Sep 27, 2014

Asal Percaya Yesus akan Selamat dan Beroleh Hidup Kekal

Sebelum anda membaca artikel dialog kami ini tentang iman dan akal pada tempatnya silahkan sebelumnya baca artikel sebelumnya. Klik disini untuk melihat artikel sebelumnya.

Saudara AB,

Terimakasih balasannya. Kiranya senantiasa dalam lindungan-Nya.Saya tertarik dengan email Saudara yang tertulis, “asal percaya Yesus kemudian selamat dan beroleh hidup kekal dalam kerajaan sorga, ini tidak masuk akal”
Saudara AB, agar lebih jelas marilah kita perhatikan bersama.

Dalam Alkitab tertulis, Jawab Yesus: "Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini?" (Injil. Rasul Besar Yohanes 11:25-26).

Nah, sekarang kita perhatikan apa artinya percaya itu?

Ayat ini mengatakan bahwa “Barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup …......” Kita melihat bahwa setiap orang akan mati. Kita sudah melihat bahwa Kristuslah satu-satunya harapan setiap orang. Tetapi, percaya adalah kunci bagi setiap orang.

Orang percaya ialah orang yang yakin bahwa apa yang dipercayainya itu pasti akan jadi pada dia. Inilah percaya. Ini tidak memakai otak. Tidak juga perasaan. Tetapi dengan hati ia mengambil lompatan besar bahwa benar hal itu pasti terjadi!

Percaya yang tidak meliputi mempercayakan, belum merupakan percaya! Sebagai orang percaya kita mempercayakan dosa dan hidup kita kepada Yesus. Ia mampu memelihara sampai pada akhirnya apa yang saudara pertaruhkan ke dalam tangan-Nya!

Saudara AB, sungguh indah jika kita mempercayakan seluruh hidup dan beban dosa kita kepada Yesus, bukan?

Sekarang bagaimana dengan Saudara, sudahkah Saudara mepercayakan seluruh hidup dan beban dosa Saudara kepada Yesus? Karena hanya Yesus yang dapat menghapus dosa manusia.

Kemudian saya menjawabnya begini

Dear Sa

#. Kalau percaya Yesus adalah tuhan akan selamat --> Kristen
#. Kalau percaya Allah dan berbuat amal shalih akan selamat --> Islam
#. Kalau percaya Uzair putra Allah akan selamat --> Jews
#. Kalau percaya Budha dan mau hidup prihatin akan sampai nirwana --> Budha
#. Dan ribuan iman lainnya

Kalau hanya asal menerima dinamakan namanya doktrin iman... Yakni pemaksaan iman, "Yang penting imani, dan jangan banyak pertanyaan" --> Doktrin

Hanya karena percaya (iman) dengan orang tua kita, tidak berarti kita harus mau meminum baygon, walaupun beliau mereka menyuruhnya.

Hanya karena percaya (iman) kepada Pendeta kita, ustadz atau romo bukan berarti kita harus menerima apapun kata-kata mereka. Karena kita mempunyai akal.

Percaya kepada orang tua, ustadz dan pendeta adalah keharusan --> iman. Tetapi aktifitas berpikir dengan akal sehat juga wajib dilakukan. --> akal

Percaya kepada Pencipta langit dan bumi adalah wajib --> Ini wilayah iman

Percaya kepada manusia yang mengatakan sifat Tuhan, harus dicerna dan dipikirkan dahulu --> Ini wilayah akal

Iman dan akal ditempatkan pada tempatnya. Akal yang sehat dan iman yang natural (alami) bukan iman dengan pemaksaan (doktrin). Dengan cara inilah kita berharap semoga Tuhan memberikan petunjuk.
Salam



Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment