Oct 8, 2014

Keajaiban Tafakur Alam Semesta

Siapa yang ingin hidup kaya dan bahagia? Semuanya pasti secara fitrah menjawab seruan ini. Mengapa? Karena begitulah kecenderungan jiwa manusia yang menginginkan kenikmatan dan menghindari penderitaan. Dari pabriknya atau dari sononya sudah begitu. Tidak ada manusia yang tidak menghendaki kenikmatan.

Dan default factory settingnya adalah menghendaki kenikmatan tanpa ada penderitaan. Oleh karenanya ketika ada penderitaan maka jiwa itu tadi akan berteriak, dan segera mencari jalan keluar. Apakah ketemu? Kadang ketemu kadang enggak, tergantung bagaimana warna atau keadaan jiwa tersebut.

Seperti apa analogi jiwa? Lihat gambar dibawah ini

http://magis7.com/?id=bisnis
Jiwa itu seperti kuda liar yang maunya berlari kesana kemari. Menjadi tugas akal dan hati untuk mengendarainya sesuai dengan jalur yang seharusnya. 

Jika jiwa tidak dipoles dengan baik oleh akal dan hati maka ia tidak akan mendapatkan jalan keluar, sebaliknya jika ia sudah diberi warna positif oleh akal dan hati, maka ia akan berjalan dengan pasti menuju solusi.

Intinya adalah kepahaman jiwa.. Kalau sudah paham maka mudahlah ia menjalani hidup ini dengan keyakinan yang diluar imajinasi. Kalau belum paham maka,
  • Mau membaca blog ini ribuan kali
  • Mau mendengarkan tausiyah dari Ustadz Yusuf Mansyur, AA Gym, Ustadz Arifin Ilham atau siapapun juga, maka efeknya tidak akan bisa bertahan lama.
  • Demikian juga mau mendengarkan motivasi dari Bp TDW, Andre Wongso, H Kartajaya, Ippho Santosa atau siapapun juga maka sama saja hasilnya. Tidak akan bisa bertahan lama

Baik sekali mendengarkan nasehat dan wejangan dari orang lain karena ini dinamakan mencari papan penunjuk jalan, namun menurut saya yang paling baik adalah perenungan diri, muhasabah, tafakur alam semesta dan lain sebagainya. Yakni melakukan refleksi mendalam mengenai kehidupan itu sendiri dan alam semesta.

http://magis7.com/?id=bisnis


Mari kita buktikan
  • Nabi Ibrahim as melakukan tafakur alam semesta sebelum mendapatkan pemahaman mengenai Tauhid
  • Nabi Musa as selama bertahun-tahun bekerja di rumah Nabi Yakub as sambil memperhatikan kebesaran semesta alam
  • Nabi Muhammad saw seringkali menyepi di gua hira' sambil memikirkan alam semesta, sehingga akhirnya diberikan wahyu

Jadi keyakinan yang kokoh, berawal dari pemahaman sedangkan pemahaman berawal dari perenungan atau muhasabah. Nabi dan utusan Tuhan melakukannya dengan sangat intens, bagaimana dengan kita?

Kalau begitu bagaimana selanjutnya. Jelas mulai saat ini sempatkanlah diri anda untuk melakukan refleksi atau muhasabah semesta alam. Silahkan pergi ke lapangan, sawah, pegunungan, pantai, gunung dan alam semesta lainnya. Kalau bisa alam yang masih asri dan natural sehingga mampu memberikan kesan yang lebih dalam.

Kemudian amati bagaimana rumput tumbuh, air jatuh, bunga beraneka warna, macam-macam hewan di hutan, dan lain sebagainya. Rasakan kedamaian, kesejukan, keindahan dan keharmonisan alam semesta. Kemudian mulailah melakukan perenungan yang lebih dalam lagi yakni mengapa alam semesta bisa seperti ini. Maksudnya mengapa alam semesta bisa begitu indah dan harmoni?

Insya Allah nanti pada saatnya akan sampai kepada sebuah kesimpulan dimana alam semesta ternyata takut. Bahkan sangat takut untuk keluar dari aturan yang mengikatnya. Ia tunduk, patuh tanpa pertanyaan. Dengan wasilah ketundukan itu tadi maka kita lihat alam semesta begitu indah, kaya, mempesona, seimbang, serasi, dan lain sebagainya seakan-akan menari dalam tarian tasbih semesta alam.

Oleh karena itu sederhana saja. Jika anda ingin
  • Kaya, sukses dan hidup berkelimpahan
  • Berpengaruh, mempesona, berwibawa
  • Bermanfat, bermakna dan berguna bagi sesama
  • Bahagia, dan penuh dengan aura kedamaian dan ketenangan
  • Menciptakan berbagai macam keajaiban dalam hidup

Lakukan sesuatu, yakni tafakur semesta alam.

Sekali lagi belajar dengan orang lain termasuk dengan saya misalnya belajar rahasia kunci sukses dan juga belajar magis7 sifatnya hanya papan penunjuk jalan. Sedangkan papan petunjuk itu mengarah pada diri anda sendiri, bukan orang lain.

Ads
Magis7 --> 77 Hari belajar manajemen jiwa



Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment