Sep 20, 2014

Hutang Hutang dan Hutang Serta Cara/ Mekanisme Melunasinya

Masalah hutang memang sangat melelahkan jiwa dan raga. Stress, depresi bahkan sampai buntu harus melakukan apa. Dikejar deadline, dikejar debt collector, dihina, dicaci maki, bahkan diancam akan dibui jika tidak membayar hutang. Ini sungguh sangat-sangat meletihkan. Saya sudah banyak menerima curhatan sahabat tentang hal ini. Apapun yang hendak saya sampaikan kadangkala terasa tidak ada manfaatnya, dikarenakan pikiran mereka sudah gelap.

Oleh karena itu bagi mereka yang sudah merasakan beratnya beban hutang ini, mereka akan tahu persis bagaimana perasaan lelah yang ada dalam dada. Saking lelahnya kadangkala lari dari rumah mencari tempat yang lebih aman dari kejaran penagih hutang.

Mereka merasa lelah, kemudian mencari pinjaman untuk menutup hutangnya. Mereka tidak mencari penasehat, pemberi wejangan, bahkan amalan-amalan apapun. Yang mereka butuhkan hanyalah uang, titik tidak koma.

Apakah kemudian mereka mendapatkan uang? Bisa saja mendapatkannya dari pinjaman orang yang berbaik hati. Bahkan teramat sangat baik hati meminjamkan uangnya dengan resiko besar tidak akan mampu untuk dibayar. Bagaimana mungkin? Melunasi hutang yang sudah-sudah saja kesulitan, apalagi harus melunasi hutang yang terbaru?.

Yang paling menyedihkan adalah hutang dari rentenir untuk menutup hutang dari rentenir lainnya. Bisa bonyok dihajar debt collector. Kacaunya lagi ancaman bui sudah menunggu.

Tetapi kemungkinan yang lebih besar adalah mereka tidak akan mendapatkan pinjaman sama sekali. Karena biasanya pemberi hutang juga melihat-lihat siapa yang berhutang. Mampu nggak kira-kira membayarnya? Adalah manusia berhati malaikat yang akan memberikan anda pinjaman tanpa bunga. Jika ada yang memberikan anda pinjaman secara suka rela artinya ini konyol, karena anda tidak akan membayarnya, dikarenakan tidak akan mampu.

Saya juga demikian. Entah sudah berapa orang yang saya pinjami uang namun sampai saat ini belum dikembalikan dan saya tidak akan mengharapkan lagi ada pengembalian. Padahal dahulu kala datang ke rumah dengan anak dan istri, dengan memelas, kemudian meminjam sejumlah uang dengan janji-janji segudang. Namun apa mau dikata setelah uang diberikan maka hilanglah ia. Ini sudah biasa dan sudah lazim. Dimana-mana sama..

Bagi sahabat yang berhutang saya mau memberikan sebuah doa. Terlepas anda suka atau tidak (lebih banyak tidak sukanya), karena saya mengerti bahwa yang anda butuhkan adalah uang bukan doa. Ini dia doa melunasi hutang yang diajarkan oleh Nabi saw. Sumber gambar saya ambil disini



“Ya Allah aku berlindung dari kesusahan dan kedukaan, dari lemah kemauan dan rasa malas, dari sifat pengecut dan bakhil, dari belenggu hutang dan tekanan manusia.”

Apakah hutang anda akan lunas setelah membaca doa melunasi hutang diatas? IYA, 100% PASTI LUNAS.... dengan syarat tertentu.

Tetapi saya lebih yakin kalau hutang anda tidak akan lunas. Mengapa? Inilah jawabannya.
  • Doa diatas berasal dari Nabi saw, sedangkan anda tidak mengenal dengan baik siapa sih Nabi Muhammad saw? Dengan kenyataan ini maka bisa diprediksi bahwa ibadah anda kurang, iman anda lemah dan keyakinan anda parah.
  • Didalam doa diatas ada kata-kata "aku berlindung dari kesusahan dan kedukaan", tetapi faktanya anda tetap merasa duka dan susah.
  • Dari "lemah kemauan dan rasa malas" tetapi anda masih lemah, tidak ada semangat dan malas didalam mencari jalan keluar.
  • Dari "Sifat pengecut dan bakhil", tetapi nyatanya anda kikir terhadap uang yang ada. Bagi anda sedekah untuk memancing rezeki sudah sangat jauh dari pemikiran apalagi penerapan karena tidak logis. Nggak ada hukum matematika 1-1= 10 (rumus sedekah). Adanya 1-1 = 0 alias habis uang yang anda punya.
  • Dari "belenggu hutang dan tekanan manusia", faktanya hutang anda semakin membelenggu dan tekanan dari manusia malah semakin berat dan menakutkan.

Sudahlah tidak usah berdebat, untuk kali ini akui saja kenyataan lemahnya jiwa anda untuk saat ini. Jika anda tidak terima dengan kata-kata saya diatas silahkan email ke saya dan sampaikan dimana yang anda tidak suka.

Disatu sisi anda berani berhutang (dengan alasan apapun) disisi lain anda pengecut didalam menghadapi konsekwensi didalam membayarnya. Jiwa anda lemah, saya yakin akan hal ini. Kalau jiwa anda kuat maka semua ujian ini akan anda hadapi dengan keyakinan penuh bahwa akan ada jalan keluarnya. Hal ini menyebabkan anda tetap berdiri dengan gagah walaupun sedang berhutang. Anda yakin Tuhan akan memberikan jalan karena sudah berdoa kepada_Nya.

Tetapi khan jiwa anda sudah kacau. Tahu jiwa khan? Jiwa itu nafs atau nafsu anda yang sudah lemah dari adanya pemikiran rasional yang dibanjiri iman. Karena jiwa anda lemah maka anda melakukan hal ini, yakni
  • Mencari pinjaman kesana dan kemari untuk menutupi hutang, lalu melarikan diri dari kewajiban membayarnya dikarenakan memang tidak ada uang.
  • Anda stress sehingga kemudian menangis sambil membaca kalimat doa. Tetapi doa anda kebanyakan syarat. Misalnya, "Tuhan lunaskan hutang saya, kami berjanji akan menjadi orang baik dan banyak bersedekah kalau hutangnya lunas" Apakah ketika hutang lunas kemudian anda memenuhi janji? Lebih banyak enggaknya. 
  • Kemudian karena hilang kepercayaan kepada doa lalu anda terpikir mencari pesugihan, tuyul, sesajen dsb untuk mendapatkan uang ghaib atau harta karun dari langit. 
  • Setelah hal-hal berbau takhayul diatas tidak juga manjur anda terbersit mencuri, menjambret dan tindakan kriminal lainnya.
  • Setelah semuanya tidak bisa melunasi hutang, maka putus asalah anda, setelah sebelumnya juga sudah berputus asa.

Sekali lagi jiwa anda kacau, dimana hanya mau enaknya saja sementara tidak mau resiko/ konsekwensinya. Akal anda lemah, apalagi iman anda, semakin bertambah lemah dan parah. Kalau anda laki-laki maka anda tidak pantas disebut laki-laki. Bagaimana mungkin laki-laki mudah putus asa dan mudah menyerah? Seberat apapun ujian hidup ini maka hadapilah, ini baru laki-laki sejati.

Sobat.... Saya mohon maaf jika kata-kata pada artikel ini menyinggung anda. Tidak lain dan tidak bukan untuk mengajak anda berpikir logis didalam mencari jalan keluar. Yang anda butuhkan adalah uang untuk melunasi kewajiban membayar hutang. Kalau ada manusia berhati malaikat yang meminjami anda uang maka bersyukurlah, tetapi kalau tidak ada mari kita berpikir logis begini.
  • Yang anda butuhkan adalah uang, sedangkan mendapatkan uang adalah dengan cara bekerja. Maka bekerjalah dengan jauh lebih keras. Berpikirlah pekerjaan apa yang bisa menghasilkan uang. Jika anda bukan karyawan maka carilah pekerjaan. Tukang parkir kek, ngojek kek, jualan koran kek, jualan es kek, kakek kek. Apapun itu carilah, dan ingat. Jangan gengsi, karena manusia tidak makan gengsi.
  • Jangan lupa baca doa melunasin hutang diatas dengan penghayatan yang dalam. Sementara ini tidak kenal Nabi saw dengan baik tidak masalah. Namanya proses. Yang pasti lambungkan harapan anda kepada Sang Pencipta Semesta Alam, siapapun DIA. Bacalah sebelum bekerja, dalam pekerjaan dan setelah selesai bekerja.
  • Bangun pada malam hari dan lakukan Tahajud. Lalu panjatkan doa anda kepada Sang Pencipta Alam Semesta. Dialoglah, curhatlah dengan_Nya, bukan dengan saya. Kalau perlu sambil menangis tidak masalah walaupun anda laki-laki. Kalau urusan iman maka semua manusia sama, yakni hamba yang lemah dihadapan_Nya
  • Anda harus bin wajib merasakan adanya semangat dan keyakinan dalam dada anda. Keyakinan setelah berdoa kepada Sang Pencipta, bahwa DIA akan memberikan jalan keluarnya. Kapan? Tidak ada kapan-kapanan, yang penting rasakan keyakinan itu.
  • Esok lagi, bekerja lagi dengan lebih bersemangat karena menunggu datangnya kemudahan dari Tuhan. 
  • Kalau sang penagih/ debt collector datang maka hadapilah jangan bersembunyi. Sampaikan kepadanya bahwa anda sedang bekerja dan sudah berdoa. Katakan "Tuhan akan melunasi hutang saya, tolong bersabarlah sementara waktu". Apapun kata debt collector terima saja. Sesakit apapun, sehina apapun paksakan untuk menerimanya.
  • Mungkin anda bisa melihat-lihat barangkali ada barang yang bisa anda jual. Nah, bukankah anda membaca artikel saya? Kenapa tidak terpikir untuk menjual HP yang sedang anda pegang?. Jangan hanya mau enaknya saja, jual apa yang bisa dijual.
  • Jika jiwa/ nafsu anda mengatakan, "Jangan dijual barang-barangnya nanti tidak bisa beli lagi". Bagaimana kalau esok kamu tidak bisa makan? Bagaimana kalau keluargamu mati kelaparan? Bagaimana kalau usaha/ bisnis kamu rugi/ bangkrut? Bagaimana kalau tidak bisa mendapatkan uang lagi?" dan bisikan nafsu yang ditunggangi syetan lainnya, maka jawab pertanyaan ini. Lebih percaya mana nafsu yang ditunggangi Syetan apa percaya kepada Janji Tuhan? Kalau mulut anda mengatakan lebih percaya kepada Tuhan, maka BUKTIKANLAH kalau anda memang percaya.

Waktu terus berjalan sebagai media pembuktian. Penilaian bukan sekarang namun sebelum kita meninggal maka proses masih terus berjalan dan ujian hidup akan terus kita temui dan hadapi dengan berbagai bentuk. Proses itu memang nyata-nyata menyakitkan dan sangat melelahkan, tetapi suka tidak suka hadapilah. Karena pembelajaran Tuhan yakni penyepuhan nafsu/ jiwa anda sedang berjalan dan berproses.

Maka tidak bisa tidak, yakin 100% hutang anda akan lunas dengan syarat mengikuti pembelajaran Tuhan yang menurut anda meletihkan tersebut. Dan setelah hutang anda lunas maka jiwa anda sudah tidak seperti sebelumnya yang mudah putus asa. Anda sudah memiliki jiwa/ nafs baru yang jauh lebih layak untuk mendapatkan karunia limpahan rezeki yang lebih banyak. Jiwa yang bersemangat, pantang menyerah, tangguh dan tahan banting dimana dibanjiri dengan keyakinan kepada Tuhan. Dan manajemen nafsu menuju kepada nafsu yang tenang inilah alasan mengapa manusia diciptakan.

Kapan itu terjadi (hutang lunas dan hidup cukup)? Sekali lagi tidak ada kapan-kapanan, karena Tuhan lebih Mengetahui daripada kita. Tuhan tahu ruang dan waktu yang layak bagi kita untuk mendapatkan ke Murahan_Nya. Pertanyaan kapan berasal dari nafsu yang sudah ditunggangi syetan untuk menciptakan keragu-raguan. Sedangkan syetan tidak menjanjikan apapun kecuali hanya tipuan. Sedangkan janji Tuhan adalah kepastian bagi mereka yang percaya. Anda percaya Tuhan atau tidak? kalau percaya jangan tanyakan kapan, yang penting bekerja dan berpikir dengan ekstra keras, inilah wilayah manusia. Sedangkan iman (yakin) kepada Tuhan, akan membukakan jalan/ cara-cara bagi terlunasinya hutang anda.

Kepastian ini, yakni hutang lunas dan mendapatkan jiwa baru yang lebih tangguh hanya untuk mereka yang mau memanajemen nafs. Untuk anda yang tidak mau membakar nafsu anda dan terus saja mengikutinya kemana ia melangkah (yakni hanya menginginkan enaknya saja) maka silahkan bermimpi. Karena mimpi anda hanya hayalan, dan yang terjadi justru sebaliknya, yakni penyesalan, kehancuran dan kebinasaan. Wallahu a'lam

Ini bukan teori tetapi kenyataannya memang begitu. Mengapa demikian? Karena saya pernah mengalaminya dahulu, dimana saya yakin jauh lebih berat daripada yang anda rasakan sekarang. Anda bisa membaca artikel ini artinya anda punya HP, laptop atau komputer, sedangkan saya dahulu (mantan pedagang asongan) buat makan saja tidak ada, sementara hutang masih menumpuk. Saya bisa keluar dari masalah hutang ini, dan anda juga bisa. Asalkan itu tadi fokus kepada membakar nafsu anda, sampai ia bisa dikendalikan oleh akal dan iman.



Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment