Sep 3, 2014

Manusia Jiwa dan Raga

Manusia terdiri dari jiwa dan raga. Raga kita semua mengetahuinya yakni tubuh kita secara fisik. Sementara jiwa itu seperti apa akan banyak sekali pendapat. Tetapi menurut saya jiwa itu adalah salah satu bathin manusia yang sering disebut dengan nafs atau nafsu. Dimana letak nafsu?

Begini saja dari pada pusing memikirkan keduanya.

Manusia terdiri dari raga --> Kita semua sudah mengetahuinya

Kemudian jiwa atau bathin terdiri dari
  1. Pikiran --> Otak
  2. Perasaan --> Hati

Itu saja dahulu

Pikiran.

Pikiran berada dalam otak. Ia mempunyai banyak fungsi. Intinya ia adalah pengendali tubuh. Juga berfungsi sebagai gudang ilmu pengetahuan. 1+1=2, ini kerjanya otak.

Kemudian kita mengenal akal. Biar lebih mudah memahaminya akal berada dalam pikiran/ otak. Ia adalah bagian yang berpikir logis, lurus terarah, scientific, akurat, mutlak dan lain sebagainya. Ia adalah hakim untuk menentukan benar atau salah secara rasional.

Hati

Ia adalah segumpal darah secara fisik dijantung. Namun secara immateri ia adalah bagian dari bathin manusia yang juga mempunyai beberapa fungsi. Fungsi utama adalah merasakan sesuatu respon misalnya sedih, gembira, marah, sabar, tergesa-gesa, ikhlas dan lain sebagainya.

Kalau otak tempatnya akal maka hati tempatnya iman. Otak percaya bahwa bumi ini bulat, namun akan menyangsikan bahwa ada kehidupan setelah mati. Keyakinan akan hal ini dipegang oleh hati.

Kemudian ada lagi jiwa/ nafs. Dimana ia berada? Saya tidak tahu, dan bahkan semua manusia tidak tahu secara persis.

Kalau menurut saya jiwa adalah tengah-tengah antara hati dan otak atau iman dan akal. Jiw inilah target atau obyek yang sesungguhnya harus kita poles.

Mengapa anda membaca artikel ini? Karena anda mengalami sendiri dengan real adanya masalah hidup umpamanya. Hutang dan tagihan yang belum dibayar, kebutuhan yang harus dipenuhi dan lain sebagainya. Pikiran dan akal anda akan mengatakan bahwa anda harus mencari cara supaya bisa menunaikan itu semua.

Kemudian adanya beban membuat hati anda sedih. Oleh karenanya ia memberikan power kepada otak untuk menemukan caranya, dan ketemulah artikel ini sebagai sebuah harapan akan ditemukannya cara tersebut.

Wallahu A'lam

Presented by Magis7. Belajar memahami jiwa dan kejiwaan.

==>Klik disini untuk mendapatkan panduan gratis free member


Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment