Sep 12, 2014

Sudah Ibadah Malah Dibohongi Lalu Putus Asa

....Insya Alloh saya paham apa yg dimaksudkan dalam artikel anda tp ditidak mudah menjalaninya karena itu semua Alloh yg menentukan berhasil atau tidaknya.Jujur skr saya bingung dan hampir putus asa krn saya sudah beribadah dan berdo'a dan amalan bahkan puasa tapi hasilnya setiap saya iktiar selalu di tipu/ di bohongi oleh orang. Misal contoh saya kerja kerjaan saya tidak dibayar, ada lagi saya dibohongi akan dikasih kerjaan kalau gambarnya sudah selesai tp kenyataannya sampai sekarang itu semua tidak ada hasilnya.Pertanyaan nya dalam diri saya kemana keadilan hidup ini? Ibarat suatu pengadilan kemana sikap adilnya suatu kebenaran skr ini.Dan satu lagi bagaimana cara beribadah dengan khusuk? (Ewan)

Jawab

Waalaikum salam. Semoga keluhan dan masalahnya segera teratasi, Amin.

Mari kita bahas masalah ini, namun sebelumnya saya mengajak untuk membuka akal dan hati. Akal maksudnya pemikiran yang logis, rasional, lurus dan terarah. Sedangkan hati adalah pemikiran atau pemahaman yang dilandasi dengan iman.

.....Insya Alloh saya paham apa yg dimaksudkan dalam artikel anda tp ditidak mudah menjalaninya karena itu semua Alloh yg menentukan berhasil atau tidaknya. --> Sudah paham tinggal dijalani Mas :). Benar sekali Allah yang menentukan hasilnya. Tetapi semua berdasarkan usaha dan keikhlasan kita. Marilah kita mengubah paradigma yang seakan-akan menyalahkan Tuhan. Maksudnya begini, "ya sudahlah Allah sudah menentukan hidupku begini". Ini khan seakan-akan melemparkan tanggung jawab kegagalan kita kepada_Nya.

Benar sekali Allah lah yang menentukan segalanya. Kehendak_Nya mandiri tanpa campur tangan siapapun juga. Oleh karena itu berusahalah sekuat tenaga anda untuk menyelaraskan keinginan/ kehendak atau doa kita agar DIA Berkehendak untuk mengabulkan_Nya. Kalau belum terkabul maka instrospeksi diri, kira-kira apa ya yang membuat doa saya belum juga terkabul?

Jujur skr saya bingung dan hampir putus asa --> Muslim Tidak boleh putus asa Mas :), tadi katanya sudah paham bahwa tulisan saya salah satunya tidak sama sekali menganjurkan untuk berputus asa. Putus asa khan artinya tidak percaya kepada pertolongan_Nya. Alam bawah sadar anda mengatakan demikian namun tidak menyadarinya. Maka yang terjadi adalah "tidak akan ada pertolongan sama sekali". Ini bahasa alam bawah sadar.

....krn saya sudah beribadah dan berdo'a dan amalan bahkan puasa tapi hasilnya setiap saya iktiar selalu di tipu/ di bohongi oleh orang.--> Jangan terlalu mengharapkan hasil, karena ibadah itu supaya kita tercharge keyakinan yang dalam, sehingga dengannya kita akan berusaha dalam rangka keimanan itu tadi.

Ini masalah keyakinan yang lemah, mau tidak mau harus diakui kemudian diperbaiki. Anda tidak percaya kalau dekat dengan Allah maka jalan akan dimudahkan. Buktinya anda komplain dengan ibadah yang sudah dilakukan, dan merasa dengan adanya ibadah malah dibohongi orang lain.

Justru dengan adanya masalah ketika kita ibadah misalnya, maka kita sedang diajari supaya bisa menghadapi orang lain, lebih berhati-hati, pandai memilih rekan bisnis dan lain sebagainya. Tidak kemudian selepas ibadah maka langsung datang ke rumah orang yang menawarkan kemudahan. Tidak sama sekali. Tetapi diberikan kesulitan agar anda mampu menghadapinya.

Misal contoh saya kerja kerjaan saya tidak dibayar, ada lagi saya dibohongi akan dikasih kerjaan kalau gambarnya sudah selesai tp kenyataannya sampai sekarang itu semua tidak ada hasilnya --> Ini adalah pentingnya negosiasi Mas.. Itu tadi belajar dan terus belajar. Memang lelah Mas, apalagi tidak dibayar. Ambil positifnya saja, dengannya kita belajar arti kesabaran. Kemudian kedepan jadikan ini pengalaman yang berharga.

Pertanyaan nya dalam diri saya kemana keadilan hidup ini? --> Hidup ini adil Mas :), cuma kita yang merasa selalu dizalimi. Kita merasa selalu diremehkan, dan ingat ini adalah sebuah keputusan hati yang akan masuk kepada alam bawah sadar. Adanya anda nantinya ahli didalam mengeluhkan segala sesuatu. Yang salah saya, dia, mereka atau siapapun juga tanpa sadar sebenarnya kesalahan menunjuk pada yang sedang berdiri didepan cermin.

Ibarat suatu pengadilan kemana sikap adilnya suatu kebenaran skr ini. --> Semua khan masih proses pengembangan diri Mas, jadi jangan menilai dulu, masih banyak waktu memperbaiki semuanya. Dan yang pasti kebenaran itu bukan berdasarkan prasangka kita dan seluruh manusia. Kalau kebenaran mengikuti prasangka maka hancurlah dunia ini. Karena kebenaran setiap orang pasti berbeda-beda.

Kita menganggap kebenaran ketika sudah ibadah lalu tidak berapa lama akan datang kemudahan. Pekerjaan kita dibayar kalau perlu dibayar mahal. Tidak pernah dibohongi orang karena  kita juga tidak membohongi orang lain. Ini khan cenderung bersifat ke AKU an banget. Kebenaran yang dilandasi oleh kepentingan pribadi.

Dan satu lagi bagaimana cara beribadah dengan khusuk? --> Nah ini dia masalahnya :), kalau ibadah tidak khusuk mana bisa memberikan efek berupa semangat dan keyakinan yang dalam? Yang pertama pahami arti dan maknanya dulu Mas, mudah-mudahan bisa khusuk.

Ibadah khan pujian dan permintaan. Kalau tidak ada kekhusukan bagaimana mungkin mampu menggetarkan alam bawah sadar? Kita meminta sesuatu kepada orang tua kita saja perlu sekali yang namanya keseriusan dan kalau perlu sambil merengek. Demikian pula ibadah, karena ruh ibadah adalah khusuk. Tanpa itu bisa dibilang sia-sia belaka. Oleh karena itulah pantas saja hidup kita kacau, sulit, direndahkan orang dan lain sebagainya.

Sekali lagi mari, kita memahami semuanya kemudian menerapkannya dengan benar. Bukan merasa paham namun sejatinya belum sama sekali. Terus belajar dan belajar mengembangkan jiwa masing-masing, agar senantiasa tangguh dan unggul didalam menghadapi gelombang ujian kehidupan.

Mohon maaf kalau ada kata-kata yang kurang berkenan, tidak lain dan tidak bukan demi kebaikan saya sendiri dan demi kebaikan kita bersama.

Salam
AB '

N/B:

==> Dapatkan panduan awal gratis rahasia menarik rezeki dengan amalan dan doa klik disini

==> Dapatkan pembelajaran awal gratis manajemen jiwa dan bawah sadar, klik disini




Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment