Sep 19, 2014

Sukses Mulia dengan cara Membakar Hawa Nafsu

Ada sahabat blog saya yang sedang mengalami permasalahan hidup yang cukup berat. Kisahnya dimulai dari kebiasaan judi yang tidak bisa dihilangkan. Bahkan ia sudah banyak membohongi saudara, keluarga dan karib kerabatnya. Hutang, menggadaikan barang milik karib dan kerabat sudah sering dilakukan. Pada awalnya uang yang berhasil dikumpulkand dari menggadaikan barang milik keluarganya akan digunakan untuk membayar hutang. Tetapi ketika sudah terkumpul malah habis buat judi.

Hutangnya semakin banyak, sehingga dia malu untuk sekedar pulang ke rumah. Dikarenakan pusing dan stress terpikirkanlah untuk mencuri kalau perlu memakai cara kekerasan tidak masalah yang penting dapat uang. Misalnya menjambret, potong tangan Ibu-Ibu yang ada perhiasannya dll.

Kemudian ia meminta solusi kepada saya untuk memberikan cara-cara bagaimana memperoleh uang walaupun dengan cara-cara instan dan berbau ghaib sekalipun. Ia sudah tidak berpikir panjang lagi yang penting dapat duit. Ia begitu stress karena terasingkan dari keluarga dan hampir-hampir hilang kesadarannya alias hendak melakukan perbuatan nekad berbau kriminal.

Kemudian saya bertanya, "apakah kalau mendapatkan uang lalu bersedia untuk menghentikan kebiasaan buruk yakni berjudi?" Ternyata jawabannya kebiasaan berjudi ini sudah tidak bisa dihentikan lagi. Sudah ketagihan.

Maka dengan sangat menyesal saya tidak bisa membantunya untuk mendapatkan uang secara instan misalnya dengan lelaku/ tirakat, uang ghaib, uang jin dan lain sebagainya. Karena memang saya tidak tahu akan cara-cara ini.

Saya tidak hendak membahas cara mendapatkan uang instan misalnya uang ghaib. Disini saya ingin sedikit mengulas tentang jiwa dan kejiwaan.

Jadi sahabat kita ini sudah sukses dikendalikan hawa nafsu.
  • Yang menyuruh menggadaikan barang milik keluarga.
  • Yang menyuruh pergi dari rumah (minggat)
  • Yang menyuruh berhutang
  • Yang menyuruh mencuri
  • Yang menyuruh berjudi
  • Yang membisiki untuk mencari cara-cara instan
  • Yang membisiki untuk melakukan tindakan kriminal

Semuanya disuruh oleh hawa nafsu yang sudah ditunggangi oleh Syetan. Ia sudah gelap mata dan -mungkin saja- sudah kehilangan akal sehatnya. Posisinya semakin terjepit sehingga hawa nafsu leluasa menyuruh melakukan tindakan yang salah.

Maka ketahuilah jika pemikirannya masih seperti itu dan tidak mau melakukan perubahan ke arah kebaikan sudah pasti ia akan terjerumus kepada kesulitan yang semakin berat. Tidak ada yang dijanjikan oleh hawa nafsu kecuali kehancuran dan kebinasaan.

Sahabat kita hanya bisa mendapatkan ketenangan dan solusi nyata jika ia mau berubah. Tidak berjudi lagi dan tidak terpikir untuk melakukan tindakan kriminal. Yang jadi masalah adalah perubahan ke arah kebaikan juga melelahkan, sedangkan hawa nafsu inginnya yang serba cepat dan instan.

Lalu bagaimana? Hanya ada 2 pilihan saja yakni
  1. Tetap mengikuti irama/ ajakan hawa nafsu --> Yang mana tidak menjanjikan apapun kecuali kesulitan demi kesulitan tiada akhir. Sedangkan ujungnya adalah kehancuran dan kebinasaan.
  2. Mengendalikan hawa nafsu dan mengendarainya kepada jalan yang benar --> Namun kembali kejalan yang benar juga sangat melelahkan. Tetapi jaminan daripada pengendalian hawa nafsu yang benar adalah adanya solusi pasti. Kemuliaan hidup pasti akan dirasakan pada akhirnya.

Mana yang dipilih? Ternyata kecenderungan nafsu adalah pilihan yang pertama. Secara alamiah tidak ada yang memilih cara yang kedua dikarenakan jalan menuju ke arah itu adalah jalan yang mendaki. Orang yang memilih cara yang kedua adalah mereka yang memaksakan diri untuk rela membakar hawa nafsunya untuk sementara waktu demi kemuliaan di masa depan.

Yang diperlukan disini adalah keyakinan. Yakni keyakinan bahwa jikalau kita memaksakan diri untuk rela membakar hawa nafsu akan ada jaminan bahwa kemuliaan akan diraihnya. Tanpa keyakinan ini mustahil nafsu rela untuk menderita dan dibakar dalam api pembelajaran Tuhan.

Ads

Ingin meraih keyakinan jiwa/ nafs? Silahkan baca panduannya gratis

--> Panduan gratis free member tentang rahasia kejiwaan klik disini 



Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment