Oct 17, 2014

Inilah Penyebab Doa Lambat/ Tidak Terkabul

Sebelumnya mohon maaf,saya mau nanya kira2 apakah penyebab lambatnya do'a di jawab sama Allah,apakah karena dosa yg saya lakukan ,atau karena kurangnya keyakinan atas do'a yg saya mohonkan kpd Allah..wasallam. (email dari Aldim)


Jawab: Waalaikum salam, semoga apa yang anda doakan segera terkabul. Amin

Apa penyebab doa lambat terkabul? Atau apa yang menyebabkan doa kita belum/ tidak terkabul? Jika anda googling maka akan menemukan jawaban dari berbagai sisi, namun nampaknya penjelasan yang ditawarkan oleh mereka barangkali belum bisa memuaskan anda.

Jika jawaban dari mereka yang notabene berstatus kyai dan ustadz belum bisa memuaskan anda apalagi dengan saya yang hanya orang biasa? Tentu kemungkinan lebih tidak memuaskan.

Silahkan kalau berkenan untuk browsing blog ini dikarenakan saya juga sudah menulis alasan mengapa doa belum juga kunjung terkabul. Saya sudah menulis beberapa artikel terkait dengan hal ini.

Menurut saya jawaban utamanya adalah kurang/ tidak adanya keyakinan dalam doa. Sedangkan keyakinan didapatkan melalui pemahaman, dan pemahaman itu sendiri didapatkan melalui pengamatan.

Bahkan semua doa itu pasti terkabul baik yang berdoa itu Muslim atai Non Muslim, yang penting memposisikan diri kepada sebuah kondisi, yakni yakin dan percaya bahwa Tuhan akan mengabulkannya. Nampak sederhana namun menjadi sangat rumit dikarenakan belum adanya pemahaman yang benar.

Yang sering kali kita lakukan adalah, "Mengapa dia, mereka, anda, dan lain sebagainya". Kita jarang mengatakan, "Mengapa saya...."

Jadi kita condong mengatakan, "Mengapa Tuhan belum/ tidak mengabulkan doa" dari pada, "Apa yang kurang pada diri saya sehingga impian (baca=doa) belum juga terealisasi?". Artinya kita cenderung suka menyalahkan sesuatu diluar diri kita dari pada instrospeksi diri. Inilah penyebab utama mengapa diri kita lambat menuju kemajuan.

Ketika gagal, kita cenderung melemparkan kesalahan pada orang lain. Demikian pula ketika bangkrut, sedih, kecewa dan lain sebagainya. Inilah kebiasaan yang remeh namun menyebabkan hasil yang sungguh-sungguh tidak kita inginkan.

Oleh karenanya sebelum menyampaikan komplain kepada Tuhan tentang doa kita, terlebih dahulu cek dalam dada anda. Benarkah kita sudah mengenal Tuhan dengan benar, kemudian seberapa kita yakin kepada_Nya. Itu saja kok, tidak sebegitu rumit seperti yang anda bayangkan.

Lalu bagaimana?

Jelas kenalilah Tuhan Yang Maha Mengabulkan Doa. Kalau sudah yakin maka doa apapun akan dikabulkan. Kalau tidak dikabulkan namanya bukan Maha Mengabulkan Doa dong? Untuk mengenal Tuhan membutuhkan proses, yakni dari kita lahir sampai meninggal dunia. Namanya proses tidak langsung bisa memahami dengan baik. Bahkan anda bisa saja tersesat dalam jangka waktu tertentu sebelum mengenal dengan benar. Yang penting niat anda, jika niatnya kuat maka anda akan bertemu dengan Tuhan Sang Pencipta Semesta Alam.

Mari fokus kepada mengapa doa lambat terkabul dengan pendekatan kejiwaan. Pada tahap awal panca indera kita mengamati, kemudian hati meyakini. Kolaborasi akal dan hati inilah yang akan mempengaruhi perkembangan jiwa manusia. Ketika jiwa sudah mengenal Tuhan dengan benar melalui proses akal dan hati sebelumnya maka ia akan mengalami transformasi menjadi jiwa yang lebih tangguh.

Sedangkan jiwa itu berisi keinginan dan keinginan yang seakan tiada akhir. Fitrah jiwa adalah menginginkan kenikmatan sejati, itulah sebab diciptakan surga bagi jiwa-jiwa yang mau menahan diri.

Jiwa yang mengenal Tuhan akan memanjatkan keinginan dalam doa. Ia sudah berada dalam posisi percaya bahwa doanya pasti akan dikabulkan. Namun yang namanya jiwa (baca=nafsu) pasti pada suatu titik ada kejenuhan didalam menunggu doa. Sehingga syetan membisikinya untuk berbuat dosa.

Saya sudah menjelaskan dengan detail mengenai rahasia kejiwaan dalam panduan magis7. Silahkan kalau berkenan untuk melihat-lihat webnya.

Siapapun juga, tidak terkecuali pasti pernah berbuat dosa. Itulah mengapa doa-doa kita kadangkala lambat menjadi nyata. Mengapa? Karena posisi yakin dan percaya disamarkan oleh syetan. Nah ketika pada suatu titik ada sebuah kegagalan barulah kita sadar bahwa tidak ada yang dijanjikan syetan kecuali kebinasaan.

Kita lalu menyesal, inilah makna dari pentingnya istighfar/ instrospeksi. Inilah biasanya seorang muslim kembali lagi kepada Tuhan, yakni ketika sudah buntu. Dan pada titik itulah jalan bagi terkabulnya doa terbuka kembali. Waktu bagi terealisasinya keinginan menjadi semakin dekat.

Ketika syetan berhasil mempengaruhi lagi, maka jalan itu (terkabulnya doa) tertutup lagi sampai kita kembali. Begitulah seterusnya sampai apa yang kita inginkan menjadi kenyataan.

Oleh karena itu kata kuncinya adalah "yakin".
  • Yakin kalau kita sudah mengenal_Nya dengan benar
  • Yakin ketika berdoa
  • Yakin ketika nampaknya belum ada titik terang
  • Yakin ketika didalam prosesnya justru mengalami kegagalan

Tetap yakin kepada cara-cara Tuhan, bukan sesuai dengan prasangka kita, didalam mengabulkan doa setiap hamba_Nya. Dan garansi keyakinan adalah mendapatkan apa-apa yang kita yakini yakni dalam bentuk terkabulnya doa.

Kesimpulannya adalah, kenalilah Tuhan terlebih dahulu. Muhasabah/ tafakur semesta alam mungkin perlu anda lakukan. Yakni mengamati alam semesta beserta sifat-sifat ketundukan kepada sebuah aturan dibaliknya. Aturan dibalik ketundukan alam itu dinamakan sunnatullah. Sedangkan Pendesign/ Pencipta aturan adalah Tuhan Semesta Alam.

Setelah itu apa? Sama dengan sifat yang dicontohkan alam, yakni tunduklah kepada aturan sunnatullah. Jangan suka komplain, jangan suka membantah melalui pertanyaan-pertanyaan yang seakan-akan meragukan Kuasa Tuhan. Tunduk ikhlas kepada cara-cara Tuhan didalam mengabulkan doa kita semua. Ketundukan dan kepasrahan itulah makna Islam. Jadi sebelum anda benar-benar tunduk, maka bisa kita belum bisa disebut dengan Muslim yang sebenar-benarnya.

Artikel ini dipersembahkan oleh


Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment