Oct 10, 2014

Kaitan Antara Jiwa dan Hukum Tarik Menarik Semesta Alam (LOA)

Saya mau bertanya lg apakah kekuatan jiwa ada terkaitnya dgn LOA atau hukum tarik menarik dgn Alam ? Dan LOA itu apakah memang ada mas? Saya sring mengalami mimpi yg trkadang mimpi itu menjadi sebuah kenyataan mas? Baik itu mimpi yg buruk atau baik..apakah hal ini normal? Dan terkadang apa yang di kata kan suara hati saya benar terjadi di kehidupan apa yg trjadi dgn saya ini normal ? Jk tidak normal apa yg hrs sy lakukan mas..? Mhon di jawab ya mas adhin di tunggu jawaban nya.. Wassalam


Sebelum saya menjawab pertanyaan sobat, saya hanya ingin menginformasikan bahwa apa yang saya sampaikan diblog ini hampir semuanya adalah hasil dari refleksi diri. Saya bukan pakar yang mengikuti banyak kursus mengenai hipnosis ataupun ilmu lainnya.

Saya mau bertanya lg apakah kekuatan jiwa ada terkaitnya dgn LOA atau hukum tarik menarik dgn Alam ? 

Jawab: Kalau kita membahas kekuatan jiwa maka kita harus memahami apa itu jiwa. Silahkan browsing di blog ini, atau membaca panduan magis7. Kalau anda tidak paham maka akan sulit untuk bisa masuk kedalam pengertian yang saya inginkan.

Jiwa itu pada hakikatnya adalah nafsu manusia, sementara nafsu tersebut dipoles atau dibentuk oleh akal dan hati. Jadi kecenderungan nafs dikendalikan oleh akal dan hati. Apa-apa yang sudah masuk dalam jiwa artinya sudah menjadi keyakinan terlepas benar atau salah.

Misalnya, anda yakin dalam gelap ada hantu, oleh karenanya anda takut. Kalau phobia gelap sudah masuk dalam jiwa, maka akal dan hati sudah susah untuk menyembuhkannya. Anda akan tetap takut dalam gelap meskipun pikiran anda menolaknya dan hati anda mencoba untuk tidak percaya.

Apakah ada kaitannya dengan LOA atau hukum tarik menarik? Sangat terkait. Alam semesta dan aturannya (sunnatullah) ibaratnya adalah refleksi dari kondisi jiwa. Kalau anda yakin bisa sukses (keyakinan dalam jiwa) maka anda akan sukses, terlepas anda suka atau tidak. Karena apa yang anda lihat, dengar dan rasakan dari suara alam adalah suara kesuksesan, sehingga
  • Anda melihat peluang dimana orang lain melihat dengan biasa saja
  • Anda akan bertemu dengan orang baru yang mendukung usaha anda, dimana orang baru tersebut jika bertemu dengan orang lain tidak akan begitu. Maksudnya tidak akan mendukung usaha mereka.
  • Anda akan menemukan modal dari Bank misalnya, disaat orang lain kesulitan untuk meminjam.

Dan banyak parameter alam semesta lainnya yang aura atau warnanya akan berubah sesuai dengan warna dalam jiwa anda. Jadi sebenarnya jiwa andalah yang merubah segalanya.

Dan LOA itu apakah memang ada mas? 

Jawab: Tergantung dari mana memandangnya, takutnya anda salah pemahaman. Tetapi pada hakikatnya LOA itu memang ada jika pengertiannya adalah kelimpahan. Kelimpahan disini adalah memberikan nikmat dan karunia tiada batas kepada manusia tanpa kecuali. Hal ini masih dalam bingkai sunnatullah, artinya alam semesta adalah perpanjangan tangan dari Sang Pencipta untuk menunjukkan eksistensi_Nya dimana DIA Maha Pemurah dan Penyayang.

Tetapi sekali lagi LOA itu adalah hukum yang sudah baku dari sananya. Yang tidak baku atau bisa dimodif adalah diri kita sendiri. Jika kita bisa menyesuaikan diri dengan LOA maka kita akan mendapatkan/ melihat hukum LOA bekerja atas kita.

Daerah mana dari diri manusia yang bisa di modif? Ada siklus/ proses yang tidak pendek, namun ujung-ujungnya adalah pemolesan jiwa itu tadi. Salah satu keluaran pemolesan jiwa adalah terbentuknya persepsi/ prasangka. Jika kita berprasangka bahwa Allah swt Maha Kaya dan Mengayakan, kemudian kita berdoa dengan nama-nama tadi, maka kita akan kaya dan bisa mengayakan orang lain.

Mengapa bisa demikian? Karena prasangka diri kita yang berasal dari jiwa akan mampu melihat alam semesta beserta parameternya dalam bentuk yang lain. Bentuk yang mana manusia lain tidak mampu melihatnya. Ibarat kata anak muda, "kalau cinta sudah melekat, tai kucing rasa coklat". Padahal semua orang akan muntah memegang tai kucing, apalagi memakannya. Namun prasangka dalam jiwa kita mampu merubah warna alam semesta sesuai dengan kondisi jiwa.

Saya sring mengalami mimpi yg trkadang mimpi itu menjadi sebuah kenyataan mas. Baik itu mimpi yg buruk atau baik..apakah hal ini normal? 

Jawab: Adapun mimpi orang biasa lebih banyak hanya bunga tidur. Bunga tidur ini juga hasil bayangan rekaman kehidupan nyata. Yakni rekaman jiwa pada saat menjalani petualangan dialam nyata. Jika mimpi baik maka bersyukurlah, jika mimpi buruk maka istighfarlah, dikarenakan mimpi buruk ada andil syetan didalamnya.

Bagaimana dengan mimpi menjadi kenyataan? Bisa kebetulan bisa juga dikarnakan kondisi jiwa ybs sudah terpoles dengan baik. Orang mengatakan dejavu, yakni melihat sebelum melihat. Atau melihat sesuatu yang belum terjadi melalui mimpi.

Misalnya orang yang sangat dekat hubungan emosinalnya akan bermimpi tentang sesuatu. Misalnya giginya copot, dimana pertanda akan ada berita sedih. Kenyataannya adalah orang yang kita cintai kecelakaan atau meninggal dunia, misalnya.

Apakah normal? Normal-normal aja, cuma mungkin anda mempunyai sedikit kelebihan dibanding dengan orang lain yakni kepekaan jiwa. 

Dan terkadang apa yang di kata kan suara hati saya benar terjadi di kehidupan apa yg trjadi dgn saya ini normal ? Jk tidak normal apa yg hrs sy lakukan mas..? 

Jawab: Normal. Kita akan mudah memahaminya dengan pendekatan kejiwaan. Jiwa mempunyai kepekaannya tersendiri. Kepekaan bahasa lainnya adalah intuisi. Sedangkan kepekaan jiwa dihasilkan dari prasangka/ keyakinan. Oleh karena itu ada 2 kemungkinan
  • Jika prasangka anda benar maka ini namanya kelebihan (karomah)
  • Jika prasangka anda salah, maka ini adalah bisikan syetan

Lalu bagaimana menyikapinya? Pernah mendengar bahwa Iblis menggoda manusia melalui peredaran darah dan nafsu? Nah inilah yang harus kita pahami dengan baik. Jiwa kita adalah target atau subyek immateri yang terus mengalami perkembangan dan penyempurnaan, sekaligus target dari godaan dan bisikan Iblis (syetan).

Penyempurnaan jiwa yang dikendalikan akal dan hati, kemudian bertemu dengan Iblis yang menambah-nambahi dan memberi bumbu-bumbu negatif menghasilkan keadaan jiwa yang lain. Jika jiwa kita tunduk kepada kebenaran maka ia akan menjadi jiwa yang tenang dan terkendali, namun jika Iblis berhasil memasukkan banyak software negatif dan virus-virusnya pada saat perkembangan jiwa maka ia akan menjadi jiwa yang berwarna.

Dari proses-proses inilah terbentuk milyaran jiwa yang berbeda.

Oleh karena itu akan lebih baik kalau kita tetap memandang lurus kepada kebenaran bukan hanya memandang segala sesuatu dari hasil prasangka tanpa bukti, karena ujung-ujungnya menyesatkan. Apakah kebenaran itu? Sebagai muslim kita tahu bahwa petunjuk, berita, warna, aura, aturan dan kebenaran-kebenaran lainnya ada di manual book yang bernama kitab suci Al Qur'an

Pembahasan kejiwaan menjadi sangat menarik, karena dengan ini kita memahami sesuatu yang besar. Saya tidak mungkin menulisnya disini. Kalau berkenan silahkan kunjungi web saya magis7.

Salam


Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment