Sep 15, 2014

Wilayah Manusia VS Wilayah Tuhan bag 2

Kita akan sedikit mengulas kembali pembahasan sebelumnya yang singkat (Padahal pembahasan sebelumnya sudah cukup panjang:) ) yakni tentang wilayah manusia dan wilayah Tuhan. Ini nampak berdiri sendiri padahal tidak. Namun bisa menjadi "IYA" jika kita berpikir dalam kerangka manusia. Namun bagi Tuhan semua masih dalam Kehendak Dirinya. Jangankan manusia dan takdirnya, sebutir pasir di padang pasir saja masih dalam pengawasan dan Kehendak_Nya.

Sekarang saya mau membuat sebuah analogi begini..

Ketika anda sedang mengerjakan tugas kantor di meja kerja anda di rumah sewaktu libur tiba-tiba anda merasa lapar. Dimeja makan sudah tersedia makanan yang bisa anda makan. Lalu ada dua kemungkinan, yakni anda akan mengatakan..
  1. "Yaaah, lapar nih, makan dulu ah". Lalu anda berdiri dan berjalan menuju ke meja makan lalu makan sampai kenyang.
  2. "Yaaah, lapar nih, Tuhan beri aku makan... (Setelah menunggu beberapa saat), "Tuhan aku lapaaaarrr!!!!". Dan anda masih tetap berdoa sambil bekerja. Lalu keesokan harinya anda pingsan.

Point pertama adalah manusia yang waras, karena kita mempunyai kaki untuk melangkah dan tangan untuk meraih makanan. Point ke dua adalah mereka yang belum paham (kadang kala kurang waras) bahwa untuk bisa mendapatkan makanan dan merasa kenyang mereka harus berjalan menuju meja makan. Simpel banget hal ini.. Saya harap pembaca paham.

Uang, kekayaan, relasi, kesehatan dan lain sebagainya adalah disebabkan oleh misalnya rasa lapar, yakni laparnya nafsu. Untuk bisa mengenyangkannya maka kita harus bergerak, berusaha, berjalan dan meraih apa-apa yang menjadi keinginan kita. Makanan sudah ada di meja semesta alam, dan keberadaannya begitu melimpah ruah. Kita tinggal memetiknya melalui sebuah usaha. Kalau belum juga mendapatkannya maka berusahalah lagi sampai dapat. Sampai kapan? Sampai dapat.

Inilah yang saya maksud dengan wilayah manusia yakni apa-apa yang masih bisa kita usahakan dan kita kejar sampai dapat. Kalau tidak dapat maka ini adalah salah kita, jangan sekali-kali melemparkan kesalahan kepada pihak lainnya.

Kemudian ada sesuatu yang bukan wilayah kita lagi. Misalnya dari mana makanan berada, dengan bahan-bahan apa ia dibuat, dimana petani menanam sayuran dsb. Ini adalah wilayah orang lain.

Inilah iman. Kita berusaha sebagai bagian dari wilayah manusia sementara ada wilayah diluar jangkauan kita. Dalam hal ini kita hanya mengharapkannya dalam doa supaya mendapatkan hasil yang terbaik, misalnya.
  • Siapa nama, alamat dan tipikal orang yang akan membantu kita satu tahun ke depan
  • Bagaimana cuaca atau kondisi malam ini apakan menunjang aktifitas kita/ tidak
  • Berapa jumlah pasti makanan yang akan kita dapatkan beberapa waktu kedepan.
  • Siapa nama dan asal jodoh kita
  • Berapa jumlah anak yang akan kita miliki selepas perkawinan
  • Ada kejadian apa jika kita melakukan Plan A atau Plan B
  • Bagaimana cara/ mekanisme rezeki lancar setelah sedekah
  • dsb

Disinilah pentingnya doa dan keyakinan. Yakin bahwa doa sudah ada dan kita tinggal menjemputnya dengan usaha. Demikian juga yakin bahwa Sang Pencipta akan memudahkan jalannya sepanjang kita hanya berharap kepada_Nya

Tetapi sekali lagi semuanya tidak didapatkan secara gratis. Harus ada usaha yang sangat maksimal, karena hal ini adalah penilaian sejauh mana kita mampu bertahan dan tetap ber Tuhan.

Semoga paham....

Untuk menambah wawasan dan lebih memahami tema diatas silahkan baca-baca panduan GRATIS free member

--> Panduan gratis free member tentang amalan dan doa klik disisni

--> Panduan gratis free member tentang rahasia kejiwaan klik disini


Presented by

Rahasia Kunci Sukses --> Rahasia memahami amalan dan doa sukses

Magis7 --> Belajar memahami kekuatan jiwa manusia





Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment