Sep 15, 2014

Wilayah Tuhan vs Wilayah Manusia

Selamat datang saya ucapkan kepada pembaca blog sederhana ini. Saya Adhin Busro pemilik blog yang membahas tentang rahasia kehidupan. Kali ini saya ingin sedikit membahas tentang kecenderungan pembaca blog Adhin Busro, maksud saya apa sih sebenarnya yang mereka cari? Kita akan bahas..

Apa yang pembaca dan sahabat cari dari blog ini? Simak baik-baik
  • Mencari amalan dan doa untuk berbagai kebutuhan hidup 
  • Mencari cara-cara (kalau bisa instan) untuk bisa kaya, lunas hutang, cepat jodoh, dagangan laris dan lain sebagainya.
  • Mencari cara-cara ghaib agar supaya keghaiban tersebut akan membantu mengurai beban hidup yang semakin berat
  • Menginginkan kehidupan yang bahagia baik didunia maupun diakherat.

Itulah sebagian topik yang dicari dalam blog sederahana ini, oleh karena itu lets talk.. :) Mari kita bahas secara singkat saja.

Sebenarnya yang pembaca dan sahabat cari adalah bagaimana memenuhi nafsu/ jiwa yang menghendaki adanya kenikmatan dan kebahagiaan hidup. Apakah salah? Jelas tidak sama sekali, justru ini adalah langkah yang benar. Apalagi anda menemukan blog saya yang Insya Allah mengajak pembaca untuk berpikir dan beriman pada tempatnya.

Ingin kaya, banyak uang, hutang lunas, cepat jodoh, mendapat keturunan, dagangan laris dan lain sebagainya adalah sebuah keinginan manusiawi yang begitu adanya. Orang yang tidak berkeinginan seperti diatas bisa dibilang manusia yang teramat sangat suci. Dan menurut saya jaman sekarang ini sudah tidak ada lagi orang seperti itu.

Namun dari berbagai tipe dan kharakter manusia yang mempunyai nafsu diatas, ada yang bisa memanage/ mengendalikannya ada yang kesulitan mendrive jiwanya. Orang yang bisa memanage jiwa/ nafsunya adalah mereka yang tenang dan bijaksana didalam menginginkan sesuatu. Sementara orang yang tidak mampu mengendalikan jiwanya maka akan mengusahakan cara-cara yang bahkan tidak masuk akal dengan harapan keinginannya terpenuhi.

Misalnya seseorang yang sudah lama miskin sehingga merasa hidupnya begitu berat. Jangan salah, mereka miskin namun pikirannya dipenuhi dengan keinginan yang berbau khayalan tentang uang dan kekayaan. Pada akhirnya mereka dengan kharakternya yang keliru mencari amalan-amalan uang ghaib, uang sajadah, pelihara tuyul dan lain sebagainya.

Atau mereka yang berhutang dalam jumlah besar, sehingga nampak mustahil bahwa hutangnya akan mampu dilunasi. Hal ini menyebabkan kebuntuan yang pada akhirnya akan menjadikannya putus asa. Lalu pada kesempatan yang lain mereka mencari cara agar hutangnya bisa lunas, kalau perlu pelihara tuyul juga tidak masalah.

Sebenarnya point apa yang hendak saya bahas disini?

Saya ingin share tentang sesuatu yang terlupakan oleh kita semua. Yakni pemahaman dan kesalahpahaman. Sepintar apapun anda, sealim apapun anda saya tidak peduli, namun kali ini cobalah untuk mengakui bahwa ada kesalahpahaman tentang kehidupan itu sendiri. Mari kita buktikan....
  • Banyak santri pondok pesantren yang hidupnya miskin walaupun sudah mengamalkan amalan dan doa serta membacanya ribuan kali.
  • Banyak orang alim yang paham agama namun ketika berdoa supaya bisa kaya, nyatanya tidak kaya-kaya juga
  • Banyak orang miskin yang hidupnya bahkan cenderung bertambah miskin walaupun sudah (katanya) bersabar dan ikhlas.
  • Banyak mereka yang berhutang namun hutangnya tidak kunjung lunas padahal sudah membaca doa melunasi hutang ribuan kali
  • Banyak yang pergi ke dukun dan paranormal dengan diwasiatkan sejumlah benda yang menjanjikan kekayaan, nyatanya hanya kebohongan belaka
  • Banyak orang yang mempunyai uang banyak namun faktanya hutang jauh lebih banyak
  • Banyak orang kaya yang faktanya hidup dalam perasaan stress, pusing dan was-was
  • Banyak orang yang tidak sholat malah rezekinya lancar
  • dan masih banyak fakta lapangan yang mengatakan demikian

Pertanyaannya adalah mengapa hal itu bisa terjadi? Jelas sekali ada kesalahpahaman atau missunderstanding. Bagaimana menjelaskan kesalahpahaman ini? Jujur saya bingung harus memulai dari mana, karena perlu penjelasan yang menyeluruh sehingga anda bisa memahami secara utuh. Tetapi saya akan mencobanya dari pembahasan tentang beliefs/ keyakinan dan persepsi/ prasangka.

Kita patut bersyukur dikarenakan kepercayaan kita kepada Tuhan. Kita percaya dan yakin bahwa ada Tuhan dibalik semesta alam. Dia Maha Kuasa, Maha Kaya dan Maha Mengabulkan doa. Tetapi mengapa kita merasa sudah berdoa namun belum dikabulkan, bahkan kondisi hidup cenderung memburuk? Nah, ini berkaitan dengan persepsi/ prasangka. Yang berdoa adalah jebolan pondok pesantren saja tidak dikabulkan apalagi doa saya dan anda yang hanya orang biasa.

Ini namanya keyakinan yang benar dalam persepsi yang salah. Kita percaya Tuhan Maha Kaya lalu seolah-olah melemparkan tanggung jawab akan segala keinginan kita kepada_Nya. Misalnya salah satu contoh pertanyaan dari sahabat kita

"...Mas Adhin, saya sudah berdoa dengan khusuk, sudah sedekah dsb tetapi mengapa hidup saya tidak kunjung berubah menjadi lebih baik?, Saya sudah berusaha namun hasilnya tetap saja kurang bahkan hutang menumpuk, apa yang salah pada diri saya? Saya sudah ikhlas dan bersabar, tetapi sampai kapan?"

Jelas ada yang salah, dan kesalahannya seringkali fatal. Sahabat kita belumlah khusuk, belum sedekah, belum ikhlas dan sabar, belum berusaha bahkan belum berdoa. Saya yakin akan hal ini. Mengapa? Hadeh, penjelasannya bisa melebar kemana-mana, tetapi intinya adalah, doa dalam keyakinan kepada Sang Pencipta tidak akan ada pertanyaan. Titik...

Supaya tidak panjang lebar akan saya jelaskan begini. Tidak diragukan lagi Tuhan Maha Kaya dan Maha Mengabulkan Doa. Namun kita juga harus sadar bahwa pencipta takdir hidup adalah diri kita sendiri, namun semua itu masih dalam bingkai kehendak Tuhan. Kira-kira bingung ndak memahami hal ini?

Jadi kaya atau miskin, hutang lunas atau tidak ini masih dalam wilayah manusia dimana tentu saja harus berpikir jauh lebih cerdas dan bekerja jauh lebih keras untuk mendapatkan uang dan kekayaan. It is ultimately our responsible guys.... :)

Kalau ada yang mengatakan, "Saya sudah berusaha.... dst" maka akan saya katakan, anda belum berusaha sebagaimana mestinya. Anda lebih mengandalkan Pribadi Maha Kuasa daripada usaha anda sendiri. Anda melemparkan tanggung jawab dan takdir sepenuhnya kepada Tuhan. Jelas sekali segala takdir adalah bingkai kehendak Tuhan. Ini kalau kita bicara dalam skop yang luas dan lebar. Tetapi dalam kehendak_Nya ada kehendak bebas manusia. Saya lagi-lagi berharap sampai disini anda memahaminya dengan benar.

Saya akan membagi 2 wilayah berikut ini
  • Wilayah manusia --> Adalah tanggung jawab manusia
  • Wilayah Tuhan --> Mencakup wilayah manusia dan semesta alam

Wilayah manusia adalah apa yang bisa kita usahakan dengan maksimal. Permasalahannya saya banyak menemukan mereka yang mengaku sudah berusaha maksimal faktanya belum sama sekali. Ingat ini, berusahalah dengan sangat maksimal dan tidak ada kata menyerah. Supaya apa? Supaya wilayah Tuhan akan berbicara.

Wilayah Tuhan mencakup wilayah manusia itu sendiri dan seluruh semesta alam. Jadi ketika anda makan/ minum/ pergi ke kantor dll ini wilayah manusia disatu sisi sebagai sebuah pilihan tindakan, namun juga menjadi wilayah Tuhan.

Saya akan mengulang kembali statement sebelumnya yakni hidup/ takdir anda, anda sendirilah yang memilih dan menentukan. Lalu apa fungsi doa, amalan dan sebagainya? Fungsinya adalah menciptakan gambaran keyakinan. Dan gambaran keyakinan ini sudah diluar kekuasaan manusia, dan hanya Tuhan yang bisa menjamin.

Misalnya begini, anda membaca doa melunasi hutang dengan mantap dan yakin. Lalu anda bekerja dengan lebih keras, membuka usaha sampingan, memperbanyak relasi dan lain sebagainya sebagai bagian dari wilayah manusia. Mengapa anda rela melakukan tindakan yang melelahkan tersebut? Karena ada keyakinan atau gambaran keyakinan yang menembus batas ruang dan waktu bahwa hutang anda pasti bisa lunas. Keyakinan yang disandarkan kepada Tuhan Semesta Alam.

Sementara penjelasannya saya cukupkan disini dulu. Sedikit sedikit yang penting paham. Artikel ini cukup panjang namun pada hakikatnya hanya segelintir pemahaman yang coba saya berikan kepada anda. Masih banyak dan akan semakin bercabang-cabang bila saya jelaskan semuanya.

Begini saja, untuk menambah wawasan silahkan baca-baca panduan GRATIS free member

--> Panduan gratis free member tentang amalan dan doa klik disisni

--> Panduan gratis free member tentang rahasia kejiwaan klik disini


Presented by

Rahasia Kunci Sukses --> Rahasia memahami amalan dan doa sukses

Magis7 --> Belajar memahami kekuatan jiwa manusia

N/B: Saya telah membuat artikel sambungan dari judul diatas (Wilayah Tuhan vs Wilayah Manusia), silahkan klik disini



Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment