cara_Nya.

Oleh karena itu jangan sampai satu dua kegagalan dalam meraih keinginan, mengaburkan rasa percaya kita kepada Yang Maha Mengabulkan Doa.

Percayalah keinginan baik yang timbul dari dalam nurani akan menemukan jalannya. Bukan jalan yang mudah tetapi jalan kepantasan adalah jalan yang sulit dan terjal. Lalu mengapa kalau memang demikian? Ada yang salah?

Sobat... Mari kita menjadi pribadi yang tegar dan tangguh. 1 atau 2 kegagalan jangan sampai mangaburkan keyakinan kita kepada Sang Pencipta. Yakin akan ada ruang dan waktu dimana doa kita terkabul, asalkan kita percaya bahwa DIA Akan Mengabulkan Doa.

Kita berbicara ibadah sekarang. Katakanlah sholat sudah dibuat khusuk, sedekah sudah rutin, ngaji juga sering lalu kenapa ia tidak memberikan kekuatan untuk memberikan apa yang kita minta? Yang salah dimana?

Apakah ketika kita sudah rajin ibadah pasti keinginan kita akan diberikan sesuai dengan bayangan pikiran kita? Tentu tidak. Kalau hanya wasilah ibadah bisa menciptakan keajaiban keinginan lalu kenapa banyak kyai yang hidup sederhana?

Bukan begitu sobat... Ibadah mu, ibadahku, dan ibadah seluruh manusia dibumi ini tidak akan cukup untuk membayar karunia Ilahi. Tetapi masalahnya kita merasa besar. Merasa sudah berbuat baik, sudah beribadah lalu mengharapkan imbalan yang pantas. Yakni pantas sesuai dengan kriteria pribadi kita. Ketika perbuatan baik serta ibadah yang intens tidak menunjukkan adanya sinyal bahwa keinginan kita akan menjadi nyata lalu menjadi malas kita ibadah.

Nggak ngaruh sob... Mau ibadah atau enggak itu urusan manusia itu sendiri. Semua menjadi tanggung jawab kita dunia akherat, bukan tanggung jawab orang lain.

Bersedekahlah dengan ikhlas, ibadahlah dengan intens dan khusuk. Allah swt Maha Menghitung, dan tidak memerlukan asisten yakni manusia yang menghitung amal. Allah swt pasti akan membalas dengan tunai dan tidak akan mungkin mengingkari janji. Kitalah yang sering mengingkari janji.

Jangan sampai pahala sedekah, pahala ibadah menjadi rusak sebab kita tidak benar-benar percaya bahwa Tuhan Maha Menghitung.

Sebagai penutup ada sebuah atsar berikut ini

”Tidaklah seorang muslim berdoa kecuali dikabulkannya. Bisa dengan dipercepat pemberiannya di dunia, bisa dijadikan tabungan baginya di akhirat dan bisa juga dihapuskan dosa-dosanya setara dengan doanya selama ia tidak berdoa sambil berbuat dosa atau memutuskan silaturahmi atau meminta cepat-cepat dikabulkan” (HR Tirmidzi dari Abu Hurairoh).

Dipersembahkan oleh Magis7. Panduan rahasia management jiwa. Dapatkan laporan gratisnya disini



Artikel Terkait



1 comment: