Sep 1, 2014

Hutang Pasti Lunas, Tetapi Lunasilah Janji Jiwamu bag 1

Assalamualaikum. Pak Adhin saya sebenarnya mau bertanya via telpon karena terbatas bisa SMS saja. Saya ingin melunasi hutang-hutang yang segunung karena saya ingin hidup tenang didunia, walaupun tidak punya apa-apa Pak. Saya ingin terbebas dari hutang. Pak Adhin saya ingin fokus dikehidupan nanti diakherat karena saya belum merasa menjadi manusia bersih. Saya ingin membereskan hutang-hutang saya.

Pak Adhin, saat ini 3 rumah akan menjadi korban karena ulah saya. Rumah alm Mama saya di alamat xxxx xxxxxx xxxxx oleh Bank xxx xxx. Rumah yang saya tempati sekarang dengan alamat di xxxxx xxxxx xxxx oleh bank xxxx cabang xxx, dan rumah kakak saya di xxxx oleh bank xxxx.

Pak Adhin apa yang harus saya lakukan bila semua bisa saya atasi. Tolong bantu saya mencarikan solusi Pak. Tolong khabari ya Pak Adhin. Saya memang kurang pintar dalam email Pak. Kalau bisa di SMS saja. Apa yang harus saya beli atau bayar Pak. Tolong khabari ya pak Adhin. Terimakasih (SMS dari 081383965xxx)

Jawab. Semoga masalah sahabat kita segera menemukan solusinya sehingga pikirannya yang sedang kalut bisa terurai lepas kembali. Amin

Entah sudah berapa artikel saya kupas mengenai hutang dari segala sudut pandang. Anda hanya perlu browsing di blog sederhana ini atau googling di internet, misalnya dengan kata kunci "adhin busro cara melunasi hutang" atau yang lainnya.

Dari mengucap doa melunasi hutang, ada juga dari membaca kalam Ilahi dan sholawat rezeki. Kemudian ada pembahasan dari sudut pandang bathin misalnya melakukan setting rasa hati dan lain sebagainya. Kali ini saya akan membahas dalam sudut pandang kejiwaan. Biar lengkap ulasannya dan anda bisa menarik benang merahnya.

Pertanyaan diatas dengan sengaja saya edit baik dari pertanyaan maupun identitas penanya. Semua demi kebaikan. Mana mungkin ada penanya yang setuju identitasnya secara penuh diupload disini, padahal banyak isinya mengandung aib sendiri. Oleh karena itulah ada beberapa yang sengaja saya edit, namun substansinya tetap tidak berubah.

Pertanyaan diatas adalah ribuan dari pertanyaan sahabat lainnya dimana mempunyai permasalahan yang sama yakni HUTANG....!!! Oleh karena itu bagi yang saat ini sedang mengalaminya bacalah artikel ini kemudian terapkanlah dengan sesadar-sadarnya. Semoga anda sepakat dengan saya akan hal ini.

Apakah saya seorang milyader? Bukan. Apakah saya tidak mempunyai hutang? Ada. Apakah saya seorang Ustadz? Bukan. Apakah saya seorang yang hebat? Tidak sama sekali. Saya mengatakan hal ini supaya anda tidak sekedar melihat segala sesuatu dari sudut pandang materi. Segala sesuatu yang tampak seringkali menjadi bahan penilaian, padahal tidak selamanya benar.

Banyak sekali milyader yang baik, dan banyak juga yang buruk. Artinya menggunakan cara-cara buruk didalam mengejar keinginannya. Akan lebih baik menerima nasehat dari orang yang biasa saja namun baik didalam menjelaskan sesuatu daripada mereka yang sudah menjadi milyader kemudian memberikan nasehat-nasehatnya. Mengapa? karena saya belum pernah menemui orang kaya yang baik akhlaknya kemudian memberi pengumuman "Lihat saya adalah milyader". 

Pasti mereka akan menundukkan kepalanya dan menjauhi sifat sombong. Memang ada milyuner yang woro-woro atau memberitahukan identitasnya bahwa mereka adalah orang kaya raya untuk memberikan semangat kepada orang lain. Tetapi tipikal orang ini sangat jarang sekali. Malahan lebih banyak mereka yang menjadi milyuner kemudian bernafsu untuk memberitahukan identitasnya kepada dunia supaya ada pujian, ada sanjungan, statusnya naik, levelnya meningkat dan alasan berbalut hawa nafsu lainnya.

Seperti halnya kita-kita ini yang pada saat mempunyai harta benda melimpah, misalnya bonus tahunan yang ada dibenaknya adalah membeli dan membeli barang-barang yang diinginkannya. Apalagi istrinya biasanya langsung woro-woro bahwa suaminya baru saja mendapatkan bonus 100 juta misalnya. Kalung, gelang, anting dan perhiasan baru sudah nangkring di tubuhnya kemudian berjalan dengan kebanggaan yang sebenarnya semu.

Lalu ketika ada orang yang mengatakan "wow" maka kitanya merasa terbang ke angkasa. Kemudian ketika ada orang yang mau meminjam uang ala kadarnya maka kitanya tiba-tiba jatuh terjerembab menabrak bumi. Maksudnya fitrah nafsu adalah suka pamer kemudian giliran diminta bantuan langsung melarikan diri. Ketahuilah tidak akan ada yang menghargai/ respek kepada anda ketika memamerkan kekayaan untuk dirinya sendiri tanpa ada kesadaran untuk membantu sesama. Ini harus benar-benar diresapkan dalam hati.

Giliran mereka terpaksa membantu atau menyumbang maka dikeluarkanlah recehan dengan tangan kiri (sembunyi-sembunyi). Atau boleh jadi ia memberikannya dengan tangan kanan dengan cara menunjukkan bahwa dirinya kaya raya sehingga bisa menyumbang dalam jumlah besar. Lagi-lagi nafsu dalam hal ini selalu saja diperturutkan. Maka perlu dicamkan baik-baik bahwa hasil akhir dari kharakter suka mengikuti hawa nafsu adalah kebinasaan, kehancuran, dan kesedihan berkepanjangan. Ini adalah rumus semesta/ sunnatullah yang pasti 100%.

Sebelum kita membahas bersama-sama pertanyaan diatas, baiklah kita ketahui terlebih dahulu apa saja keinginan berbalut nafsu yang seringkali manusia kejar?
  • Kekayaan dan kemakmuran dalam harta dan benda yang melimpah ruah. Berapa? Ternyata nafsu tidak mengenal jumlah yang ia kenali adalah kepuasan yang tidak pernah berakhir. 1 milyard itu fantastis, tetapi ketika nafsu sudah biasa dengan angka 1 milyard maka ia menginginkan 2 milyard dan seterusnya.
  • Kenikmatan raga/ tubuh. Kenyang, nikmat badan dan kemaluan adalah contohnya.
  • Kenikmatan rasa yang tidak pernah berakhir. Misalnya lega, senang, girang, gembira, nikmat, puas, fly, nyaman dan lain sebagainya. 

Inilah sifat nafsu yakni mengejar kenikmatan dan menghindari penderitaan. Ketika ia senang maka ia akan mencari kesenangan yang lebih besar, begitu seterusnya dan tiada pernah berakhir. Bagaimana kalau kemudian mau tidak mau ada penderitaan? Otomatis nafsu akan menjerit histeris. Penderitaan adalah neraka bagi nafsu yang sangat ditakuti. Dengan bantuan otaknya maka nafsu akan mencari jalan keluar supaya terbebas dari belenggu penderitaan. Oleh karena itulah jurus-jurus gombal mulai ia tunjukkan dengan harapan penderitaan itu lekas pergi. Apa jurus-jurus gombal yang menjemukan tersebut?
  • Hilangkan penderitaan ini, kalau sudah hilang maka saya akan menjadi orang baik.
  • Hilangkan kesusahan ini, kalau sudah hilang maka saya akan bertaubat dan memperbaiki kesalahan.
  • Saya akan melakukan ibadah, dan meminta Tuhan menghilangkan beban berat ini, saya berjanji jika Tuhan menguraikan permasalahan ini maka saya akan menjadi hamba yang sholeh.
  • Jika hutang saya lunas, maka saya akan banyak melakukan ibadah dan kebaikan demi kebaikan.
  • Saya tidak meminta apa-apa, hanya hutang yang rasanya berat ini lekaslah pergi. Saya hanya ingin tenang.
  • Saya ingin kaya raya sehingga dengannya bisa membantu orang tua, saudara, tetangga dan sesama.
  • Ya Allah, saya bosan hidup susah seperti ini, rubahlah nasibku maka aku akan menjadi orang yang bersyukur.

Apakah janji-janji gombal itu dipenuhi setelah masalahnya terurai dan hidupnya berubah? TIDAK SAMA SEKALI....!!!!

Itu semua hanya janji-janji gombal yang biasa di ucapkan oleh nafsu yang liar. Janji diatas hanya bisa ditepati oleh nafsu-nafsu yang tenang dan sudah dikendalikan dengan sempurna oleh akal. Bagaimana dengan saya dan anda? Sepertinya kita perlu belajar mengendalikan nafsu itu tadi. Karena nafsu yang sudah dikendalikan, maka keinginannya tidak memakai syarat apapun.

Bagaimana dengan syarat-syarat, sementara sifat nafsu selalu mencederai janji? Seharusnya begini doa dan ucapan nafsu ketika dalam kesulitan dan penderitaan. "Ya Allah sesungguhnya kami dalam keadaan berat, dan Engkau mengetahui semua ini akibat dari dosa kami sendiri. Jika Engkau merubah keadaan yang berat ini maka sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. Maka ajarkanlah kami bersyukur atas karunia_Mu, disaat kami dalam kepapaan demikian pula disaat kami dalam kelimpahan. Tanpa petunjuk_Mu, sudah pasti kami akan tersesat. Terimakasih Tuhan, hari ini kami sudah memanjatkan  doa. Amin"

Kemudian hati rasa plong walaupun dalam himpitan dan kesulitan. Ia berdoa tidak memakai syarat apapun, dan hanya fokus belajar serta berusaha lebih keras lagi. Jika usahanya tidak kunjung menunjukkan hasil yang maksimal, maka ia tetap pada awal niatnya yakni menjadi hamba yang bersyukur. Jika kehidupannya melimpah ruah, maka ia tetap menjadi hamba yang pandai bersyukur. Mengapa? Karena fokus utama bukan harta benda dan berbagai kenikmatan lainnya, namun bagaimana manajemen nafsu supaya tidak liar.

Nah, ada keajaiban yang akan menyadarkan anda tentang nafsu dalam hal ini kaitannya dengan melunasi hutang seperti pertanyaan diatas. Namun sebelumnya simak pembahasan tentang hubungan antara jiwa dan raga dalam sambungan artikelnya disini.



Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment